MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2020-07-01 20:31 WIB

Warga Situmbuak Terima Bantuan Covid Tahap III dari Provinsi

<p>Warga Situmbuak Terima Bantuan Covid Tahap III dari Provinsi<p>

VALORAnews - Wakil Bupati Tanahdatar, Zuldafri Darma menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST) APBD Provinsi tahap III, di halaman...

Berkhidmat dengan Benar, Barokah akan Datang

Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal

AI Mangindo Kayo | Senin, 01-06-2020 | 17:41 WIB | 82 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal<p>

Ilustrasi

VALORAnews -- Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tuanku Sulaiman mengharapkan semua warga Nahdyin, menyatukan pemikiran menghadapi era new normal pada masa pendemi Coronavirus Disease 2019 (Covid19).

"Tokoh dan kader NU dari semua Badan Otonom (Banom), mesti terus melakukan perjuangan pemikiran di samping melakukan gerakan sosial di tengah masyarakat dalam upaya pencegahan wabah Covid19," ungkap Rahmat saat memberikan sambutan pada Halal Bihalal secara online, Ahad (31/5/2020) malam.

Sejumlah tokoh, sesepuh, senior, ulama dan generasi muda Nahdhatul Ulama Sumatera Barat ikuti halal bihalal tersebut. Di antaranya, Ketua PWNU Sumatera Barat, Prof Ganefri, Prof Maidir Harun (Ketua Mabinda PKC PMII Sumbar), Khusnun Aziz (mantan Ketua PW GP Ansor).


Juga hadir Maswar (mantan Ketua PWNU Sumbar), Zainal MS (Mantan Rais Syuriah), Buya Bagindo M Leter (A'wan PBNU), Rusli Intan Sati (mantan ketua PW GP Ansor), Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa (Anggota DPD RI/ Pembina Ansor Sumbar), Jhon Kennedy Aziz (anggota DPR RI) dan kader Ansor se-Sumatera Barat lainnya.

Dikatakan Rahman, halal bihalal yang dilkukan secara daring ini, diharapkan dapat memberikan energi pemikiran dari warga Nahdyin untuk Indonesia yang tengah menghadapi era new normal. Agenda halal bihalal ini merupakan salah satu agenda Ansor Sumbar dalam menyatukan pemikiran dalam menghadapi situasi pendemi Covid19.

Sudah lebih tiga bulan, Ansor terus berupaya bersama pemerintah dan masyarakat untuk melakukan gerakan sosial memutus mata rantai penyebaran Covid19. Walaupun dilakukan secara daring, tetapi ini yang terus dilakukan di tengah pendemi Covid19.

Terobosan

Sementara, Genefri dalam sambutannya menegaskan, new normal yang akan dihadapi ke depannya, tentu harus melakukan trobosan baru. Sehingga, semua elemen masyarakat bisa seperti normal kembali dalam melaksanakan aktivitas.

"Kader NU Sumbar, harus melakukan terobosan baru ini sehingga akan berangsur normal kembali pada sektor pendidikan, ekonomi, politik dan lainnya. New normal juga harus dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai untuk dapat berjalan dengan baik," tukasnya.

Buya Bagindo M Letter memberikan tausiah, halal bihalal itu sendiri yang merupakan warisan budaya di Indonesia. Umat Islam di Indonesia lah yang mengenalkan halal bihalal. Selama satu bulan berpuasa selama itu juga umat Islam beribadah untuk dunia dan akhiratnya, akhirat merupakan untuk masa depan yang cermerlang nantinya dan di dunia ditinjau dalam unsur rohaniah, jasmaniah dan ijtimaiyah.

"Rohaniah merupakan mengendalikan hawa nafsu, membentuk watak, kejujuran, disiplin dan berkeadilan. Jasmaniah adalah menyegarkan urat darah, dan menghilangkan sifat-sifat buruk. Ijtimaiyah adalah manusia untuk bermasyarakat (zon politicon) dan puasa memperbanyak silaturrahim. Dengan tiga unsur ini makanya pentingnya silaturrahim," kata Buya Leter.

Di Indonesia, silaturrahim selalu terjaga setelah satu bulan puasa. Silaturrahim dilakukan dengan nama halal bihalal. "Dengan silaturrahim akan menghapus dosa, dalam sebuah hadist diriwayatkan, setiap manusia berdosa, sebaik yang berdosa adalah yang bertobat," kata Buya Leter.

Halal bihalal juga dihadiri perwakilan dari Kapolda Sumatera Barat, Kombes Nasrun Fahmi. Dia menegaskan, Ansor dan Nahdyin bersiap menghadapi new normal dengan selalu mematuhi protokol kesehatan serta memberikan edukasi pada masyarakat melalui tausyiah ulama.

Mantan Ketua GP Ansor yang diwakili Khusnun Aziz dan Rusli Intan Sati memberikan amanat pada kader, melakukan konsolidasi dalam melahirkan pemikiran yang jadi ciri khas NU. Sesepuh NU yang diwakili Maidir Harun, mantan Rais Syuriah Prof Assasiwarni dan Zainal memberikan pesan bahwa kondisi wabah pendemi Covid19, memperkuat persatuan dan kesatuan. Jangan sampai terjadi, umat Islam dibenturkan dengan pemerintah.

Halal bihalal ditutup dengan doa yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Syekh Tuanku Kerajaan Nan Shaliah. Sebelum berdoa, Tuanku Kerajaan Nan Shaliah menyampaikan pesan agar kader Ansor berkhidmat dengan jalan yang benar. Dengan begitu, barokah akan datang. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar