MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2020-12-04 11:34 WIB

Program 100 Hari NA-IC, Andre Rosiade: Bisa Langsung Dikebut, yang lain Meraba-raba

<p>Program 100 Hari NA-IC, Andre Rosiade: Bisa Langsung Dikebut, yang lain Meraba-raba<p>

VALORAnews - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit-Indra Catri tampak lebih unggul dari tiga pasangan lain, pada debat calon...

Dan Lantamal II Telukbayur Ajak Masyarakat Mentawai Ikut Awasi Orang Asing

AI Mangindo Kayo | Kamis, 20-08-2020 | 20:58 WIB | 226 klik | Kab. Mentawai
<p>Dan Lantamal II Telukbayur Ajak Masyarakat Mentawai Ikut Awasi Orang Asing<p>

Danlantamal II Telukbayur, Laksamana Pertama Dafit Santoso didampingi Kortanius Sabeleake (Wabup Mentawai) dan Letkol Laut Anis Mundar (Dan Lanal Mentawai) ketika mendampingi kunjungan Monitoring Orang Asing di wilayah Kepulauan Mentawai itu, Rabu (18/8/2020). (daniwarti/valoranews)

VALORAnews - Dan Lantamal II Telukbayur, Laksamana Pertama David Santoso mengajak masyarakat Mentawai, untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing yang berada di kabupaten kepulauan itu.

Hal tersebut disampaikannya pada kunjungan kerja yang kedua kali ke Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (18/8/2020).

"Pengawasan orang asing tidak hanya tanggung jawab stake holder, tapi juga kewajiban seluruh lapisan masyarakat. Peran masyarakat dalam melakukan pengawasan sangat diperlukan,' ungkap Laksamana David.


Dikatakan, tugas pengawasan orang asing mesti jadi kesadaran bersama. Tidak hanya jadi tugas Tim Pora (Pengawasan Orang Asing) saja. Setiap individu masyarakat dapat menjadi mata atau pengawas termasuk insan pers.

Dikatakan Dafid, untuk membangun bangsa mesti satu hati, tidak perlu ada kepentingan apapun apalagi untuk kemajuan satu wilayah mesti ada semangat kesatuan.

Disisi lain, Dafid mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di Mentawai khususnya di Tua Pejat yang merupakan ibukota kabupaten. Dimana, tim gugus tugas kepulaaun Mentawai masih tetap konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dafid menilai, ini paling bagus sebab sudah lama masih tetap mempertahankan protokol kesehatan. "Ini menunjukkan konsistennya aturan dijalankan," terang dia.

Sementara, Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake mengakui, pengawasan orang asing di wilayahnya memang belum maksimal. Kendalanya, karena belum adanya kantor Imigrasi di Mentawai.

"Kita daerah wisata dan tamu kita adalah yang datang dari mancanegara. Kendala yang dihadapi adalah kesulitan dalam melakukan pemeriksaan terhadap wisatawan asing tersebut, tanpa adanya pendamping dari Imigrasi," terangnya.

"Kita tidak ingin adanya image dimana dianggap Mentawai tidak ramah terhadap wisatawan dan ini bisa menjadi isu internasional. Untuk itulah perlunya ada kehadiran petugas Imigrasi di Mentawai," tambah dia.

Kortanius mengatakan, di Mentawai jumlah spot selancar mencapai 90 titik. Kalau satu spot saja ada satu orang berselancar, maka sudah ada 90 wisatawan surfing yang tersebar di Mentawai. Kondisi ini tentu akan cukup sulit untuk dipantau. Selain itu, ada juga wisatawan surfing yang datang dengan kapal sendiri. (dni)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar