MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2020-07-05 15:53 WIB

Silek Pantas jadi Ekstrakulikuler Sekolah, Taslim: Seni dan Budaya jadi Penarik Wisatawan

<p>Silek Pantas jadi Ekstrakulikuler Sekolah, Taslim: Seni dan Budaya jadi Penarik Wisatawan<p>

VALORAnews - Setiap burung, memiliki dua sayap agar bisa terbang membelah angkasa. Begitu juga dengan lelaki Minang. Dia selalu dibekali dua ilmu...

Solsel Siap untuk Anggarkan Bantuan bagi Warga Terdampak Covid19

AI Mangindo Kayo | Jumat, 27-03-2020 | 18:02 WIB | 95 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Solsel Siap untuk Anggarkan Bantuan bagi Warga Terdampak Covid19<p>

Plt Bupati Solsel, Abdul Rahman bersama unsur Forkopimda dan OPD terkait, mendengarkan paparan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dalam teleconference bersama bupati/wali kota se-Sumbar tentang penanganan Covid19, di ruangan kerjanya, Jumat (27/3/2020). (humas)

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyatakan kesiapannya untuk mengalokasikan anggarannya untuk bantuan sosial pada masyarakat terdampak wabah Coronavirus Disease (Covid19).

"Solok Selatan siap untuk mengalokasikan anggaran, guna membantu jaring-jaring sosial yang ada, akibat mewabahnya Covid19 ini," tegas Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman dalam teleconference dengan gubernur dan Forkopimda Sumbar serta bupati/wali kota se-Sumbar di ruangan kerjanya, Jumat (27/3/2020).

Menurut Rahman, anggaran yang akan digunakan itu nanti, diambil dari pergeseran-pergeseran anggaran yang dimungkinkan untuk itu.


"Termasuk pengurangan-pengurangan perjalanan dinas atau kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya belum terlalu mendesak dan bisa dilakukan dilain waktu," ujarnya.

Selain alokasi untuk bantuan sosial, Rahman menyampaikan, anggaran yang nantinya disiapkan juga diperuntukkan untuk keperluan-keperluan yang terkait dengan percepatan penanganan wabah corona tersebut.

Terkait besaran anggaran yang disediakan untuk bantuan sosial dan penanganan wabah corona itu, Rahman menyampaikan, sesegera mungkin akan disusun bersama Tim Anggaran Pemda dan OPD terkait.

Ia menambahkan, pihaknya juga segera menjajaki rencana bantuan sembako yang disiapkan oleh perusahaan-perusahaan di Solok Selatan melalui forum CSR perusahaan.

"Dalam rencananya, perusahaan-perusahaan yang ada berjanji menyiapkan sembako menjelang Ramadhan. Itu juga akan kita mintakan, untuk digeser dan disalurkan kepada warga yang terdampak nantinya," ujarnya.

Terkait warga yang terdampak, menurutnya, tentu akan dirapatkan segera untuk menentukan kriteria-kriterianya yang layak.

Hadir dalam teleconference tersebut Ketua DPRD Solsel, Zigo Rolanda, M Bardan (Kajari), AKBP Imam Yulisdianto (Kapolres), Kapten Afrizal (Danramil Sangir), Fidel Efendi (Asisten Pemerintahan & Kesra), Novirman (Kadis Kesehatan), Richi Amran (Kalaksa BPBD), Syamsurizal (Kadis Kominfo) serta Zuardi (Kabag Kesra).

1. Perketat pengawasan terutama daerah daerah perbatasan. TNI dan Polri siap untuk back up itu semua

2. RSUD untuk disiapkan dan diberdayakan untuk ruang isolasi di masing-masing daerah.

3. Laboratorium Unand sudah bisa melakukan pengecekan virus ini dalam waktu 4 jam. Dan ini sangat membantu kerja tim medis kita untuk mendapatkan status pasien. Sebelumnya butuh waktu 4 hari lebih dalam setiap tesnya

4. Alat Pelindung Diri (APD) merupakan masalah nasional. Berdayakan penjahit penjahit UKM kita ini. Nanti misalnya dihargai 100 rb/APD. Dibiayai oleh APBD masing-masing

Saat ini APD sudah tersedia 2000 buah yang diberikan pemerintah pusat. Ditambah 1800 yang dibeli APBD Propinsi, serta 4000 buah lagi yang akan diberikan pihak swasta. Segera kita kirim ke daerah

5. Untuk penyediaan Thermogun, pengukur suhu tubuh, saat ini dalam perjalanan sebanyak 200 unit dari Korea

6. Diperbolehkan untuk melakukan perubahan-perubahan anggaran. Pangkas yang bisa dipangkas. Alihkan ke anggaran untuk penanganan covid ini. Termasuk pangkas perjalananan dinas

7. Dampak wabah virus ini, ekonomi jadi stagnan. Untuk itu, perlu didata segera, dan alokasi APBD yang digeser tadi sebagian bisa digunakan untuk membantu masyarakat kita yang terdampak. Data masyarakat "miskin lama" dan "miskin baru" akibat dampak wabah ini. Perlu ditangani khusus oleh Satgas

8. Masyarakat dengan status Orang Dalam Pengawasan (OPD), pastikan mereka karantina mandiri di rumah. Pastikan tim kita bekerja untuk mengawasi itu semua

9. Rumah Sakit di daerah diminta untuk menyiapkan lokasi bagi masyarakat kita dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), agar dapat membantu daya tampung RS. M.Djamil dan Akhmad Mukhtar yang terbatas. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar