MITRA VALORA NEWS

Senin, 2020-06-01 17:41 WIB

Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal

<p>Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal<p>

VALORAnews -- Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tuanku Sulaiman mengharapkan semua warga Nahdyin, menyatukan...

Malalo Dilanda Longsor di Ahad Pagi

Anak dan Ibu Tertimbun Galodo Saat Bersama Berupaya Selamatkan Diri

AI Mangindo Kayo | Minggu, 05-04-2020 | 20:03 WIB | 384 klik | Kab. Tanah Datar
<p>Anak dan Ibu Tertimbun Galodo Saat Bersama Berupaya Selamatkan Diri<p>

Tim gabungan tengah mengevakuasi jasad ibu dan anak yang tertimbun galodo yang menimpa Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar, Ahad (5/4/2020) pagi. (jheni rahmad/valoranews)

VALORAnews -- Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar, Ahad (5/4/2020) pagi, dilanda banjir bandang (galodo). Dua orang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Kemudian, 4 unit rumah rusak berat dan 1 unit rusak sedang.

Galodo ini diakibatkan curah hujan cukup tinggi sejak Sabtu (4/4/2020) sore di sebagian besar wilayah Tanahdatar dan sekitarnya. Kedua korban meninggal, Bainar (75) dan anaknya Zulparman (45) alias Ijun ditemukan Ahad siang setelah tim gabungan PU, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Satgas PB Nagari, Relawan dan masyarakat, berjibaku mencari korban dan akhirnya bisa ditemukan dan posisi yang berdekatan.

Sekitar pukul 13.15 WIB, kedua jenazah korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah keluarga korban untuk proses pemakaman. Sebelumnya, upaya pencarian sedikit terkendala, karena banyaknya material yang menimbun dan memenuhi jalan. Berkat bantuan tiga alat berat, proses evakuasi dapat dilebih dipercepat.


Rekan kerja Ijun di PLTA Singkarak, Rozi menceritakan, pagi saat kejadian, Ijun sedang membersihkan saluran air di belakang rumahnya. Melihat kondisi air makin membesar, Ijun menyuruh isterinya, Yeni Puspa, pergi menjauh dari lokasi. Sementara, Ijun pergi menyelamatkan ibunya. Namun, naas material longsoran besar menimpa rumahnya dan menimbun Ijun bersama ibunya.

Wakil Bupati Tanahdatar, Zuldafri Darma saat melayat ke rumah duka tidak jauh dari lokasi bencana, menyampaikan duka cita mendalam.

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Tanahdatar, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga atas musibah yang mengakibatkan 2 orang, ibu dan anak dipanggil oleh Allah SWT. Semua ini ketetapan-Nya yang harus diterima dengan sabar dan ikhlas," ucap Zuldafri didampingi Kalaksa BPBD, Thamrin dan Kadis Sosial, Yuhardi.

Zuldafri mengatakan, pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan kepada masyarakat yang ditimpa musibah longsor ini.

"Bantuan awal kepada korban sudah diserahkan tadi pagi dan selanjutnya diupayakan bantuan berikutnya baik melalui APBD Tanahdatar, provinsi maupun dari pusat. Sementara, Dinas Sosial juga siap membantu logistik beberapa hari kedepan untuk korban dan petugas yang akan melanjutkan pembersihan lokasi bencana" terang Zuldafri.

Kepada petugas, Zuldafri menyampaikan apresiasi dan terima kasih dengan gerak cepat dan tanggap bersama-sama membantu penanganan bencana longsor Guguk Malalo.

Dia juga meminta masyarakat, terus meningkatkan kewaspadaan mengingat lokasi ini daerah rawan bencana. "Mitigasi bencana jadi penting, mengingat daerah ini rawan bencana longsor," ucap Zuldafri.

Anggota DPRD Tanahdatar, Herma Sugiarto juga memberi apresiasi pemerintah daerah dan relawan dengan cepat datang memberi bantuan membersihkan lokasi bencana sekaligus mencari korban.

Dengan kejadian ini, Herman Sugiarto berharap, masyarakat bisa mematuhi dengan tidak membuat bangunan di daerah rawan bencana. "Tentunya pascabencana, bagaimana pemerintah daerah bisa menata daerah ini menjadi aman dari bencana," ujarnya. (jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar