MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2020-08-06 19:53 WIB

Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting

<p>Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting<p>

VALORAnews - Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria menilai, stunting bisa ditekan melalui gerakan bersama. Tapi, jangan pernah sekali-kali...

Masjid di Limapuluh Kota Tak Lagi Dibatasi Gelar Shalat Jumat

AI Mangindo Kayo | Kamis, 04-06-2020 | 16:15 WIB | 55 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Masjid di Limapuluh Kota Tak Lagi Dibatasi Gelar Shalat Jumat<p>

Bupati Limapuluh Kota, H Irfendi Arbi menyemprot salah satu masjid dengan desinfektan, baru baru ini. (humas)

VALORAnews - Seluruh masjid di Kabupaten Limapuluh Kota, sudah diperbolehkan melaksanakan Shalat Jumat. Namun, pelaksanaan ibadah itu harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Shalat berjamaah termasuk shalat Jumat, sudah boleh dilaksanakan. Catatannya, harus menerapkan protokol kesehatan seperti membawa sajadah sendiri, memakai masker dan jaga jarak," ungkap Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi pada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Setiap rumah ibadah, lanjut Irfendi, diminta untuk menyiapkan berbagai sarana yang dibutuhkan seperti tempat mencuci tangan. Selain itu, juga senantiasa melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Semua itu, bertujuan untuk mengantisipasi para jemaah, agar tidak terpapar Covid19.


Menurut Irfendi, kebijakan membolehkan shalat Jumat itu patut disyukuri. Pemerintah daerah mulai melonggarkan untuk melakukan ibadah di masjid ini, karena berdasarkan standarnya sudah memungkinkan. Namun ia mengingatkan, seluruh jemaah harus senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Dikatakan, pelonggaran aktivitas masyarakat di bidang agama ini, antara lain dengan pertimbangan hasil pemetaan dari Gugus Tugas Kabupaten Limapuluh Kota yang menyebutkan dari 415 jorong di daerah ini hanya 7 jorong yang terdapat positif Covid19, yang berada di 6 dari 79 nagari di 4 kecamatan dari 13 kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota. Artinya persentase kasus di daerah ini di bawah 1%.

"Kita termasuk daerah yang terkendali. Untuk itu, secara bertahap kita mulai melakukan pelonggaran aktivitas masyarakat dalam rangka memasuki era new normal, termasuk dalam pelaksanaan ibadah seperti Shalat Jumat," ujar Irfendi didampingi Kelaksa BPBD Limapuluh Kota, H Joni Amir.

Dikatakan, terkait dengan pelonggaran menuju new normal itu, Gugus Tugas Kabupaten Limapuluh Kota (BPBD) telah melaksanakan rapat bersama Kemenag, MUI, Dewan Masjid, FKUB dan Kesbangpol pada Kamis (4/6/2020) guna merumuskan kebijakan tentang penyelenggaraan pelaksanaan ibadah di rumah ibadah dan kegiatan lainnya.

Rumusan kebijakan itu antara lain menyangkut pemetaan wilayah yang terpapar positif yang harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Izin pelaksanaan beribadah di rumah ibadah tersebut sesuai dengan kewenangan wilayah secara struktur.

"Rumusan pelonggaran pelaksanaan ibadah di rumah ibadah akan ditindaklanjuti dengan edaran yang akan ditandatangani bupati, Kemenag, MUI, Dewan Masjid dan FKUB," ucap Irfendi sembari menyebut pelaksanaan pelonggaran aktivitas mayarakat ini, akan dievaluasi terutama penerapan protokol kesehatan.

Terpisah, Ketua MUI Limapuluh Kota, Safrijon menyebutkan, pelaksanaan ibadah di masjid ini harus mematuhi protokol kesehatan. Bagi masjid yang berada di wilayah perbatasan dan jalur utama, urainya, harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat termasuk melaksanakan pemeriksaaan pengukur suhu tubuh jemaah.

"Seluruh masjid harus melaksanakan protokol kesehatan. Khusus untuk masjid yang berrada di wilayah perbatasan dan jalur utama, perlu memiliki alat pengukur suhu tubuh serta petugas yang melaksanakan pemeriksaan setiap jemaah yang masuk masjid tersebut. Petugas di setiap masjid itu juga diminta untuk mewajibkan setiap jemaah memakai masker," papar Safrijon.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Limapuluh Kota, Akmul DS Dt Rajo Bagindo mengaku, menyambut baik kebijakan diperbolehkannya pelaksanaan Shalat Jumat di seluruh masjid tersebut. Ia meminta seluruh jemaah, benar-banar patuh dengan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Kita sangat bersyukur dan merasa gembira seluruh rumah ibadah di daerah ini sudah bisa dibuka lagi. Saya berharap agar seluruh pengurus masjid dan jemaah, betul-betul disiplin terhadap protokol kesehatan, serta senantiasa berdoa semoga negeri kita segera terbebas dari musibah ini," papar Akmul.

Senada. Ustad H Asrad Chan juga menyambut gembira, diperbolehkannya pelaksanaan Shalat Jumat di seluruh masjid, asal jemaah patuh dengan standar protokol kesehatan. Menurutnya, hal itu merupakan keringanan dalam kondisi darurat.

"Kalau kita yakin dengan keselamatan kita dan mau patuh untuk mengikuti anjuran protokol kesehatan, silahkan beribadah di masjid. Sebaliknya, kalau kita merasa ragu dengan kondisi kesehatan kita terutama bagi mereka yang sudah tua, silahkan beribadah di rumah," tutur Asrad Chan yang juga Pimpinan Pendidikan Islam An-Nahl Guguak VIII Koto. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar