MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2020-12-04 11:34 WIB

Program 100 Hari NA-IC, Andre Rosiade: Bisa Langsung Dikebut, yang lain Meraba-raba

<p>Program 100 Hari NA-IC, Andre Rosiade: Bisa Langsung Dikebut, yang lain Meraba-raba<p>

VALORAnews - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit-Indra Catri tampak lebih unggul dari tiga pasangan lain, pada debat calon...

Reses Masa Sidang II DPRD Sumbar

Pemimpin Minus Kreatifitas Meningkatkan PAD, Ini Penilaian HM Nurnas

AI Mangindo Kayo | Selasa, 30-06-2020 | 13:33 WIB | 331 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Pemimpin Minus Kreatifitas Meningkatkan PAD, Ini Penilaian HM Nurnas<p>

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar, HM Nurnas meninjau pelaksanaan proyek fisik di daerah pemilihannya, mengisi reses masa sidang II tahun 2020, Senin (29/6/2020). (istimewa)

VALORAnews - Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar, HM Nurnas menilai, masih banyak kepala daerah di Sumbar, minus kreatifitas dalam mencari sumber pemasukan dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Agar tak lahir kepala daerah seperti itu lagi, dia mengingatkan masyarakat, untuk mencermati visi-misi kepala daaerah yang akan bertarung di pemilihan serentak 2020 yang akan digelar di 11 kabupaten, dua kota dan provinsi di Sumbar itu.

"Selama ini kepala daerah baru fokus pada PAD yang bersumber dari pajak kendaraan, padahal banyak peluang untuk bisa menambah PAD di luar pajak kendaraan. Saatnya kita mengkritisi calon kepala daerah terutama hal yang berkaitan dengan upaya menambah pundi-pundi PAD," ungkap Nurnas saat mengisi reses masa sidang kedua tahun 2020 ini, Selasa (30/6/2020) di Nagari Katapiang, Padangpariaman.


Sekretaris Komisi 1 DPRD Sumbar ini berharap, anak nagari Katapiang tidak salah dalam memilih pemimpin Sumbar dan memilih bupati Padangpariaman pada pemilihan serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

"Jika salah memilih pemimpin, maka negeri ini tidak akan berkembang, tetap berjalan di tempat. Sehingga, perekonomian masyarakat juga tidak akan maju," nilainya.

Agar potensi PAD bisa meningkat, Nurnas berharap, pemerintah membuat tim terpadu sehingga tidak hanya terfokus pada pajak kendaraan. Seiring dengan hal tersebut, usaha perekonomian masyarakat juga akan berkembang, secara otomatis taraf hidup masyarakat akan meningkat.

"Tim terpadu ini melibatkan berbagai OPD, sehingga tidak ada lagi kendala di lapangan," terangnya. "PAD yang besar, akan sangat berguna untuk pembangunan daerah," tambahnya.

"Lihat visi dan misi calon kepala daerah yang akan dipilih, jangan terpedaya dengan bujuk rayu, apa lagi janji-janji palsu. Jangan mau diiming-imingi dengan uang, itu sangat bahaya. Jika dulu ada pemimpin yang terpilih karena uang, tentu dampak sudah dapat dirasakan sekarang ini. Kedepan jangan terulang lagi," tegas Nurnas,

Dalam masa reses sidang kedua tersebut, Nurnas juga menampung aspirasi masyarakat, khususnya dalam sektor peningkatan perekonomian mereka, seperti nelayan dan pelaku UMKM.

Nurnas juga bangga terhadap, masyarakat Padangpariaman, khususnya anak nagari Ketaping yang tidak mengeluh karena imbas Covid19. Karena, usaha mereka masih bisa berjalan, meskipun tidak sama dengan sebelum pandemi melanda.

Dalam melaksanakan reses sidang kedua, selain melakukan pertemuan formal dengan unsur pemerintah nagari, jorong dan perangkat lain, Nurnas juga mengunjungi warung-warung kecil atau pelaku UMKM, untuk berdialog pada pedagang dan pengunjung sehingga bisa menerima masukan untuk diperjuangkan di provinsi.

Ketika akan meninggalkan lokasi, Nurnas menegaskan agar masyarakat jangan ragu intuk melaporkan ketimpangan yang terjadi, khususnya dalam memantau bantuan langsung tunai (BLT), pasca PSBB.

"Tolong monitor terus perkembangan daerah kita, jika ada ketimpangan segera laporkan, khususnya BLT kemarin," tukas Nurnas. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar