MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2020-06-30 21:03 WIB

Garegeh Ditetapkan jadi Kampung Tangguh Nusantara

<p>Garegeh Ditetapkan jadi Kampung Tangguh Nusantara<p>

VALORAnews - Kelurahan Garegeh jadi pilot project(percontohan) Kampung Tangguh Nusantara. Program ini juga mendapat dukungan Babinkantibmas, Babinsa...

Layanan QRIS Sudah Tersedia di Semen Padang Hospital

AI Mangindo Kayo | Rabu, 24-06-2020 | 18:22 WIB | 247 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Layanan QRIS Sudah Tersedia di Semen Padang Hospital<p>

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama A mengujicoba penggunaan pembayaran dengan QRIS bersama Direksi SPH, Direksi Bank Nagari, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, di Aula Anggun Nan Tongga, KPw BI Sumatera Barat, Rabu (24/6/2020). Saat itu, BI melalukan sosialisasi sekaligus peresmian penggunaan QRIS di Semen Padang Hospital (SPH). (veby rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama A mengatakan, pembayaran dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard, biasa disingkat QRIS (dibaca kris-red), dilakukan tanpa kontak fisik sehingga sesuai dengan protokol physical distancing.

"Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid19), telah menyebabkan pergeseran pola interaksi antarmanusia yang ditandai dengan berkurangnya intensitas kontak fisik dan tatap muka. Pola transaksi pembayaran dengan QRIS ini, merupakan inovasi sistem pembayaran nasional yang sesuai dengan protokol kesehatan di masa Covid19," ungkap Wahyu di Aula Anggun Nan Tongga, KPw BI Sumatera Barat, Rabu (24/6/2020).

Hal itu dikatakan Wahyu saat sosialisasi sekaligus peresmian penggunaan QRIS di Semen Padang Hospital (SPH) dengan tema "Mempersiapkan New Life Style dengan Implementasi Pembayaran Digital dan Contactless."


Acara hari ini dihadiri Direksi SPH, Direksi Bank Nagari, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang serta 16 perwakilan Rumah Sakit di Kota Padang.

"QRIS di SPH ini, merupakan yang pertama di Sumatera Barat. Ke depan, kami berharap rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, juga dapat menggunakan QRIS sebagai sarana transaksi pembayaran. Awak Basamo Pakai QRIS!," ungkap Wahyu saat memberikan sambutan.

Dikatakan Wahyu, adanya risiko penyebaran virus dan penyakit dalam bertransaksi, membuat WHO turut menyarankan penggunaan mekanisme pembayaran contactless dan mobile. Bank Indonesia bersama pemerintah, terang dia, terus menyiapkan new life style dengan memperluas pola transaksi pembayaran ke depan yang serba digital, contactless dan tentunya lebih aman.

"Pembayaran menggunakan QRIS, pelanggan cukup scan menggunakan ponselnya dan kasir cukup memantau status transaksi dari aplikasi," ungkap dia.

"Sementara, untuk fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), pedagang (merchant) dengan mudah dapat mendistribusikan QRIS miliknya via aplikasi messaging dan konsumen/pelanggan dapat dengan mudah melakukan scan langsung QRIS yang diterima melalui galeri foto/gambar di ponsel," tambah dia.

Menurut Wahyu, BI fokus melakukan perluasan QRIS secara tematik pada perdagangan ritel seperti UMKM, pasar, toko/warung penyedia bahan kebutuhan pokok serta e-commerce (bajojo.id), sosial keagamaan seperti donasi panti asuhan, rumah ibadah (Masjid Raya Sumbar), penerimaan zakat, infaq, dan sodaqoh (ZIS).

Kemudian, di bidang kesehatan seperti rumah sakit, klinik, praktik dokter dan apotek. "Layanan ini juga didukung inovasi pendaftaran QRIS secara online, sosialisasi virtual dan perluasan fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM)," terangnya.

Penggunaan QR Code sebagai instrumen pembayaran berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin luasnya penggunaan uang elektronik dan dompet digital seperti LinkAja, Go-Pay, OVO, dan DANA. Sementara, QRIS mengusung semangat UNGGUL yang mengandung makna Universal, Gampang, Untung dan Langsung serta Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Handal).

"Harapannya, transaksi dengan QRIS dapat menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel," terang Wahyu.

Tren digitalisasi saat ini, ungkap Wahyu, juga telah mengubah perilaku transaksi masyarakat menuju cara-cara yang mendukung mobilitas, kecepatan, keamanan, dan fleksibilitas (open and omni-platform, terbuka dan saling terintegrasi). Apalagi di tengah pandemi Covid-19, integrasi ekonomi dan keuangan digital, terutama peran digital payment, semakin penting dan diperlukan.

Saat ini, ungkap dia, sekitar 3,5 juta merchants telah menggunakan QRIS di seluruh Indonesia, dimana 87%-nya merupakan pelaku UMKM. Tren merchant QRIS pada usaha kecil, sosial keagamaan dan bidang kesehatan, juga semakin meningkat.

"Total merchants QRIS Kesehatan di Indonesia berjumlah 49.658 merchants (posisi 8 Mei 2020). Sementara di Sumbar sendiri, jumlah merchants QRIS telah mencapai 35.097 merchants (posisi 29 Mei 2020)," ungkapnya.

"Kami memandang perlu mendorong penggunaan QRIS untuk mempermudah cara bertransaksi bagi masyarakat, khususnya di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit," tambah Wahyu.

Manfaat QRIS juga multi sektor. Bagi pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, terdatanya UMKM beserta transaksinya, membantu formulasi kebijakan, serta mendukung elektronifikasi transaksi Pemda, termasuk sebagai akses rekening pendapatan daerah seperti pembayaran pajak daerah, retribusi parkir, dan pasar, dan lainnya.

Bagi Masyarakat: sebagai alternatif pembayaran kekinian, pengeluaran tercatat, aman, cepat, nyaman, dan efisien.

Bagi Merchants/Pelaku Usaha: penjualan berpotensi meningkat, mengurangi biaya pengelolaan kas, terhindar dari uang palsu dan tidak perlu menyediakan uang kembalian, transaksi tercatat otomatis dan langsung masuk ke rekening.

Bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP): sesuai tren digital retail payment, market baru untuk menawarkan produk finansial lainnya, data transaksi untuk credit profile dan penawaran pembiayaan ke merchant, serta menjaga loyalitas nasabah. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar