MITRA VALORA NEWS

Padangpanjang Bertekad jadi Kota Koperasi Syariah, Fadly: Konversi Tuntas Dalam 5 Tahun

AI Mangindo Kayo | Rabu, 22-07-2020 | 19:03 WIB | 385 klik | Kota Padang Panjang
<p>Padangpanjang Bertekad jadi Kota Koperasi Syariah, Fadly: Konversi Tuntas Dalam 5 Tahun<p>

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menyerahkan penghargaan penghargaan, 'Daerah Dengan Kinerja Koperasi Terbaik 2 di Sumbar' pada Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran Dt Paduko Malano di aula kantor gubernur Sumatera Barat, Rabu (22/7/2020). (zb kusuma/valoranews)

VALORAnews - Kota Padangpanjang menjadi daerah pertama di Sumatera Barat yang berkomitmen, mengusung konsep Syariah di seluruh koperasi di Kota berjuluk Serambi Mekah itu.

Hal itu ditandai dengan diluncurkannya Kota Padangpanjang sebagai Kota Koperasi Syariah, oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Rabu (22/7/2020), di aula kantor gubernur Sumatera Barat di Kota Padang yang juga bertepatan pada Peringatan Hari Koperasi ke-73 Tingkat Sumatera Barat.

Di hari yang sama, Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran Dt Paduko Malano juga menerima penghargaan, 'Daerah Dengan Kinerja Koperasi Terbaik 2 di Sumbar' dari gubernur Sumbar.


Fadly Amran mengatakan, pembangunan koperasi syariah jadi program yang sangat prioritas dalam RPJMD Padangpanjang.

Saat ini, setengah dari 45 Koperasi yang ada di kota itu, telah melaksanakan pola syariah. "Targetnya seluruh koperasi yang ada, telah terkonversi ke pola syariah dalam 5 tahun periode RPJMD 2018-2023," ungkap Fadhly.

Lebih lanjut, strategi, arah kebijakan Pemko terkait koperasi yakni, membentuk Tim Percepatan Pengembangan Koperasi Syariah. Kemudian, memfasilitasi penyiapan Dewan Pengawas Syariah, bekerjasama dengan UPTD BLK Provinsi Sumatera Barat dan Dewan Syariah Nasional - MUI Pusat.

"Sosialisasi terus dilakukan tentang pengelolaan koperasi pembiayaan syariah. Kita juga bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Manna Wa Salwa, untuk pendampingan pengelolaan koperasi nanti," pungkas dia.

Sementara, Irwan Prayitno saat membacakan sambutan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, koperasi harus masuk ke sektor-sektor ekonomi unggulan nasional, yaitu pangan, komoditi, maritim, pariwisata dan industri pengolahan.

"Masa depan Indonesia berada pada generasi milenial. Koperasi harus masuk pada sektor ekonomi kreatif, di mana anak-anak muda saat ini banyak terlibat dalam sektor tersebut," ujarnya.

Menurutnya, koperasi yang saat ini sudah aktif, baik itu koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi jasa, koperasi simpan pinjam dan lainnya harus berada pada kesatuan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain.

"Saat ini, sumber dan saluran pembiayaan yang ramah untuk UMKM dan koperasi tengah kami benahi dan LPDB sudah kita tetapkan 100 persen penyalurannya untuk koperasi dengan prosedur yang lebih mudah," tuturnya.

Sementara, Ketua Dekopin Sumbar, Hendra Irwan Rahim mengatakan, Covid19 telah berdampak di berbagai sektor termasuk UKM dan Koperasi.

Selain itu, Hendra mengimbau, pengelola koperasi juga memanfaatkan teknologi informasi. Kemudian, koperasi hendaknya beralih ke pola syariah, karena Sumatera Barat berlandaskan Adat Bersandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah, seperti yang telah dilakukan Kota Padangpanjang.

Hadir pada acara tersebut sejumlah kepala daerah, Sejumlah pejabat Pemprov Sumbar, pejabat dari sejumlah daerah di Sumbar.

Peringatan Hari Koperasi ke-73 ini, juga disaksikan secara virtual melalui aplikasi zoom. (ben)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kota Padang Panjang