MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2020-08-05 07:37 WIB

Gempabumi Tektonik 5,2 SR Menggoncang, Episenter di Laut Pessel

<p>Gempabumi Tektonik 5,2 SR Menggoncang, Episenter di Laut Pessel<p>

VALORAnews - Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 5,1 Skala Richter (SR), Rabu (5/8/2020), pukul...

FGD Tau Jalan Nan Ampek, Alfian Jamrah: Rumuskan Model Pembelajaran

AI Mangindo Kayo | Senin, 17-02-2020 | 20:12 WIB | 303 klik | Kab. Tanah Datar
<p>FGD Tau Jalan Nan Ampek, Alfian Jamrah: Rumuskan Model Pembelajaran<p>

Kepala Baperlitbang Tanahdatar, Alfian Jamrah, foto bersama dengan peserta dan pemantik diskusi pada Forum Group Discussion (FGD) Buku Model Pembelajaran Pendidikan Karakter 'Tau Jalan Nan Ampek," di aula kantor Baperlitbang, Batusangkar, Senin (17/2/2020). (jheni rahmad/valoranews)

VALORAnews - Kepala Baperlitbang Tanahdatar, Alfian Jamrah, menggelar Forum Group Discussion (FGD) Buku Model Pembelajaran Pendidikan Karakter 'Tau Jalan Nan Ampek," di aula kantor Baperlitbang, Batusangkar, Senin (17/2/2020).

Dalam FGD ini, Alfian Jamrah mempertemukan berbagai pihak terkait untuk mendiskusikan hal-hal tentang pendidikan karakter, mulai dari tokoh masyarakat, bundo kanduang dan tenaga pendidik atau guru, termasuk menghadirkan tiga orang pakar dari Universitas Negeri Padang (UNP) yakni Dr Khairani Pakar Geografi dan Kependudukan, Dr Erian Joni (Sosiolog) serta Dr Akmal (Pakar Pendidikan Kewarganegaraan).

"FGD ini diselenggarakan untuk penelitian menyelesaikan disertasi sebagai mahasiswa S3 UNP, disamping memberikan masukan pada satuan pendidikan untuk menjadi pedoman atau model dalam penerapan pendidikan karakter di Sekolah Menengah Atas. Karena selama ini belum ada pendidikan karakter nilai-nilai kearifan lokal," ujar Alfian Jamrah.


Ia berharap, FGD ini dapat mencapai hasil akhirnya, yaitu model pembelajaran karakter nilai- nilai kearifan lokal 'Tau Jalan Nan Ampek' oleh peserta didik melalui mata pembelajaran umum di sekolah, baik tingkat SD, SMP dan SMA.

"Tujuan akhir dari pertemuan ini, sebagai sebuah model pembelajaran. Model ini ditandai dengan enam komponen operasional inti, yaitu, sintaks, prinsip reaksi, sistim sosial, dampak yang diharapkan, dan sistem pendukung," ujar Alfian.

Dikatakan, karakter utama model pembelajaran berbasis kearifan lokal 'Tau Jalan Nan Ampek' terletak pada sintak pembelajaran yaitu langkah awal (kontrukvisme), langkah inti (inquiry) dan langkah penutup (refleksi).

"Buku model pembelajaran ini merupakan kunci untuk mengetahui lebih jauh dan jelas tentang karakteristik yang dikembangkan," tambah Alfian. (jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar