MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2020-07-01 20:31 WIB

Warga Situmbuak Terima Bantuan Covid Tahap III dari Provinsi

<p>Warga Situmbuak Terima Bantuan Covid Tahap III dari Provinsi<p>

VALORAnews - Wakil Bupati Tanahdatar, Zuldafri Darma menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST) APBD Provinsi tahap III, di halaman...

Pascainsiden Pembakaran Bendera PDI Perjuangan

Megawati Perintahkan Tempuh Jalan Hukum, Alex: Kader Tegak Lurus dengan Perintah Ibu Ketum

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 27-06-2020 | 13:50 WIB | 66 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Megawati Perintahkan Tempuh Jalan Hukum, Alex: Kader Tegak Lurus dengan Perintah Ibu Ketum<p>

Ketua PDI Perjuangan Sumbar, Alex Indra Lukman.

VALORAnews - Ketua PDI Perjuangan Sumbar, Alex Indra Lukman memastikan, kader partai berlambangkan banteng moncong putih ini, akan selalu tegak lurus terhadap perintah Ibu Ketua Umum, Megawati Sukarnoputri.

"Ibu Ketua Umum menegaskan, PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa. Sebab, kader PDI Perjuangan adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan. Seluruh kader, tegak lurus dengan perintah Ibu Ketum ini," tegas Alex Indra Lukman melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2020).

Pernyataan ini disampaikan Alex, merujuk Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Sukarnoputri. Surat bertarikh 25 Juni 2020 ini diterbitkan, menyikapi insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan dalam aksi unjuk rasa penolakan atas RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Gedung DPR RI, Rabu (25/6/2020).


Kader PDI Perjuangan, terang Alex, telah diperintahkan Ibu Ketua Umum untuk tetap dan selalu menempuh jalan hukum. "PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi partai untuk rakyat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Dikatakan Alex dengan mengutip surat Ibu Ketum, PDI Perjuangan adalah partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan Bung Karno pada 4 Juli 1927.

Selain itu, PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang dalam memerjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekwensi dikuyo-kuyo, dipecah belah dan puncaknya penyerangan kantor partai pada 27 Juli 1996.

"kader PDI Perjuangan harus terus merapatkan barisan. Tempuh lah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat karena rakyat lah cakrawati partai," ungkap Alex mengutip perintah dalam surat yang ditujukan pada seluruh kader tersebut.

"Sekali merdeka tetap merdeka! Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Bendera selalu tegak. Seluruh kader siap menjaganya." (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar