MITRA VALORA NEWS

Senin, 2020-06-01 17:41 WIB

Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal

<p>Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal<p>

VALORAnews -- Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tuanku Sulaiman mengharapkan semua warga Nahdyin, menyatukan...

FGD Online Tim Tanggap Darurat Covid19 FISIP Unand

Tindakan Apatis, Irrasional dan Kriminal Potensi Terjadi di Masa Pandemi Covid19

AI Mangindo Kayo | Jumat, 03-04-2020 | 23:23 WIB | 628 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Tindakan Apatis, Irrasional dan Kriminal Potensi Terjadi di Masa Pandemi Covid19<p>

Koordinator Tim Tanggap Darurat Covid19 FISIP Unand, Aidinil Zetra. (istimewa)

VALORAnews - Kerentanan sosial, merupakan salah satu dampak yang tak bisa dihindarkan dari pandemi Coronavirus Diseas (Covid19). Pemerintah dan tokoh masyarakat seperti ketua RT, kepala jorong, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, bundo kanduang dan pemuda, harus memberikan perhatian lebih pada persoalan ini.

Demikian benang merah Focus Group Discussion (FGD) yang digelar secara dalam jaringan (daring) oleh Tim Tanggap Darurat Covid19 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas (FISIP Unand), akhir Maret 2020 lalu. FGD secara online itu, mengundang akademisi, tokoh media massa, pelaku usaha dan elemen lainnya.

"Jika hal ini diabaikan, akan dapat membuat masyarakat melakukan tiga tindakan yang saling terkait yaitu tindakan apatis, irrasional dan kriminal," ungkap Koordinator Tim Tanggap Darurat Covid19 FISIP Unand, Aidinil Zetra dalam pernyataan tertulis yang diterima Jumat (3/4/2020).


Dikatakan Aidinil, FGD ini ditanggungjawabi Divisi Analisis Dampak Sosial yang diketuai Dr Yevita Nurti (Ketua Jurusan Antropologi FISP Unand). Divisi ini, bertugas melakukan analisis dan pemetaan berbagai dampak sosial, budaya dan ekonomi dari pandemi Covid19 serta merumuskan langkah-langkah strategis penanggulangannya.

"Diperlukan pamantauan dan pengkajian lebih dini terhadap kemungkinan terjadinya kerentanan sosial yang kini mulai dihadapi masyarakat kita," terang Aidinil.

"Untuk itu, kajian ini terus dilengkapi dengan berbagai data hasil observasi dan wawancara mendalam melalui telepon dengan pihak-pihak yang terpapar langsung virus corona ini," tambah dia.

Pandemi Covid19 di Indonesia, sampai 2 April 2020 sudah tercatat yang positif 1.790 kasus, sembuh 112 kasus dan meninggal 170 kasus. Pandemi Covid19 di Indonesia, memiliki dampak multi sektor mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga aktivitas beribadah masyarakat. Dampak pada sektor-sektor tersebut, kian hari mulai dirasakan masyarakat. Ini tersebab, menyangkut persoalan kesejahteraan sosial masyarakat.

Menurut Aidinil, pandemi Covid19 merupakan bentuk bahaya (hazard) yang memiliki potensi mengancam segala aspek kehidupan masyarakat seperti sosial, budaya, ekonomi, kesehatan dan psikologis.

"Kondisi kerentanan sosial (social vulnerability) jadi realitas nyata yang siap menghadang masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid19 ini. Kerentanan sosial menjadikan posisi ketahanan masyarakat (community resilience) mengalami guncangan (shock) akibat pandemi Covid19," ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya kerentanan sosial masyarakat akibat pandemic Covid19 ini, terang dia, FISIP Unand mendirikan Tim Tanggap Darurat Covid19. Sejak tim ini berdiri pada 23 Maret 2020, empat Divisi yang ada, telah bekerja keras berjuang bersama melawan dampak penyebaran virus ini.

Menurut Aidinil, pembentukan tim ini adalah wujud dari kepedulian warga FISIP Unand dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi dampak sosial, budaya dan ekonomi wabah virus corona ini serta kebijakan yang menyertainya.

Tujuan dari tim ini adalah untuk ikut serta mengantisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid19 dengan berperan aktif dalam melakukan edukasi dan kampanye kepada masyarakat luas tentang bahaya dan cara-cara menghindari penyebarannya.

Selain itu, tim ini juga bertujuan membantu pemerintah daerah dalam menganalisis dan merekomendasikan berbagai kebijakan yang lebih operasional dalam meningkatkan kesiapan dan kemampuan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap Covid19.

Keempat divisi itu yakni Divisi Edukasi dan Kampanye yang dipimpin Dr Emeraldy Chatra (Ketua Jurusan Ilmu Komunkasi), Divisi Analisis dan Rekomendasi Kebijakan yang diketuai Rozidateno (dosen Kebijakan Publik), Divisi Analisis Dampak Sosial yang diketuai Dr Yevita Nurti (Ketua Jurusan Antropologi) dan Divisi Keselamatan Warga FISIP yang diketuai Kandidat Doktor Yunarti (dosen Antropologi). (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar