MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2020-08-06 19:53 WIB

Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting

<p>Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting<p>

VALORAnews - Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria menilai, stunting bisa ditekan melalui gerakan bersama. Tapi, jangan pernah sekali-kali...

Goro Pembangunan Pesantren Bustanul Muhaqiqin, Zuldafri: Segera Siapkan Badan Hukum

AI Mangindo Kayo | Senin, 08-06-2020 | 18:36 WIB | 177 klik | Kab. Tanah Datar
<p>Goro Pembangunan Pesantren Bustanul Muhaqiqin, Zuldafri: Segera Siapkan Badan Hukum<p>

Wabup Tanahdatar, Zuldafri Darma memberikan sambutan jelang pelaksanaan gotong-royong pembangunan Pondok Pesantren Bustanul Muhaqiqin di Jorong Tigo Tumpuak, Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Ahad (7/6/2020) malam. (jheni rahmad/valoranews)

VALORAnews - Semangat gotong-royong selain meningkatkan silaturahmi, juga dengan kebersamaan menambah motivasi berpartisipasi dalam pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanahdatar, Zuldafri Darma saat menghadiri kegiatan gotong-royong yang dilaksanakan Pondok Pesantren Bustanul Muhaqiqin di Jorong Tigo Tumpuak, Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Ahad (7/6/2020) malam.

Disela-sela gotong royong, Zuldafri menyampaikan apresiasi pada masyarakat, yang masih meresapi dan menghargai budaya gotong-royong diera yang lebih cenderung individualis dan kurang peduli lingkungan saat ini.


"Melalui gotong-royong kembali kita tumbuh kembangkan rasa kebersamaan dan meningkatkan silaturahmi sesama warga serta saling peduli di antara masyarakat. Di samping itu juga akan meringankan beban pekerjaan dan biaya yang ditimbulkan sehingga apa yang akan dibuat bisa dikerjakan bersama-sama secara gotong royong, sebagaimana yang kita lakukan saat ini, bisa membanguan sebuah pesantren dengan swadaya masyarakat," urai dia.

Zuldafri berharap, budaya gotong-royong badunsanak harus dipertahankan di tengah-tengah trend kehidupan yang mengarah individualis dan materialistis.

"Kebersamaan adalah kunci dari kemajuan dalam meraih kesuksesan. Seberapa besar dan banyak pekerjaan yang kita hadapi dan dengan bersama akan jadi ringan kita kerjakan. Basamo mangko manjadi," ungkapnya.

Terkait dengan pembangunan pesantren, Zuldafri menyampaikan, pemerintah daerah akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu pembangunan pesantren yang akan mulai beroperasi pada tahun ini. Syaratnya, harus diselesaikan administrasi terlebih dulu dan berbadan hukum berupa yayasan.

Walinagari Taluk, Pendi Aswir, selain memberi apresiasi kepada masyarakat juga turut menyampaikan harapannya pemerintah daerah, untuk mendukung berdirinya pesantren di nagari tersebut. Dimana, pesantren Bustanul Muhaqiqin ini, sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat yang ada di rantau dan kampung.

Sementara itu, pimpinan pondok pesantren, Syaiful Anwar menyampaikan ucapan terima kasih, atas kehadiran wakil bupati yang ikut gotong-royong walaupun dilaksanakan pada malam hari.

Syaiful tambahkan, gotong-royong dilaksanakan pada malam hari karena masyarakat pada siang hari bekerja, makanya dilaksanakan malam hari.

Sehubungan dengan berdirinya pesantren, Syaiful menyampaikan, dengan tinggi semangat dan keprihatin perantau dan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan di tengah-tengah kemajuan teknologi berkeinginan untuk membangun pesantren.

"Alhamdulillah, berkat swadaya dan semangat dari masarakat, bisa dibangun pondok pesantren ini," tukasnya.

Dikatakan Syaiful, pada tahun ajaran 2020 ini, sudah mendaftar 26 santri/santriwan. Nantinya, akan dilakukan proses belajar mengajar pada dua lokal yang sudah dimiliki, dengan tenaga pengajar 6 orang.

Dengan kehadiran wakil bupati, masyarakat mengaku sangat senang bisa gotong-royong bersama. Hal itu menandakan kedekatan pemimpin dengan masyarakatnya.(jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar