MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2020-06-30 16:21 WIB

Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah

<p>Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi membagikan 200 keranjang belanja atau tas guna ulang, ke pengunjung Pasar Alai, Selasa (30/6/2020). Saat...

Shalat Berjamaah Dibolehkan Mulai Juni

PSBB Berakhir, Ramlan: Warga Tak Ber-KTP Bukittinggi Dilarang Berkunjung

AI Mangindo Kayo | Rabu, 27-05-2020 | 21:11 WIB | 387 klik | Kota Bukittinggi
<p>PSBB Berakhir, Ramlan: Warga Tak Ber-KTP Bukittinggi Dilarang Berkunjung<p>

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah menggelar jumpa pers terkait akan berakhirnya PSBB, di balai kota, Rabu (27/5/2020). (hamriadi/valoranews)

VALORAnews -- Mulai 1 Juni 2020, Bukittinggi tidak lagi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun pencegahan Covid19 masuk ke kota wisata tersebut tetap diwaspadai dengan melarang warga tidak ber KTP Bukittinggi berkunjung.

Dalam jumpa pers, Rabu (27/5/2020) sore, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mengatakan, warga misalnya dari Padang ke Bukittinggi tidak ber KTP Bukittinggi maka disuruh lagi balik ke Padang.

Kasus pasien positif Covid19 yang mulai melandai dan tidak adanya klaster dan kasus-kasus baru, membuat Pemko Bukittinggi segera mencabut pemberlakuan PSBB.


Kebijakan Wali Kota Bukittinggi ini juga menyusul kebijakan pemerintah pusat yang akan menurunkan tim pendisiplinan dari TNI-Polri untuk 4 provinsi di Indonesia, salah satunya Sumatera Barat.

Ramlan menyebutkan, selama masa PSBB, tim gugus tugas secara intensif memutus rantai kasus positif melalui upaya pelacakan sebaran atau tracing yang gencar.

Saat ini kondisi Covid19 di Bukittinggi dinilai sudah mulai melandai dengan tidak adanya kasus-kasus baru. Sehingga, dianggap sudah bisa mengatasi secara penanggulangan epidemologi.

Seluruh Forkopimda daerah Bukittinggi telah sepakat bahwa Bukittinggi akan keluar dari PSBB Sumatera Barat.

"Kita sedang persiapan dan mulai Juni akan diberlakukan termasuk shalat Jumat berjamaah di masjid akan kita izinkan, tapi kita undang dulu seluruh pengurus masjid untuk menyampaikan apa yang harus dipersiapkan," ucapnya.

Objek wisata kembali dibuka, seperti Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK). Pengunjung yang datang disuruh cuci tangan dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Sektor pariwisata di kota tersebut kembali berjalan. Hotel kembali beroperasi dengan menerapkan mereka yang datang dari Jakarta menginap di Bukittinggi dibolehkan tentu adanya surat kesehatan dari dokter.

Sejak wabah Covid19 melanda, khusus di Bukittinggi yang 2.5 bulan telah berjalan sudah mempengaruhi ekonomi masyarakat kota. Tukang bendi tidak bekerja karena orang dibawa tidak ada lantaran wisatawan tidak ada berkunjung.

Pedagang di pasar, pengusaha konveksi tidak jalan dan merugi setelah kain dibeli dan diolah tetapi tidak ada yang membeli. Pemko sangat memahami kondisi tersebut dan akan menggelar pertemuan dengan para pedagang untuk membicarakannya.

Memang banyak alasan yang mendasari Bukittinggi ingin lepas dari PSBB. Salah satunya persoalan ekonomi, apalagi kehidupan masyarakat Bukittinggi bergantung pada dua sektor, pariwisata dan perdagangan. Jika dua sektor ini tidak berjalan, perekonomian masyarakat akan mati.

Untuk itu, pemko berupaya untuk kembali memulihkan perekonomian dengan membuka kembali objek wisata dan perhotelan, namun tetap mengacu pada standar penangan covid 19 yaitu, selalu memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar