MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2020-08-06 19:53 WIB

Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting

<p>Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting<p>

VALORAnews - Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria menilai, stunting bisa ditekan melalui gerakan bersama. Tapi, jangan pernah sekali-kali...

Ini Analisis BMKG tentang Gempa 5,7 SR di Muko-muko

AI Mangindo Kayo | Rabu, 10-06-2020 | 13:29 WIB | 225 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Ini Analisis BMKG tentang Gempa 5,7 SR di Muko-muko<p>

Infografis.

VALORAnews - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi dengan parameter update 5,5 SR (Skala Richter), Rabu (10/6/2020) sekitar pukul 11.35 WIB, merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas subduksi.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi dengan episenter terletak pada koordinat 2,73 LS dan 100,91 BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 28 km arah Baratdaya Mukomuko, Provinsi Bengkulu pada kedalaman 28 km, memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ungkap Rahmat Triyono dalam pernyataan tertulis, Rabu siang.

Dikatakan Rahmat, guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Mukomuko IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan orang banyak dalam rumah), Pesisir Selatan, Kota Padang, Kerinci III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).


Kemudian, Lubuk Basung, Padangpariaman, Padangpanjang, Bukittinggi, Kepahiyang, Kota Bengkulu, Dharmasraya, Payakumbuh, TanahDatar II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan, menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," terangnya.

Hingga pukul 11.56 WIB, ungkap Rahmat, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat, diimbau menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali kedalam rumah," harap Rahmat. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar