MITRA VALORA NEWS

50 Pelanggar Perda AKB Dihukum Kerja Sosial di Pasar Tarab

AI Mangindo Kayo | Rabu, 14-10-2020 | 17:15 WIB | 268 klik | Kab. Tanah Datar
<p>50 Pelanggar Perda AKB Dihukum Kerja Sosial di Pasar Tarab<p>

Tim Opsnal Terpadu Tanahdatar Penegakan Perda Provinsi Sumbar No 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), menggelar razia bagi pengunjung Pasar Sungai Tarab, sepanjang Rabu (14/10/2020). (jheni rahmad/valoranews)

VALORAnews - Tim Opsnal Terpadu Tanahdatar Penegakan Perda Provinsi Sumbar No 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kembali menggelar razia sepanjang Rabu (14/10/2020). Setidaknya, 50 orang ditindak oleh tim saat di Pasar Tradisional Sungai Tarab.

Tim yang terdiri gabungan Satpol PP, TNI, Polri, CPM dan Dishub itu, memberikan sanksi pada 50 orang tersebut, yang dinyatakan melanggar Perda atau tidak menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas di tempat keramaian.

"Kita masih menjumpai masyarakat yang tidak memakai masker ketika berada di pasar. Kebanyakan pelanggar Perda AKB adalah pengendara sepeda motor. Selain itu, banyak juga warga yang memakai masker asal-asalan," ujar Kasi Penindakan Satpol PP Tanahdatar, Elfiardi, usai penertiban.


Dijelaskan Elfiardi, saat menggelar razia di Pasar Sungai Tarab yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB itu, banyak pengendara yang melarikan diri dengan sepeda motor saat dihentikan petugas.

"Saat dihentikan, masih ada juga pelanggar yang kabur," tambahnya.

Pada umumnya, ungkap dia, pelanggar Perda tersebut didominasi kasus tidak mengenakan masker. Sebagai efek jera, semuanya diberikan sanksi berupa pendataan dan kerja sosial di lokasi razia berlangsung.

Seperti razia sebelumnya, petugas juga memberikan satu buah masker kepada pelanggar sebelum menandatangani surat pernyataan menjalakan sanksi.

"Guna mencegah penyebaran Covid19 dan dengan masih banyaknya masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan di tempat keramaian, maka perlu adanya edukasi melalui pamflet dan pelantang suara pada masyarakat, terutama pengunjung pasar tradisional," jelasnya.

Sejak diberlakukannya Perda tersebut di Tanahdatar, kata Elfiardi, telah diberikan sanksi sosial kepada 90 orang pelanggar.

Jumlah tersebut, setelah tiga kali menggelar operasi di tiga lokasi berbeda. Di antaranya Pasar Rambatan, Pasar Simabur dan Pasar Sungai Tarab.

Sedangkan operasi penegakan Perbup No 48 Tahun 2020 yang digelar pada 6 Oktober 2020 di Lapangan Cindua Mato, menjaring 40 orang pelanggar.

"Artinya, masyarakat masih banyak yang belum paham betul dengan penerapan protokol kesehatan Covid19. Untuk itu, tetap kita imbau agar masyarakat benar-benar tidak mengganggap sepele pandemi ini," tukasnya. (jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah

Berita Kab. Tanah Datar