MITRA VALORA NEWS

Senin, 2020-06-01 17:41 WIB

Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal

<p>Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal<p>

VALORAnews -- Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tuanku Sulaiman mengharapkan semua warga Nahdyin, menyatukan...

Khambali: PKB Sumbar Mesti Mulai Memancang Road Map dan Target 2024

AI Mangindo Kayo | Kamis, 27-02-2020 | 13:53 WIB | 637 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Khambali: PKB Sumbar Mesti Mulai Memancang Road Map dan Target 2024<p>

Ketum PKB, Muhaimin Iskandar bersama salah seorang politisi PKB Sumbar, Akhmad Khambali. (istimewa)

VALORAnews - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sumbar harus memperlihatkan keberpihakan pembangunan pada masyarakat terutama pada kaum ahlussunnah wal jama'ah dan jam'iyyah Nahdlatul Ulama. Keberpihakan ini jadi beban utama kader PKB yang dipercaya duduk di legistlatif periode 2019-2024 yang terdiri dari 3 orang di tingkat provinsi dan 24 orang di tingkat kabupaten/kota se-Sumbar.

Demikian dikatakan salah seorang politisi PKB, Akhmad Khambali, Kamis (27/2/2020). Pria yang dilahirkan pada 9 Juli 1972 itu, masuk PKB pasca Muswil II, setelah terpilihnya Buya Ibnu Abbas dan Azwandi Rahman jadi Ketua Dewan Syura dan Ketua Dewan Tanfidz PKB Sumbar pada 2006. Ahmad Khambali dipercaya mengemban posisi Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengkaderan.

"Situasi yang kondusif di internal PKB saat ini, hendaknya dijadikan momentum kebangkitan PKB Sumatera Barat. Saat ini, PKB Sumbar sudah harus berani memancang target dan road map, mengantarkan dua orang kader terbaiknya ke DPR RI dan minimal lima orang di DPRD provinsi pada pemilu 2024 nanti," ungkap Khambali.


Agar target Pemilu 2024 ini bisa dicapai secara terukur, terangnya, PKB Sumbar mesti diurus oleh figur-figur yang amanah serta mengerti tentang roh perjuangan dan jati diri PKB yang sebenarnya. "Rangkul semua komponen yang ada. Saling memberikan support satu dengan yang lainnya," tegasnya.

Dengan berbekal semua itu, Khambali meyakini, PKB di Ranah Minang akan jadi kontestan Pemilu yang akan diperhitungkan banyak orang. "Yang paling utama itu adalah pengurus yang ada saat ini jangan pernah melupakan sejarah perjuangan pada saat awal-awal konflik. Rangkul semuanya," saran dia.

"Kalau seorang Ketum PKB saja tidak pernah melupakan sejarah perjuangan, maka PKB Sumbar tentu lebih menghargai sejarah demikian. Apalagi kultur Minangkabau yang selalu mengedepankan badunsanak," tegas Khambali.

Selain politisi PKB, Akhmad Khambali juga pernah berkecimpung pada sejumlah organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU) mulai dari IPNU, GP Ansor, AMNU, PMII, PPM serta sejumlah organisasi lainnya di lingkungan NU.

Ke-Nu-an seorang Ahmad Khambali, tak perlu diragukan lagi. Dia alumni Pesantren Alhikmah. Kini menjadi profesional. Semasa bersama PKB di bawah kendali Azwandi Rahman, ia termasuk orator. Bersuara lantang, dan sangat mantap dalam memberikan motivasi terhadap kader dan konstituen PKB itu sendiri.

Khambali melihat, Ketua DPW PKB Sumbar saat ini, H Febby Datuak Bangso Nan Putiah telah mulai menata organisasi dengan baik. Untuk konsolidasi juga telah dilakukan, meski sebagiannya masih perlu dilakukan pembenahan di berbagai sisi.

"PKB Sumbar saat ini memerlukan pengurus yang benar-benar mau berjuang dan mengabdi, bukan mencari kehidupan semata di partai," tegasnya.

Menurut Khambali, seorang Febby yang termasuk anak muda progresif, harus banyak belajar terutama soal roh dan nafas PKB itu sendiri serta kultur jam'iyyah nahdliyyah.

"Tidak kalah pentingnya, Febby mesti menjalin komunikasi dengan pejuang-pejuang sejati PKB Sumatera Barat. Kita yakin, Febby mampu untuk itu dan semoga saja bisa sehingga impiannya ingin membuat sejarah baru dalam PKB daerah ini terkabulkan dengan baik dan benar," harapnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar