MITRA VALORA NEWS

ULP Bukittinggi Tuntaskan Lelang 22 Paket Pekerjaan

AI Mangindo Kayo | Selasa, 07-04-2020 | 19:40 WIB | 234 klik | Kota Bukittinggi
<p>ULP Bukittinggi Tuntaskan Lelang 22 Paket Pekerjaan<p>

Kabag Pembangunan Setdako Bukittinggi, Surya Agusta. (istimewa)

VALORAnews - Kabag Pembangunan Setdako Bukittinggi, Surya Agusta mengonfirmasi, tidak ada kebijakan pimpinan untuk menunda atau pembatalan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Kota Bukittingi pada tahun anggaran 2020 ini.

"Kita dari ULP, selalu siap memproses lelang jika dokumen dari SKPD masuk. Jika dilakukan verifikasi pada perusahaan, mereka yang datang kan memiliki surat keterangan kesehatan. Jadi, tidak ada masalah dalam pelaksanaan lelang," kata Surya Agusta tentang tahapan pelaksanaan tender pengadaan yang dikelolanya pada masa pandemi Covid19, Selasa (7/4/2020) di Bukittinggi.

Diketahui, pandemi virus corona (Covid19) telah ditetapkan pemerintah sebagai bencana kategori non alam. Keputusan pemerintah ini, ternyata tidak mempengaruhi dalam proses lelang pengadaan barang dan jasa di Setdako Bukittinggi.


"Wabah virus corona tidak ada pengaruh dalam proses lelang. Saat ini, sudah ada 22 paket termasuk di dalamnya lelang pengadaan, yang telah selesai proses tendarnya," ungkap Surya Agusta.

Pengalaman selama ini, terangnya, terjadi banyak lelang proyek yang menumpuk di pertengahan tahun. Sehingga, petugas ULP terpaksa bekerja sampai larut malam.

Untuk mencegah hal tersebut, Surya Agusta mengatakan, telah mengimbau SKPD, agar mempercepat memasukan dokumen ke ULP, supaya proses tendar dalam dilakukan segera di awal tahun.

"Kita, sepanjang dokumen masuk ke ULP, akan kita proses langsung. Meminta agar SKPD memasukan dokumen ke ULP sudah banyak yang kita sampaikan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bukittinggi, Rahmat AE menyebut, wabah Covid19 telah mempengaruhi paket proyek di kota itu.

"Kita dari PUPR, sedang menyisir proyek mana harus di-pending," sebutnya.

Ia menyampaikan, proyek yang di-pending pelaksanaanya, akan dikaji urgensi proyek dan kebutuhan anggaran, sebab penanganan Covid19 lebih utama serta membutuhkan dana. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar