MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2020-07-01 20:31 WIB

Warga Situmbuak Terima Bantuan Covid Tahap III dari Provinsi

<p>Warga Situmbuak Terima Bantuan Covid Tahap III dari Provinsi<p>

VALORAnews - Wakil Bupati Tanahdatar, Zuldafri Darma menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST) APBD Provinsi tahap III, di halaman...

Ini Penjelasan Riza Falepi Soal Belum Cairnya Bantuan Covid19

AI Mangindo Kayo | Kamis, 28-05-2020 | 22:45 WIB | 73 klik | Kota Payakumbuh
<p>Ini Penjelasan Riza Falepi Soal Belum Cairnya Bantuan Covid19<p>

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi. (mardikola/valoranews)

VALORAnews - Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi memastikan, meskipun bantuan bagi masyarakat terdampak Covid19 dari APBD Kota Payakumbuh belum terealisasi, dirinya sebagai kepala daerah, komit untuk tetap memberikan bantuan selama 3 bulan itu sesuai anggaran. Dananya sudah dianggarkan. Sudah jadi komitmen untuk dibagikan.

"Besarannya belum kita tentukan sesuai ketersediaan anggaran Covid19 yang ada. Kita belum mencairkan anggaran, karena adanya bantuan dari pusat dan provinsi yang harus diakomodir terlebih dahulu, agar tidak terjadi over lap (data ganda-red)," tegas Riza Falepi ketika diwawancara di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, usai menggelar Video Conference bersama Gubernur Sumatera Barat, Kamis (28/5/2020).

Riza menyebut, jika daerah lain sudah lebih dulu merealiasikannya, dirinya yakin, bakal ada persoalan dalam mengantisipasi munculnya data bantuan susulan dari pusat dan provinsi. Tapi, Riza tetap mengapresiasi daerah yang lebih dulu membagikan.


"Apa salahnya bersabar, dananya tidak kemana-mana, apalagi sebentar lagi sekolah bakal dibuka kembali, sehingga bantuan ini tentu bisa juga mengakomodir kebutuhan sekolah anak-anak selain kebutuhan sembako. Semoga ini bisa meringankan sebagian persoalan warga Payakumbuh," kata Riza.

Saat ditanyakan kapan bakal direalisasikan oleh Riza selaku kepala daerah, estimasinya adalah minggu depan.

"Sekarang ada aspirasi dari DPRD untuk memasukkan sebanyak 12.107 KK. Kita bisa saja mengakomodir sebanyak itu, tapi anggaran yang ada, tidak mencukupi bila diberikan Rp600 ribu per bulan," terangnya.

"Artinya, kalau banyak jumlah KK penerimanya, maka BLT yang didapat lebih sedikit per KK, karena anggarannya tidak bisa dinaikkan lagi," urai Riza.

Terkait komentar DPRD yang menjadikan bantuan belum diberikan itu sebagai alasan kunjungan kerja (kunker), dirasa Riza kurang pas apalagi menjelang lebaran. Riza sudah tahu, kawan-kawan sudah bekerja keras untuk Covid19, rasanya dijadikan alasan kunker rasanya kurang pas.

"Malah, sekembalinya dari kunker itu, dewan apakah sudah di swab atau belum? Kalau belum, akan memberikan contoh yang jelek kepada rakyat."

"Boleh saja ke luar daerah, tapi harus ikuti prosedur kesehatan dan disarankan mengikuti Swab sekembali dari sana, mereka pergi ke zona hijau tidak menjamin apapun tidak tertular, bahkan bisa menjadi orang tanpa gejala (OTG)," pungkas Riza. (mdi/rel)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar