MITRA VALORA NEWS

Senin, 2020-07-13 15:33 WIB

Negara dalam Kondisi Karut Marut, Ini Respon Anggota DPD RI Alirman Sori

<p>Negara dalam Kondisi Karut Marut, Ini Respon Anggota DPD RI Alirman Sori<p>

VALORAnews - Anggota DPD RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Sumbar, Alirman Sori mengatakan, tak bisa membatasi masyarakat untuk memberikan...

Solsel Gelar Apel Siaga Pasukan Penanggulangan Bencana

AI Mangindo Kayo | Rabu, 29-01-2020 | 16:34 WIB | 122 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Solsel Gelar Apel Siaga Pasukan Penanggulangan Bencana<p>

Kapolres bersama Forkopimda melakukan pengecekan pasukan sebelum dilakukan apel gelar pasukan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muara Labuh, Rabu (29/1/2020). (humas)

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) menggelar apel siaga penanggulangan bencana dalam rangka menghadapi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muara Labuh, Rabu (29/1/2020).

Bertindak sebagai inspektur apel Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto dan diikuti personel TNI, Polri, BPBD, Pol PP, Dishub, Tenaga Kesehatan, Pemadam Kebakaran, PDAM, Kalangan Dunia Usaha/Perusahaan, PLN, serta relawan bencana.

Kapolres Imam dalam amanatnya membacakan pidato Bupati Solsel menyebutkan, latihan kesiapsiagaan mandiri dalam meningkatkan penyadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi potensi bencana perlu dilakukan.


Hal itu, katanya, berdasarkan hasil survey di Jepang pada kejadian gempa tahun 1995, menunjukkan bahwa prosentase korban selamat dalam durasi "golden time" justru dari kesiapsiagaan diri mandiri (35%), jelas bahwa penguasaan dan pengetahuan yang dimiliki oleh diri sendiri untuk menyelamatkan dirinya dari potensi bencana sangat penting.

"Di sinilah pentingnya kita lakukan latihan kesiapsiagaan," ungkapnya.

Selain itu katanya, Kepala BNPB menegaskan bahwa gambaran tren bencana kedepan juga akan cenderung meningkat karena pengaruh beberapa faktor, seperti meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, degradasi lingkungan, kemiskinan dan pengaruh iklim global.

"Kita di Solok Selatan sudah merasakan dampaknya sejak akhir November lalu," imbuhnya.

Ia menambahkan, disisi lain yang tidak kalah pentingnya, bagaimana warga masyarakat mengenal ancaman dan risiko di sekitar tempat tinggalnya.

Sekretaris Daerah Solsel, H Yulian Efi didampingi Kalaksa Richi Amran menambahkan, latihan kesiapsiagaan bencana ini bertujuan untuk mempersiapkan personil apabila suatu saat terjadi bencana, mengingat sering terjadi bencana alam di Solok Selatan.

"Artinya pada hari ini kita sudah menyiapkan regulasi dan personil untuk penanganan bencana," ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan bibit tanaman seperti manggis, macademia, mahoni, kayu manis, petani, dan aren, dari PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) kepada Kelompok Siaga Bencana sebanyak 7.500 batang.

Sekda menyebutkan, bantuan tanaman tersebut akan ditanam pada hutan tropis yang sudah rusak karena terjadi bencana, terutama pada hulu sungai agar dapat meminimalisir terjadinya bencana tanah longsor atau banjir. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar