MITRA VALORA NEWS

Prajurit TNI Deklarasikan Kerajaan King of The King, Jenderal Andika Pastikan akan Diproses Hukum

AI Mangindo Kayo | Senin, 10-02-2020 | 19:27 WIB | 508 klik | Nasional
<p>Prajurit TNI Deklarasikan Kerajaan King of The King, Jenderal Andika Pastikan akan Diproses Hukum<p>

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kasad, Jenderal Andika Perkasa dan prajurit lainnya, usai peresmian patung Soekarno di Kompleks Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020) sore. (istimewa)

VALORAnews - Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa mengaku kecolongan, ternyata penipuan terhadap masyarakat dengan embel-embel atas nama kerajaan, dilakukan seorang tentara aktif. Prajurit TNI itu adalah Dony Pedro, pendiri kerajaan King of The King.

"Kami juga baru tahu. Kami merasa kecolongan, tapi itu tanggung jawab saya," kata Jenderal Andika Perkasa sekaligus eks Komandan Paspampres kepada wartawan, seusai menghadiri peresmian patung Soekarno di Kompleks Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020) sore.

Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan, Dony Pedro merupakan perwira berpangkat letnan satu yang bertugas di Pusat Persenjataan Infanteri di Bandung. Saat ini, Dony Pedro telah ditahan sejak 31 Januari 2020 di Polisi Militer Kodam III/Siliwangi Bandung.


"Sudah kita tahan sembari melakukan proses hukum, tidak akan kita lepas," kata menantu tokoh intelijen dan militer, AM Hendropriyono tersebut.

Dia menyatakan, dari hasil investigasi oleh TNI, kasus ini mengarah pada tindak pidana penipuan. Pihaknya juga menelusuri keterlibatan pengikutnya yang diduga dari kalangan sipil.

"Kami kawal bener, sehingga proses hukum ini dalam hal penegakan KUHP militer itu benar-benar memberikan rasa keadilan kepada korban-korban penipuan," tegasnya.

Ia mengaku, adanya kasus ini menjadi sebuah evaluasi bagi satuannya. Pihaknya berharap agar masyarakat tidak segan memberikan infomasi terkait personelnya yang menyimpang dari hukum dan norma.

"Ini satu evaluasi, seperti saya bilang tadi, kami kecolongan dan kami pasti akan terus memperbaiki. Justru info-info dari masyarakat ini, kita butuhkan sehingga kita bisa tahu lebih dini jangan sampai terlanjur bablas seperti Letnan Satu D," katanya.

Diketahui, Dony Pedro yang diklaim sebagai pemimpin King of The King merupakan anggota TNI aktif dan sedang menjalani proses hukum melalui pengadilan militer.

"Iya tetap berlanjut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).

Namun, Argo mengatakan, Dony Pedro berstatus sebagai saksi dalam kasus yang ditangani oleh kepolisian.Sedangkan proses hukum Dony Pedro sebagai tersangka akan ditangani oleh pihak TNI.

"Kalau di polisi saksi, tapi yang menangani tersangka kan TNI, di POM," ujar dia.

Kendati demikian, polisi mengaku akan berkoordinasi dengan TNI bila membutuhkan keterangan Dony Pedro.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispen AD), Brigjen Candra Wijaya menuturkan, Dony Pedro tengah menjalani proses hukum melalui pengadilan militer atas dugaan tindak pidana penipuan.

Menurut Candra, Dony Pedro sudah mulai menjalani proses hukum sejak Jumat (31/1/2020).

"Yang bersangkutan sudah mulai menjalani proses hukum sejak 31 Januari 2020 di Pomdam III/Siliwangi karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan," kata Candra, Rabu (5/2/2020).

Candra menuturkan, Dony Pedro berpangkat letnan satu dan berdinas di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD di Bandung. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar