MITRA VALORA NEWS

KEK Bukik Ameh Tersandung Ganti Rugi, Puluhan Miliar Kembali ke Kas Daerah

AI Mangindo Kayo | Kamis, 30-01-2020 | 15:22 WIB | 240 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>KEK Bukik Ameh Tersandung Ganti Rugi, Puluhan Miliar Kembali ke Kas Daerah<p>

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Bukik Ameh di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto IX Tarusan, Pessel. (istimewa)

VALORAnews - Pemkab Pessel siapkan areal seluas 400 hektare untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Bukik Ameh di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto IX Tarusan.

"Sampai saat ini, sudah 320 hektar yang telah disiapkan Pemkab untuk mendukung KEK Bukik Ameh ini," tegas Asisten II Ekonomi dan Pembangunan, Mimi Riarty Zainul, Kamis (30/1/2019).

Dikatakan, ada 17 jenis persyaratan administrasi yang harus dipenuhi dalam pengusulan KEK ini. Seperti, masterplan, dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) dan penyedian lahan serta ketersedian infrastruktur. "Masterplan KEK jadi tanggung jawab Kemenpar," terangnya.


Sejauh ini, terangnya, masyarakat beserta kecamatan dan wali nagari tidak ada masalah. Semua mendukung. Menurutnya, pengembangan KEK Bukik Ameh ini secara sektor ekonomi, sangat dibutuhkan masyarakat dan pemerintah.

"Untuk mengembangkan KEK ini, perlu pengusung investor. Itu sedang kita usahakan, mencari investor tersebut," terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Pessel, Syafril Saputra menerangkan, ganti rugi lahan di kawasan KEK Bukik Ameh, jadi tugas bersama Pemerintah Provinsi dan Pemkab Pessel. Pada 2015-2016 lalu, untuk pengurusan ganti rugi tersebut, telah disiapkan anggaran dari APBD Pessel sebesar Rp15 miliar dan Provinsi Rp30 miliar.

"Karena belum ada titik temu ganti rugi di bawah, maka hal tersebut tidak jadi. Bahkan di tahun 2019 hal itu pernah dicoba lagi, tapi belum juga ada kejelasan," terangnya.

"Anggaran Rp15 miliar dikembalikan ke kas daerah dan sampai saat belum ada tindak lanjut hal itu," tukas Syafril. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar