MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2020-07-12 10:09 WIB

Zainal Tuanku Mudo Terpilih Aklamasi jadi Ketua Tanfidziyah

<p>Zainal Tuanku Mudo Terpilih Aklamasi jadi Ketua Tanfidziyah<p>

VALORAnews - Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Padangpariaman, berhasil memilih Rais Syuriah yang dipercayakan pada Masrican Tuanku Marajo...

Jelang Pencalonan Kepala Daerah, Doli: Target Menang, Koalisi Bisa Partai Mana Saja

AI Mangindo Kayo | Jumat, 06-03-2020 | 22:55 WIB | 318 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Jelang Pencalonan Kepala Daerah, Doli: Target Menang, Koalisi Bisa Partai Mana Saja<p>

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung didampingi Mirkadri Miyar (ketua pelaksana Musda X Partai Golkar Sumbar), diwawancarai wartawan usai prosesi pembukaan, Jumat (6/3/2020) di Padang. (mangindo kayo/valoranews)

VALORAnews - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung menegaskan, pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) X Partai Golkar Sumbar yang beririsan dengan tahapan pemilihan kepala daerah serentak 2020, tak akan mempengaruhi proses pencalonan.

"Target kita, menang di 60 persen daerah pada pemilihan serentak 2020 ini, termasuk Sumbar. Ketua DPD Partai Golkar akan jadi prioritas untuk dicalonkan sepanjang elektabilitasnya juga bagus. Di pemilihan serentak ini, kader murni juga jadi prioritas (dicalonkan-red)," tegas Doli pada wartawan, usai membuka Musda X Partai Golkar Sumbar, Jumat (6/3/2020) malam di Padang.

Ditegaskan anggota Komisi II DPR RI itu, Musda ini juga bagian dari konsolidasi dalam rangka mempersiapkan kader yang akan maju jadi gubernur, bupati, wali kota atau mengincar posisi wakilnya. Untuk Sumbar, pemilihan kepala daerah digelar serentak antara tingkat provinsi dengan 11 kabupaten dan dua kota. Secara nasional, digelar di 270 daerah yakni di 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.


Pada pemilu 2019 lalu, Partai Golkar Sumbar meraih 8 dari 65 kursi di DPRD Sumbar periode 2019-2024. Perolehan ini berkurang 1 kursi dibanding hasil pemilu 2014 yang meraih 9 kursi. Sementara, syarat pencalonan kepala daerah, partai politik atau gabungannya mesti memiliki 20 persen kursi parlemen (13 kursi-red).

Menurut Doli, untuk daerah yang cukup kursi serta memiliki kader yang siap untuk maju, jika dia adalah kader murni partai, akan diprioritaskan jadi calon gubernur atau bupati/wali kota.

Sedangkan di daerah yang mesti berkoalisi untuk bisa mengusung pasangan calon, bergantung pada kondisi di daerah tersebut. "Kita memerhatikan, kader yang diusung nanti, mesti figur yang bisa diterima masyarakat," urai dia.

Ditegaskan Doli, Sumbar itu sejak dari dulu merupakan basis suara Partai Golkar. Ajang pemilihan serentak 2020, menurut dia, seharusnya jadi momentum bagi Partai Golkar untuk merebut kembali kepercayaan masyarakat yang mulai memudar di Sumbar.

"Sumbar sebagai lumbung suaranya Partai Golkar mesti diwujudkan kembali yang diawali dengan memenangi pemilihan kepala daerah," ungkap Doli.

Untuk nama-nama yang akan diusung dari internal Partai Golkar di pemilihan serentak 2020, menurut Doli, penetapannya akan merujuk peraturan yang berlaku di internal partai. Yakni Juklak No 04 Tahun 2020.

"Penjaringan telah dimulai sejak 6 bulan lalu. Ada tiga tingkatan (level) penjaringan. Mulai dari tingkat kota/kabupaten yang melakukan penjaringan sampai ke tingkat kelurahan. Hasilnya, ada 5 sampai 10 nama yang dikirim ke tingkat provisi untuk masuk penjaringan level kedua," terangnya.

"Di tingkat provinsi ini, nantinya akan dikirim tiga sampai lima nama ke DPP yang jadi penjaringan level ketiga. Saat ini, semua nama calon se-Indonesia telah ada di DPP. Mereka semua akan disurvei elektabilitasnya serta menjalani fit and propert test, jelang ditetapkan sebagai calon resmi partai."

"Saat ini, kita tengah memasuki tahapan final. Yang terpenting, semua proses ini tidak ada mahar sama sekali. Ini prinsip kita yang mesti digaris bawahi semua pihak dalam menghadapi pemilihan serentak 2020," tambah Doli.

Pintu Koalisi Tarbuka Lebar

Untuk partai calon mitra koalisi, ungkap Doli, DPP Partai Golkar telah membuka pintu komunikasi nyaris dengan semua partai. Pertemuan ketua umum dengan pimpinan partai lain, juga terus dilakukan secara marathon.

"Sebelumnya, pak ketua umum kita telah bertemu dengan banyak pimpinan partai. Terakhir, pertemuan dengan Ketua DPP Partai Nasdem, Pak Surya Paloh dalam rangka menyongsong pencalonan kepala daerah pada pemilihan serentak 2020 ini," ungkap dia.

"Kita terbuka untuk berkoalisi dengan partai mana saja," tambahnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar