MITRA VALORA NEWS

Webinar IKA FKM Unand

Masyarakat Diliputi Perasaan Terancam Akibat Pesan Positif Covid19 Minim di Ruang Publik

AI Mangindo Kayo | Rabu, 20-05-2020 | 12:38 WIB | 303 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Masyarakat Diliputi Perasaan Terancam Akibat Pesan Positif Covid19 Minim di Ruang Publik<p>

Ilustrasi.

VALORAnews - Pesan positif dan ilmiah seputar Coronavirus Disease 219 (Covid19) masih belum mendominasi ruang publik di masa pandemi Virus Corona. Akibatnya, perasaan terancam terus menyelimuti alam pikir masyarakat. Hal ini diperparah, terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang penyebab, gejala dan penularan Covid19.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinkes Sumbar, Desra Elena pada webinar dengan topik "Peran Gizi dan Promosi dalam Pencegahan Penularan Covid19' yang digelar Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (DPP IKA FKM) Unand bersama Departemen Gizi FKM Unand dan Dinkes Sumbar, Rabu (20/5/2020).

"Karena media sosial digandrungi masyarakat dalam memperoleh informasi, maka proses peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap Covid19 ini, seyogyanya harus memanfaatkan saluran komunikasi ini. Dialog di komunitas seperti whatsapp grup harus terus dibudayakan," ungkap Desra Elena dalam diskusi yang dipandu Ketua DPP IKA FKM Unand, Dr Helmizar itu.


Hal lain yang mesti dilakukan, terangnya, mempromosikan perubahan perilaku (sesuai target sasaran-red), menciptakan permintaan akan informasi, advokasi berkelanjutan pada pengambil keputusan dan kemitraan lintas sektoral serta meningkatkan keterampilan dengan cara memanfaatkan media yang ada untuk menambah pengetahuan masyarakat terhadap Covid19.

Diskusi ini menghadirkan Prof Nur Indrawati Lipoeto (Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Unand) yang menyampaikan materi tentang 'Peran Gizi dan Pencegahan Covid19' dan Dr Azrimaidaliza (Departemen Gisi FKM Unand) yang memaparkan makalah tentang 'Peran Akademisi dalam Promosi untuk Pencegahan Covid19'.

Sedangkan Desra Elena memaparkan materi tentang 'Implementasi Promosi untuk Pencegahan Covid19 di Sarana Kesehatan.' Webinar yang hanya bisa diikuti 100 orang peserta melalui aplikasi zoom cloud meeting itu, dibuka Ketua Harian DPP IKA Unand, Surya Tri Harto. Karena peminatnya cukup banyak, panitia akhirnya menyiarkan secara langsung diskusi tersebut melalui akun facebook IKA FKM Unand.

Diakui Desra Elena, sebaran rumor dan hoaks seputar Covid19 masih terus memborbadir ruang publik. Hal ini, kemudian mempengaruhi kepercayaan, sikap dan kepedulian masyarakat terhadap penyebab, gejala dan transmisi Covid19.

"Perilaku umum ini harus ditangani segera. Salah satu cara efektif, dengan memanfaatkan aspek sosial dan budaya karena kedua faktor ini secara dominan mempengaruhi perilaku masyarakat," tukasnya.

Secara nasional, ungkap Desra Elena, narasi pesan yang disampaikan Kominfo dan BNPB yakni tanda pagar (tagar) #dirumahsaja, dilarang berkerumun, dilarang berdekatan, isolasi mandiri, tidak mudik, tidak piknik dan CTPS (cuci tangan pakai sabun).

"Pesan kuncinya yakni jaga jarak, etika batuk/bersin dan CTPS. Ini harus terus disosialisasikan ke masyarakat secara sosial dan budaya melalui tokoh adat dan agama," ungkapnya.

"Karena media sosial juga sangat digandrungi masyarakat dalam memperoleh informasi, maka pesan melalui video pendek dengan konten menarik bisa jadi pilihan. Durasinya tak perlu lama, paling 1 menit cukup sehingga lebih mudah untuk disebar (share) melalui berbagai platform media sosial," tambah dia.

Dikatakan Desra Elena, tiga target utama pemerintah dari strategi komunikasi Covid19 ini adalah persebaran informasi yang cepat dan akurat, mendorong perubahan perilaku individu serta responsif terhadap perubahan informasi Covid19. Saluran komunikasi yang bisa dipakai melalui televisi/radio, media sosial, digital aplication, distance learning, Faskes dan kader Posyandu serta komunitas.

"Peran serta masyarakat seperti Ormas, dunia usaha, perguruan tinggi dan Saka Bakti Husada sangat dibutuhkan untuk menyukseskan pencapaian target tersebut," tukasnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar