MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2020-07-05 15:53 WIB

Silek Pantas jadi Ekstrakulikuler Sekolah, Taslim: Seni dan Budaya jadi Penarik Wisatawan

<p>Silek Pantas jadi Ekstrakulikuler Sekolah, Taslim: Seni dan Budaya jadi Penarik Wisatawan<p>

VALORAnews - Setiap burung, memiliki dua sayap agar bisa terbang membelah angkasa. Begitu juga dengan lelaki Minang. Dia selalu dibekali dua ilmu...

Nelayan Nyebur ke Laut, Sampai di Pantai Pingsan Lalu Meninggal, Ini Latarbelakangnya

AI Mangindo Kayo | Senin, 13-01-2020 | 09:27 WIB | 363 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Nelayan Nyebur ke Laut, Sampai di Pantai Pingsan Lalu Meninggal, Ini Latarbelakangnya<p>

Personel Satpol Air Polres Pessel mengamankan 1 unit kapal yang menggunakan jaring hamparan dasar di perairan Muara Gadang Timur, Kenagarian Muara Gadang Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Ahad (12/1/2020). (istimewa)

VALORAnews - Seorang nelayan Muara Gadang Timur, Kenagarian Muara Gadang Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Bujang BA (52), menceburkan diri kelaut beigut melihat petugas Pol Airud Polres Pessel melaksanakan razia.

Kejadian berawal sewaktu korban, Bujang BA bersama rekannya Dayat pergi melaut, Ahad (12/1/2020) dengan menggunakan Kapal Hamparan Dasar. Sesampainya di pantai Muara Gadang Barat, mereka mendapati personel Satpol Airud Polres Pessel melaksanakan patroli.

Melihat petugas sedang melaksanakan patroli, tiba-tiba Bujang melompat ke laut dan berenang ke tepi bibir pantai. Usai sampai di tepi pantai, korban sudah kelelahan dan tidak sadarkan diri.


Teman korban Dayat ketika itu bersama Bujang langsung membawa korban ke atas pasir. Ketika Dayat kembali, usai mencari bantuan nelayan lainnya, korban ternyata sudah meninggal.

Kapolsek Linggo Sari Baganti, Iptu Hardi mengatakan, Bujang (52) meninggal karena kelalahan usai berenang dari tengah laut, menuju tepi bibir pantai. "Berdasarkan keterangan dari keluarganya, korban juga mengidap penyakit jantung," ungkapnya.

Menurut keterangan dari kakak korban, Ermon (50), korbanmemang sudah lama mengidap sakit jantung dan asma.

Patroli rutin di kawasan perairan Muaro Gadang, saat itu dipimpin Kasat Pol Air Polres Pessel, Iptu Rosa Harisman beserta anggota,Ipda Edi Akmal. Juga diikuti sejumlah personel seperti Ipda Awi Ramadhani, Aipda Andi Dawari, Aipda Nusyirwan, Aipda Robi Otmsja, Bripka Dodi Sukma dan Brig Dedi Adrianto.

Kapolres Pessel, AKBP Cepi Noval melalui IptuRosa Harisman menjelaskan, nelayan yang meninggal itu bukan akibat pengejaran. Tapi, akibat korban menceburkan diri kelaut, diduga takut saat melihat kapal patroli.

"Tidak ada kejar-kejaran, kapal-kapal nelayan berhamburan sendiri-sendiri," tegas Ipda Rosa Harisman.

Ia menerangkan, saat dalam perjalanan, kapal patroli Pol Air Polres tepatnya di perairan Muara Gadang Air Haji ada kurang lebih 50 kapal nelayan sedang beroperasi. Melihat kapal patroli kami dari jauh, satu persatu kapal nelayan berhamburan lari ke arah tepi pantai," terangnya.

Karena, kondisi perairan yang dangkal itu lah, dia bersama anggotanya tidak melakukan pengejaran.

Selanjutnya, kapal patroli Sat Polair melanjutkan patroli. "Sekitar pukul 08.00 WIB kapal patroli melihat 4 unit kapal sedang menurunkan jaring hamparan dasar," kata dia.

Saat dilakukan pengejaran, tiga unit kapal berhasil kabur ke arah pantai, sehingga kembali kondisi air yang dangkal pengejaran dihentikan. Akan tetapi, kapal satu lagi tidak bisa melarikan diri ke arah pantai dan akhirnya kapal patroli Sat Polair berhasil menangkapnya.

Beberapa barang bukti berhasil diamankan, 1 unit kapal tanpa nama, ikan dan kepiting serta udang hasil hasil tangkapan jaring hamparan dasar, 1 set jaring hamparan dasar lengkap dengan perlengkapannya serta tali untuk menarik jaring hamparan dasar. "Saat ini, Barang Bukti (BB) sedang dibawa ke Mako Pol Air Polres Pessel," ungkapnya. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Pesisir Selatan