MITRA VALORA NEWS

Senin, 2020-06-01 17:41 WIB

Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal

<p>Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal<p>

VALORAnews -- Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tuanku Sulaiman mengharapkan semua warga Nahdyin, menyatukan...

FISIP Unand Rilis Hasil Kuesioner Penanganan Covid19 di Sumbar, Ini Rekomendasinya

AI Mangindo Kayo | Selasa, 07-04-2020 | 23:25 WIB | 489 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>FISIP Unand Rilis Hasil Kuesioner Penanganan Covid19 di Sumbar, Ini Rekomendasinya<p>

Koordinator Tim Tanggap Darurat Covid19 FISIP Unand, Aidinil Zetra. (istimewa)

VALORAnews - Struktur Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mulai dari pusat hingga provinsi dan kabupaten kota, tidak banyak membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi dan arahan tentang apa, mengapa dan bagaimana dalam bertindak dalam masa darurat pandemi Corona Viruses Disease (Covid19).

Berbagai dampak sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, psikologi yang ditimbulkan pandemic Covid19 ini, juga belum terantisipasi secara baik. Kebijakan untuk meminta masyarakat stay at home dan social distancing, masih belum diikuti strategi untuk mengatasi berbagai dampaknya.

Demikian sekelumit benang merah yang dapat disimpulkan Tim Tanggap Darurat Covid19 FISIP Unand, merujuk jawaban kuisioner masyarakat yang direspon oleh 260 orang lebih melalui berbagai platform sosial media. Responden yang memberikan tanggapan, memiliki latar belakang pendidikan beragam dan tersebar di seluruh kabupaten kota di Sumatera Barat.


"Tim Tanggap Darurat Covid19 FISIP Unand, menyarankan agar di setiap RT dan Jorong, dibentuk Gugus Tugas, karena gugus tugas di tingkat RT dan Jorong inilah yang paling penting dalam memerangi panularan. Di sinilah perang yang sebenarnya terjadi," ungkap Koordinator Tim Tanggap Darurat Covid19 FISIP Unand, Aidinil Zetra dalam pernyataan tertulis yang diterima, Senin (6/4/2020).

Dijelaskan, gugus tugas di tingkatan RT dan Jorong ini bertugas memantau warga yang berstatus PDP, ODP dan Positif Covid19, melaporkan ODP yang tidak memiliki ruang karantina mandiri kepada kelurahan atau nagari, mendata warga berstatus PDP, ODP dan Positif Covid19 serta warga rentan lainnya seperti warga Lansia yang perlu disantuni. Kemudian, memastikan warga di wilayah masing-masing mamatuhi aturan tetap di rumah dan menjaga jarak.

Agar tugas ini berjalan optimal, ungkap dia, perangkat RT dan Jorong mengaktifkan jalur koordinasi tanpa tatap muka atau online dengan warga untuk memantau situasi, mengedukasi warga dengan gejala Covid19 untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, mengedukasi warga agar selalu menggunakan masker.

Lalu, mengidentifikasi, mendata dan melaporkan warga dengan resiko tinggi. Kemudian, mengidentifikasi, mendata dan melaporkan warga dengan gejala Covid19 ke RW, kelurahan atau nagari dengan menggunakan perangkat online, melaporkan ke Puskesmas setempat melalui telepon jika menemukan warga dengan gejala Covid19, mengedukasi tetangga yang pernah kontak dengan warga dengan gejala Covid19 untuk Isolasi Mandiri.

Selanjutnya, menginformasikan langkah tepat pencegahan penularan pada warga sekitar, mengedukasi warga sekitar agar tidak member stigma buruk kepada ODP, PDP dan Positif Covid19, melakukan perlindungan dan pengawasan kepada warga dengan gejala Covid19 atau yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Memantau dan mengedukasi para perantau dari negara atau daerah tranmisi Covid19 yang pulang kampung untuk melakukan isolasi mandiri, melibatkan warga dan perantau dalam urun biaya atau menggalang sumbangan untuk kebutuhan penanganan wabah Covid19, melaporkan kepada RW, kelurahan atau nagari, jika ada warga yang tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri agar dipindahkan ke lokasi isolasi bersama yang sudah ditentukan oleh kelurahan atau nagari.

"Tim Tanggap Darurat FISIP, mendesak pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota serta pemerintah nagari/desa/kelurahan, untuk memastikan realokasikan anggaran yang sudah dilakukan, benar-benar tepat sasaran dan dapat menjamin pemenuhan kebutuhan dasar penduduk sebagai konsekuensi diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial berskala luas, dengan segala dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan," tegas Aidini.

Khusus untuk kabupaten/kota yang memiliki anggaran Dana Desa/Nagari, urai dia, perlu segera mendorong pemerintah desa/nagari, untuk menggunakan dana desa secara transparan dan tepat sasaran bagi penanggulangan dampak Covid19 ini.

Pemerintah daerah, juga disarankan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat untuk mendukung tanggap darurat Covid19 dengan tidak mengabaikan pelayanan kesehatan dasar lainnya.

"Ini sangat penting, mengingat belakangan santer beredar informasi tentang terbatasnya ketersediaan jumlah ruang isolasi serta APD (alat perlindungan diri) bagi tenaga medis dan paramedis di RS Rujukan Penanganan Covid19. Sementara itu di tingkat masyarakat juga terjadi kesulitan mendapatkan masker," terangnya.

"Tim juga menyarankan, Pemerintah Daerah mendorong UMKM lokal untuk memproduksi masker berkualitas dengan harga yang murah lalu didistribusikan secara gratis dan meluas pada masyarakat. Selanjutnya masyarakat diwajibkan untuk menggunakan masker," tambah dia.

Berjejaring

Tim juga merekomendasikan pemerintah daerah, mengefektifkan jaringan pemerintah paling rendah seperti RT/RW di kota dan jorong di kabupaten. Elemen ini, seharusnya tidak hanya sebagai posko dan pusat penerimaan laporan.

"Mereka harus mampu bersama-sama tokoh-tokoh masyarakat seperti Ninik Mamak, Alim Ulama, Cerdik Pandai, Bundo Kanduang dan Pemuda serta organisasi kemasyarakat yang ada seperti Majelis Taklim, Karang Taruna dan lainnya mencarikan solusi terhadap berbagai masalah dan dampak sosial, ekonomi budaya, pendidikan dan psikologis yang timbulkan Covid19," ungkap Aidini.

Selain itu, terang dia, juga mampu memberikan literasi pada masyarakat di sekitar. "Perlu disadari, perang melawan Covid19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan semua elemen kehidupan masyarakat wajib terlibat sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing," tukas dia. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar