MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2020-06-30 16:21 WIB

Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah

<p>Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi membagikan 200 keranjang belanja atau tas guna ulang, ke pengunjung Pasar Alai, Selasa (30/6/2020). Saat...

Pasar Tani Salingka Kampus, Wujud Semangat Berbagi Koperasi MDM Unand

AI Mangindo Kayo | Rabu, 18-03-2020 | 15:18 WIB | 289 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Pasar Tani Salingka Kampus, Wujud Semangat Berbagi Koperasi MDM Unand<p>

Sejumlah produk yang ditawarkan pada Pasar Tani Salingka Kampus, Rabu (18/3/2020) pukul 08.00-16.00 WIB di Kafe Uniang Kamek, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) di Kampus Limau Manis, Padang. (istimewa)

VALORAnews - Koperasi MDM bekerjasama dengan Koperasi Petani dan Peternak Mandiri (KP2M) dan Koperasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Mini, selenggarakan Pasar Tani Salingka Kampus, Rabu (18/3/2020) pukul 08.00-16.00 WIB di Kafe Uniang Kamek, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) di Kampus Limau Manis, Padang.

Pasar Tani Salingka Kampus oleh Koperasi MDM, selain melibatkan para dosen aktivis Koperasi MDM, juga masyarakat sekitar dan tentu saja mahasiswa yang tertarik untuk bergabung dan terlibat. Penyelenggaraan Pasar Tani Salingka Kampus ini sudah direncanakan seminggu sebelumnya, yang bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pangan sehat bagi para konsumen terutama para dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) di Kampus Unand.

"Meskipun demikian, ternyata masyarakat sekitar kampus juga ada yang berminat untuk membeli berbagai jenis barang produksi petani, peternak, dan produsen dari salingka kampus tersebut walau diselenggarakan di tengah merebaknya penyebaran virus corona atau pandemi global Covid-19 ke seluruh," ungkap salah seorang penggiat Koperasi MDM, Virtuous Setyaka dalam pernyataan tertulis yang diterima, Rabu (18/3/2020).


Selain penyediaan produk pangan sehat, terang Virtuous, Pasar Tani Salingka Kampus ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat salingka kampus dalam memasarkan produk mereka dengan menciptakan pasar baru yang pasokan barang dan jasanya tersedia di komunitas atau masyarakat lokal.

"Semangat yang diusung dalam Pasar Tani Salingka Kampus ini adalah produsen dan konsumen bersepakat untuk saling menyehatkan," terangnya.

Covid-19, Lockdown dan Koperasi

Momentum penyebaran virus corona atau pandemi global Covid-19 bagi para kooperator -sebutan bagi orang-orang yang aktif/aktivis koperasi-, jadi langkah awal tentang pentingnya berkoperasi bagi semua orang dalam masyarakat. Kekhawatiran atas lockdown yang kemungkinan terjadi untuk penanganan penyebaran Covid-19, ditanggapi dengan serius dalam perdebatan para ekonom, politisi, akademisi, dan masyarakat umum.

"Kekhawatiran atas dilema antara krisis kesehatan masyarakat dengan krisis ekonomi harus segera diselesaikan. Pilihan untuk tidak menerapkan lockdown namun social distancing, tetap mengarah pada bagaimana kebutuhan logistik terutama pangan sehat dan obat tetap terpenuhi," terang Virtuous.

"Pemenuhan tersebut tidak bisa mengandalkan cara-cara konvensional sebelumnya dalam rantai pasok yang sudah nyata terganggu akibat penyebaran virus corona atau epidemi global Covid-19."

Oleh sebab itu, terang dia, Pasar Tani Salingka Kampus ini selain menjadi langkah taktis untuk pemenuhan kebutuhan pangan sehat dari komunitas lokal atau masyarakat setempat, juga menjadi momentum pentingnya untuk segera berkoperasi.

Sebab, perdebatan konseptual dan praktik mengenai isu-isu global seperti ketahanan, keamanan, dan kedaulatan pangan, obat, dan sebagainya, selama ini terus terjadi. Momentum pandemi global Covid-19 menemukan relevansinya untuk menerapkan kedaulatan pangan dan obat-obatan.

Koperasi yang di dalam penyelenggaraannya terkandung prinsip-prinsip solidaritas dan bergotong royong dengan melibatkan seluruh anggotanya secara aktif dan partisipatif, sesungguhnya juga menjadi tandingan atau alternatif dari sistem ekonomi liberal yang kapitalistik selama ini.

Ketika krisis kapitalisme terjadi akibat penyebaran virus corona atau pandemi global Covid-19, maka langkah berikutnya bukanlah kembali ke kapitalisme yang mungkin bermetamorfosis. Namun, harus mulai melangkah ke koperasi yang di dalamnya tidak hanya berdimensi ekonomi, namun juga politik, dan budaya dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik di Indonesia.

Melanggar Social Distancing?

Penyelenggaraan Pasar Tani Salingka Kampus ini dikhawatirkan justru melanggar social distancing, terang Virtous, sesungguhnya justru menjadi salah satu bentuk ujian apakah itu bisa dipraktikkan atau tidak oleh masyarakat.

Selain itu, penyelenggara Pasar Tani Salingka Kampus juga sudah mengantisipasi kekhawatiran itu dengan memilih lokasi yang tidak jauh atau kurang dari satu kilometer dari Rumah Sakit Unand yang memang menjadi salah satu rumah sakit rujukan dalam penanganan penyebaran virus corona atau pandemi global Covid-19 di Sumatera Barat.

"Semoga niat baik dan satu langkah kongkrit berkoperasi dan penciptaan pasar baru bagi masyarakat ini berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan sosial masyarakat di Kota Padang dan menyebar ke seluruh dunia," harap Virtuous yang juga Dosen HI FISIP Unand. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar