MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2020-07-12 10:09 WIB

Zainal Tuanku Mudo Terpilih Aklamasi jadi Ketua Tanfidziyah

<p>Zainal Tuanku Mudo Terpilih Aklamasi jadi Ketua Tanfidziyah<p>

VALORAnews - Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Padangpariaman, berhasil memilih Rais Syuriah yang dipercayakan pada Masrican Tuanku Marajo...

Wamen PUPR Apresiasi Wali Nagari Pakan Rabaa Timur, John: Cepat Bergerak Tangani Dampak Banjir

AI Mangindo Kayo | Jumat, 03-01-2020 | 14:45 WIB | 77 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Wamen PUPR Apresiasi Wali Nagari Pakan Rabaa Timur, John: Cepat Bergerak Tangani Dampak Banjir<p>

Wali Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Nasril (baju biru) memberikan penjelasannya di hadapan Wamen PUPR, Bupati Solsel dan rombongan lainnya. (humas)

VALORAnews - Dalam kunjungannya ke Kabupaten Solok Selatan, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jhon Wempi Wetipo memberikan apresiasi khususnya kepada salah seorang Wali Nagari yang daerahnya terkena dampak bencana banjir bandang.

Hal ini ia sampaikan, setelah mendapatkan laporan langsung terkait penanganan bencana dan kesiapan yang telah dilakukan oleh nagari tersebut. Apresiasi tersebut diberikan pada Wali Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Nasril, Jumat (3/1/2020).

"Saya rasa kepala desa (Wali Nagari, Nasril-red) itu terlalu cepat bergeraknya. Ini luar biasa. Saya sangat mengapresiasinya. Ada 5 Ha lahan yang telah disiapkan dan selesai dibayarkan pembebasannya untuk rencana lahan relokasi nanti," ujar Wamen mengapresiasi.


Kepada Wamen dan juga Bupati Solsel, Muzni Zakaria. Nasril melaporkan bahwa pihaknya telah membeli lahan relokasi seluas 5 Hektar sebesar Rp. 300 Juta. Dana itu bersumber dari keuntungan usaha yang didapat oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dari hasil unit Internet Nagari serta kas nagari.

"Sebanyak Rp150 juta diambil dari keuntungan usaha Internet Nagari dan Rp150 juta diambil dari kas Nagari," ujarnya.

Tanah seluas 5 Ha tersebut rencananya akan digunakan untuk merelokasi 75 Kepala Keluarga (KK).

"Sebanyak 25 KK rumahnya rusak berat sehingga tidak bisa digunakan kembali, sedangkan yang 50 KK lagi rumahnya berlokasi di daerah yang sangat rawan terdampak banjir bandang, sehingga kami sepakat untuk memindahkannya," ujar Nasril.

Sedangkan untuk rencana masjid di lahan relokasi nanti, menurutnya juga sudah ada donatur yang akan membiayai pembangunannya. Pihak kenagarian, katanya, juga sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan sawah masyarakat yang terkenda dampak banjir. Sedangkan untuk batas-batas sawah nantinya dilakukan oleh pihak ninik mamak.

"Anggaran perbaikan sawah sudah kita siapkan. Untuk penentuan batas-batas sawah kita sudah sepakati nantinya dilakukan oleh ninik mamak, dan bukan pihak kenagarian," tukasnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar