MITRA VALORA NEWS

17 Item Tuntutan Warga Inderapura ke PT Incasi Tak Berujung Kata Sepakat

AI Mangindo Kayo | Rabu, 12-08-2020 | 18:34 WIB | 201 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>17 Item Tuntutan Warga Inderapura ke PT Incasi Tak Berujung Kata Sepakat<p>

Kapolres Pessel, AKBP Cepi Noval memimpin dialog antara warga Inderapura dengan manajemen PT Incasi Raya Group, Rabu (12/8/2020) di aula pertemuan Mapolres Pessel. Pertemuan ini juga dihadiri anggota DPRD Pessel dari Dapil 5 dan jajaran Pemkab Pessel. (istimewa)

VALORAnews - Sebanyak 17 item tuntutan disampaikan masyarakat Inderapura, Pessel, pada manajemen PT Incasi Raya Group, perusahaan multinasional yang bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di Sumbar. Sayangnya, mediasi yang difasilitasi Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Cepi Noval tak menemukan titik temu.

"Mediasi yang kita fasilitasi ini, untuk mencarikan solusi, jawaban dan penyelesaian atas masalah antara perusahaan dan warga sekitar. Karena, pada aksi damai yang dilakukan warga Inderapura, belum mendapatkan jawaban dari pihak perusahaan," ungkap AKBP Cepi Noval saat sesi dialog usai aksi damai, Rabu (12/8/2020) di aula pertemuan Mapolres Pessel.

Mediasi pagi itu, juga dihadiri kuasa hukum dari masyarakat Efson serta perwakilan PT Incasi Raya Group. Dari Pemkab Pesisir Selatan dihadiri Asisten I, Muskamal, Kesbangpol, Kasatpol PP, BPN, Kehutanan dan juga dari Kejari Pessel serta Kodim 0311 Pessel.


Erwin, salah seorang perwakilan masyarakat Inderapura, mengatakan, 17 item tuntutan ini sudah disampaikan ke manajemen PT Incasi Raya Group sejak lama. Namun, hingga kini belum bisa direalisasikan seperti HGU PT Incasi Raya Group, BPJS bagi pekerja, kesejahteraan pegawai, penetapan harga TBS sepihak, dugaan pencemaran sungai akibat limbah perusahaan dan lainya.

"Kita harapkan, PT Incasi Raya Group bisa membuktikan secara tertulis dan bisa terbuka serta transparan, tidak ada yang ditutupi," tegas Erwin.

Jika mediasi ini tidak menghasilkan titik temu, Erwin bersama Efson Cs, siap membawa persoaan ini ke proses selanjutnya, bahkan siap menggelar aksi damai di kantor DPRD Pessel, kalau perlu sampai ke Jakarta.

DPRD Siap Memfasilitasi

Wakil Ketua Komisi II DPRD Pessel, Aljufri didampingi sejumlah wakil rakyat dari Dapil Pessel 5, mengaku, siap memediasi permasalahan ini di gedung parlemen. Dia menyebut, akan segera menjadwalkan rapat dengar pendapat, dengan menghadirkan masyarakat Inderapura, mahasiswa asal Indrapura, Ninik Mamak, tokoh masyarakat dan elemen terkait lainnya.

"Kita minta antara kedua pihak saling terbuka, tidak ada yang ditutupi. Setiap regulasi harus diikuti dengan benar," harap Aljufri.

Menurut dia, keberadaan PT Incasi Raya Group di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya di Inderapura, harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya untuk semua masyarakat, bahkan juga untuk peningkatan PAD Kabupaten Pessel. Perusahaan harus mampu memberikan rasa nyaman di tengah masyarakat.

Jika nantinya laporan tersebut masuk ke penegak hukum, Aljufri mengajak untuk bersama-sama mengikuti proses sedang berjalan. Semua terkait dengan masalah ini harus terbuka dan jangan ada ditutupi sehingga cepat selesai.

Sementara, Muskamal menyebut, eksekutif dan legislatif akan berjuang bersama mencari jalan keluar, solusi yang seadil-adilnya antara masyarakat Inderapura dan pihak PT Incasi Raya Group.

"Pemkab Pessel tidak memihak siapa-siapa, baik itu masyarakat dan perusahaan.Kita berharap, kedua pihak bisa mempersiapkan apa yang jadi tuntutan secara tertulis, termasuk tuntutan ke perusahaan," ujar Muskamal dalam dialog yang berlangsung hampir 2 jam itu. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah