MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2020-06-30 16:21 WIB

Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah

<p>Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi membagikan 200 keranjang belanja atau tas guna ulang, ke pengunjung Pasar Alai, Selasa (30/6/2020). Saat...

Ibu Muda beserta Dua Balitanya Ditemukan Terlantar di Limapuluh Kota

AI Mangindo Kayo | Selasa, 26-05-2020 | 09:15 WIB | 71 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Ibu Muda beserta Dua Balitanya Ditemukan Terlantar di Limapuluh Kota<p>

Wabup Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menemui seorang perempuan beserta dua orang anaknya di Mapolsek Akabiluru, Selasa (25/5/2020) malam. (mardikola/valoranews)

VALORAnews - Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan memboyong seorang mualaf beserta dua orang anaknya yang masih balita, ke rumah dinasnya, Selasa (25/5/2020) malam. Pada Selasa malam itu, ketiganya tengah tidur-tiduran di mushalla Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kawasan Piladang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Pengakuan perempuan berusia 21 tahun asal Kabupaten Sidempuan itu, mereka telah dua hari berada di daerah Akabiluru ini bersama dua anaknya yang berusia 3 tahun dan 1,5 tahun.

"Sebagai aksi kemanusiaan, kita selamatkan dulu. Ketiganya diamankan personel Polsek Akabiluru," kata Ferizal Ridwan saat dihubungi, Selasa malam.


"Setelah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota, tidak dapat perhatian, makanya disampaikan ke kami. Kita coba membantu dan menolongnya," tambah Ferizal.

Setelah sampai di rumah dinas, Ferizal menggali informasi bagaimana ketiganya bisa sampai di Kabupaten Limapuluh Kota.

Ferizal lalu menceritakan kronologis warga yang beralamatkan di Desa Sayur Matinggi, Kabupaten Sidempuan, sehingganya bisa sampai di Sumatera Barat.

Awalnya, Novita Sari Warubu berangkat dari Sidempuan bersama suami, mertua laki laki, dengan 2 org anaknya dengan tujuan Sungai Kunyit Kabupaten Solok untuk dijanjikan pekerjaan oleh teman mertuanya.

Setelah satu minggu di Sungai Kunyit, tidak juga mendapatkan kepastian pekerjaan. Karena tak kunjung ada kejelasan, ibu rumah tangga tersebut bertengkar dengan suaminya dan ditinggalkan begitu saja di Solok.

Di Solok yang bersangkutan diantar oleh personil Polres Solok ke terminal Bukittinggi, namun ia tidak mau balik ke Sidempuan. Kemudian, ia menumpang bus arah Payakumbuh dan diturunkan di SPBU milik PT Kota Baru Cahaya Utama Akabiluru pada sore hari. Kemudian menumpang istirahat di SPBU tersebut.

Ferizal menjelaskan, pihaknya akan menyelamatkan ketiganya selama satu minggu ke depan, sambil mencari informasi dan kejelasan status ketiganya.

"Setelah adanya kejelasan, baru kita ambil langkah-langkah berikutnya. Diselamatkan di sini atau dipulangkan ke kampung halamannya," katanya.

Ia menambahkan, saat ini dirinya sedang berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah asalnya, yakni Kabupaten Sidempuan. Sehingganya, pemerintah setempat dapat mencari kebenaran informasi ketiganya. (mdi)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar