MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2020-07-05 15:53 WIB

Silek Pantas jadi Ekstrakulikuler Sekolah, Taslim: Seni dan Budaya jadi Penarik Wisatawan

<p>Silek Pantas jadi Ekstrakulikuler Sekolah, Taslim: Seni dan Budaya jadi Penarik Wisatawan<p>

VALORAnews - Setiap burung, memiliki dua sayap agar bisa terbang membelah angkasa. Begitu juga dengan lelaki Minang. Dia selalu dibekali dua ilmu...

Wamen PUPR Bertolak ke Solsel Tinjau Banjir

AI Mangindo Kayo | Kamis, 02-01-2020 | 14:40 WIB | 70 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Wamen PUPR Bertolak ke Solsel Tinjau Banjir<p>

Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria bersama Wamen PUPR, Jhon Wempi Wetipo. (humas)

VALORAnews --Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jhon Wempi Wetipo dijadwalkan akan berkunjung ke Solok Selatan, Kamis (2/1/2020). Kedatangan orang nomor 2 di Kementrian PUPR meninjau dampak bemcana banjir yang melanda Kabupaten Solok Selatan pada akhir tahun lalu.

"Kami sudah di dalam pesawat, siap-siap takeoff bersama Wakil Menteri PUPR. Dari BIM langsung ke Solok Selatan," ujar Bupati Solsel, Muzni Zakaria melalui sambungan telepon yang ikut bersama rombongan Wamen dari Jakarta.

Bupati berharap agar kunjungan lapangan Wamen ini, nantinya dapat mempercepat proses proposal permohonan bantuan pasca bencana yang telah kita ajukan beberapa waktu lalu, baik relokasi, perbaikan infrastruktur, dan bantuan lainnya.


"Mudah-mudahan proposal bantuan kita dapat ditindaklanjuti nantinya," harap Muzni.

Kunjungan Wamen PUPR ini, merupakan lanjutan dari pertemuan Bupati Solok Selatan bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Kementrian PUPR beberapa waktu lalu. Terkait ekspose kebencanaan yang terjadi di Solok Selatan dan beberapa daerah lainnya.

Dalam laporan terakhir, akibat bencana banjir bandang di Solok Selatan, baik di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Sungai Pagu, Sangir, dan juga Sangir Batang Hari, total kerugian mencapai Rp61,7 Miliar.

Terdiri dari Kerugian akibat kerusakan 22 saluran irigasi, kerusakan pada 23 sungai, kerusakan 16 jalan dan 8 unit jembatan, kerusakan rumah masyarakat. Dengan rincian, rusak berat 47 unit, rusak sedang 9, rusak ringan 44, dan terendam 1931 rumah. Kerusakan pada lahan pertanian, sebesar 89 Ha sawah, 4 Ha lahan jagung dan 1,75 Ha cabai serta kerusakan lainnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar