MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2020-07-12 10:09 WIB

Zainal Tuanku Mudo Terpilih Aklamasi jadi Ketua Tanfidziyah

<p>Zainal Tuanku Mudo Terpilih Aklamasi jadi Ketua Tanfidziyah<p>

VALORAnews - Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Padangpariaman, berhasil memilih Rais Syuriah yang dipercayakan pada Masrican Tuanku Marajo...

Diskusi Virtual Jemari Sakato

Covid19 Harus Direspon dengan Regulasi yang Tepat dan Efektif sampai Level Tapak

AI Mangindo Kayo | Kamis, 14-05-2020 | 23:59 WIB | 193 klik | Kab. Agam
<p>Covid19 Harus Direspon dengan Regulasi yang Tepat dan Efektif sampai Level Tapak<p>

Peserta vidcom dengan tema "Strategi Kesehatan Mental Masyarakat Pada Musim Pandemi Covid19" yang diselenggarakan Jemari Sakato, Kamis (14/5/2020) yang diikuti Pemkab Agam serta nagari dan kecamatan. (istimewa)

VALORAnews - Direktur Eksekutif Jemari Sakato, Robi Syafwar menyebut, pemangku kepentingan perlu melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, untuk memastikan kesiapan masyarakat dalam menghadapi Coronavirus Disease 2019 (Covid19).

Peningkatan jumlah pasien positif Covid19 di Sumbar, merupakan momentum tepat bagi semua pihak untuk melakukan evaluasi menyeluruh mulai dari kesadaran, regulasi, sampai dengan pendampingan pada masyarakat.

"Pandemi yang akan berlangsung cukup lama ini, dapat mengakibatkan masyarakat jenuh sehingga berpengaruh ke mental masyarakat dan juga akan berakibat pada pelonggaran berbagai protokol untuk penyelamatan Covid19 oleh masyarakat itu sendiri," ujar Robi Syafwar, dalam diskusi virtual "Strategi Kesehatan Mental Masyarakat Pada Musim Pandemi Covid19" yang diselenggarakan Jemari Sakato, Kamis (14/5/2020).


Robi menegaskan, sudah saatnya pemerintah membuat regulasi untuk menghadapi Covid19 dengan lebih komprehensif, bukan sekadar imbauan semata. Menurut Robi, hal ini bertujuan untuk mempermudah banyak pihak dalam berkolaborasi, terkait penanganan Covid19 khususnya di Sumbar, mulai dari pusat sampai ke level tapak.

Terkait Covid19, Jemari Sakato juga melakukan Kajian Adaptasi dan Kesiapsiagaan Nagari Menghadapi Covid19 di Nagari Tiku Selatan, Kabupaten Agam. Dari hasil kajian tersebut, sementara ditemukan bahwa mayoritas masyarakat telah memiliki kesadaran serta pemahaman tentang Covid19, bahkan paham dengan imbauan pemerintah terkait pencegahan Covid19.

Namun, di tengah kesadaran tersebut, masyarakat juga masih merasa bahwa ada kekurangan dari penanganan Covid19 di lapangan.

Kajian yang dipaparkan aktivis Senior Jemari Sakato, Syafrimet Azis mengungkap, lebih dari 95% responden tahu tentang program PSBB yang sedang diberlakukan. Namun, lebih dari 50% masyarakat menyatakan, PSBB saja tidak cukup untuk mengurangi penyebaran Covid19.

"Lebih dari 80% menyatakan setuju dengan larangan-larangan selama PSBB, namun, sebanyak 75% menyatakan bahwa kebutuhan pelindung diri khususnya masker di nagari tidak terpenuhi," ungkap Syafrimet.

Masyarakat secara garis besar, terangnya, sudah sadar tentang Covid19 dan bahaya yang menghantui. "Setelah kita melalui pandemi dengan waktu yang lama ini, masyarakat mulai jenuh dan tidak lagi menanggapi serius permasalahan ini," ujar Syafrimet.

Kegiatan diskusi online ini sendiri digagas mengingat kecederungan kebijakan yang secara tidak disadari juga semakin membingungkan masyarakat. Kebingungan dan durasi pandemi yang tidak bisa diprediksi dikhawatirkan akan menimbulkan kejenuhan dan akhirnya bisa menyebabkan "kurang awas."

Hal ini dituturkan Ketua Himpunan Psikolog Indonesia wilayah Sumbar, Zera Mendoza, yang bertindak sebagai narasumber dalam diskusi daring itu. Menurutnya, hal ini akan jadi persoalan baru yang bisa memicu pertambahan kasus positif di Sumatera Barat.

"Pemangku kepentingan, harus terus memberikan motivasi, baik dukungan secara moril dan materil, bahkan jika perlu para atasan di level birokrasi pelayan masyarakat, harus selalu memberikan apresiasi agar petugasnya tetap semangat menjalankan tugas, serta tetap tegas dengan aturan dan protokol yang berlaku," tambah Zera yang kesehariannya bertugas di Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi.

Syafrimet selaku penanggungjawab kegiatan respon Covid19 Jemari di Kabupaten Agam menyatakan, akan merespon kebutuhan Tenaga Kesehatan Kabupaten Agam yang juga membutuhkan penyegaran secara psikologis.

"Selagi sesuai dengan kompetensi dan kemampuan lembaga dan bermanfaat bagi upaya pemutusan rantai penyebaran Covid19, kita akan upayakan," ujar Syafrimet. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar