MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2020-08-06 19:53 WIB

Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting

<p>Empat Kelahiran di Malalak, Seorang Penderita Stunting<p>

VALORAnews - Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria menilai, stunting bisa ditekan melalui gerakan bersama. Tapi, jangan pernah sekali-kali...

Merasa Tak Berhak, Warga Taram Tolak BLT Covid19

AI Mangindo Kayo | Jumat, 12-06-2020 | 18:05 WIB | 242 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Merasa Tak Berhak, Warga Taram Tolak BLT Covid19<p>

Bupati Limapuluh Kota, H Irfendi Arbi memantau kondisi pasar di Kenagarian Situjuah Batua, di era kenormalan baru, kemarin. (humas)

VALORAnews - Kenagarian Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, dinilai Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, terdepan dalam penyediaan tempat isolasi mandiri bagi masyarakatnya secara gratis. Selain itu, nagari itu juga sangat transparan dalam penyaluran bantuan Langsung Tunai (BLT).

Tak kalah menariknya, jauh hari sebelum penerapan era kenormalan baru di Kabupaten Limapuluh Kota, nagari ini sudah lebih duluan membuka masjid dan melaksanakan ibadah shalat berjamaah di rumah ibadah itu, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat serta membatasi jemaah khusus bagi warga setempat.

Irfendi Arbi sangat mengapresiasi kebolehan nagari yang dipimpin Don Vesky Dt Tan Marajo tersebut.


"Nagari Situjuah Batua hebat. Ketika orang masih memikirkan dan merencanakan tempat karantina pada masa pandemi Covid19, nagari ini justru sudah duluan memiliki lokasi isolasi mandiri yang dibiayai berbagai pihak di nagari itu, tanpa menggunakan dana pemerintah," ungkap Irfendi di Situjuah Batua, kemaren.

Dengan adanya tempat isolasi tersebut, setiap warga yang baru datang dari luar daerah tidak repot lagi mencari tempat karantina dan tidak perlu pula memikirkan biaya, karena semuanya sudah ditanggung nagari.

"Kita senang dan bangga dengan Situjuah Batua. Berbagai pihak di nagari ini benar-benar kompak dan mampu bekerjasama, dalam upaya mencegah penularan virus corona di nagarinya. Tak heran, Situjuah Batua hingga kini mampu mengantisipasi adanya penularan wabah itu di nagarinya," tutur Irfendi.

Begitu pula dalam penyaluran berbagai bantuan sosial bagi masyarakatnya, pemerintah Nagari Situjuah Batua juga dikenal sangat terbuka. Untuk transparansi penyaluran hak orang tidak mampu tersebut, nama-nama para penerimanya diumumkan di ruang publik yang ramai didatangi masyarakat termasuk di kedai-kedai.

"Adanya pengumuman daftar nama penerima bantuan sosial tersebut, tentunya semua pihak di nagari bisa mengawasi dan mengawal penyalurannha. Dengan begitu, berbagai bantuan sosial termasuk BLT Dana Desa di Situjuah Batua ini, akan terlaksana secara baik dan tepat sasaran," papar Irfendi.

Selain itu, Situjuah Batua juga diketahui lebih duluan selangkah dalam pelaksanaan kenormalan baru terutama dalam pelaksanaan ibadah di masjid. Karena masih dalam suasana PSBB, nagari ini membuat kebijakan, jemaah yang dibolehkan ke masjid terbatas bagi warga setempat, dengan kewajiban menaati protokol kesehatan secara ketat.

"Apa yang dilakukan Nagari Situjuah Batua ini perlu ditularkan kepada nagari lain dalam pandemi Covid19 dewasa ini," ujar Irfendi.

Tidak saja Situjuah Batua, nagari-nagari lainnya di Kabupaten Limapuluh Kota juga diketahui maksimal dalam memerangi penularan Covid19. Salah satunya, Kenagarian Taram di Kecamatan Harau. Merasa tidak berhak karena kondisi perekonomian lebih baik, sejumlah warga di Kenagarian Taram menolak menerima BLT dana desa.

"Kita juga sangat mengapresiasi dan bangga dengan masyarakat Taram yang secara sukarela menolak menerima BLT dan memberikannya ke warga lain yang mereka nilai lebih berhak. Ini harus jadi contoh teladan bagi seluruh masyarakat kita," ucap Irfendi.

Dikesempatan itu, Irfendi juga memuji komitmen dan koordiansi yang baik seluruh nagari, kecamatan dan berbagai pihak terkait lainnya di daerah ini dalam mengantisipasi Covid19. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar