MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2020-06-30 16:21 WIB

Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah

<p>Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi membagikan 200 keranjang belanja atau tas guna ulang, ke pengunjung Pasar Alai, Selasa (30/6/2020). Saat...

Wali Kota Padang Dorong Pemprov Sumbar Tutup Sementara BIM

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 21-03-2020 | 17:56 WIB | 341 klik | Kota Padang
<p>Wali Kota Padang Dorong Pemprov Sumbar Tutup Sementara BIM<p>

Wako Padang, Mahyeldi memimpin rapat penanganan virus corona atau covid19, dengan Forkopimda Kota Padang dikediaman resminya, Sabtu (21/3/2020). (humas)

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menutup sementara jalur penerbangan Internasional sebagai upaya pencegahan Covid19.

Hal itu disampaikan Mahyeldi, saat memimpin rapat penanganan virus corona atau covid19, dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang dikediaman resminya, Sabtu (21/3/2020).

Mahyeldi menjelaskan, hal ini sudah dilakulan dibanyak negara seperti Malaysia dan ternyata sangat efektif menekan penyebaran Covid19.


"Atas nama Pemko Padang kita mendorong Pemprov Sumbar untuk menutup sementara Bandara Internasional Minangkabau (BIM) agar penyebaran Covid19 dapat kita tekan," ujar Mahyeldi.

Selain itu, kata orang nomor satu di Kota Padang itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga perlu memperketat jalur masuk daerah-daerah atau kabupaten/kota yang berada di perbatasan dengan provinsi lain.

"Kita dengar, daerah-daerah yang perbatasan dengan Sumatera Barat sudah ada yang positif vCovid-19 seperti Provinsi Kepri dan Sumut. Maka oleh sebab itu, daerah-daerah yang berada diperbatasan harus kita perkuat," ungkapnya.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Padang juga tengah mengupayakan sarana dan prasarana rumah sakit menangani Covid-19. Antara lain mengupayakan membeli Alat Pelindung Diri (APD) bagi dokter dan perawat, alat pendeteksi virus Corona bernama VereCoV Detection Kit, alat pendeteksi suhu tubuh, cairan disinfektan dan hand sanitizer.

"Kita sudah punya empat rumah sakit yang siap menampung pasien Covid-19 diantaranya, Rumah Sakit Unand, Semen Padang Hospital (SPH), RSUP M. Jamil dan RSUD dr. Rasidin. Yang perlu kita siapkan membeli APD lebih kurang 1.000 unit. Kemudian membeli alat untuk pendeteksi Covid-19 seharga Rp. 1,3 miliar dan bahan untuk membuat cairan disinfektan," ulas Mahyeldi.

Selanjutnya, Pemko Padang kedepan akan terus melakukan upaya-upaya baik itu langkah pendek, menengah dan panjang untuk menangani penyebaran virus Ini. Pemerintah juga akan terus memasifkan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat, dengan melibatkan seluruh eleman terkait, kapolres, kapolsek, kodim, korem, Babinkantibmas, camat, lurah RT/RW serta organisasi kepemudaan.

"Untuk langkah pendek, kita akan terus mendorong masyarakat menggairahkan pola hidup bersih dan sehat. Langkah menengah kita akan upayakan untuk membeli cairan disinfektan dan sanitaizer yang nanti akan kita berikan kepada masyarakat secara cuma-cuma. Untuk langkah panjang, jika penyebaran virus ini semakin meluas, kita akan tambah rumah sakit," pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid menyebutkan, pihak sudah melauching alur pelaporan mandiri terkait Covid-19 yang dapat diakses melalui web https://dinkes.padang.go.id/. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar