MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2020-12-04 11:34 WIB

Program 100 Hari NA-IC, Andre Rosiade: Bisa Langsung Dikebut, yang lain Meraba-raba

<p>Program 100 Hari NA-IC, Andre Rosiade: Bisa Langsung Dikebut, yang lain Meraba-raba<p>

VALORAnews - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit-Indra Catri tampak lebih unggul dari tiga pasangan lain, pada debat calon...

Forum Batajau Seni Piaman Buka Bursa Tuan Rumah untuk Iven 2021, Ini Empat Prinsipnya

AI Mangindo Kayo | Kamis, 22-10-2020 | 09:37 WIB | 660 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Forum Batajau Seni Piaman Buka Bursa Tuan Rumah untuk Iven 2021, Ini Empat Prinsipnya<p>

Sejumlah tokoh yang hadir dan ikut mendukung kegiatan Forum Batajau Seni Piaman di salah satu nagari di Kabupaten Padangpariaman, 2019 lalu. (istimewa)

VALORAnews - Festival Batajau Seni bersiap untuk menggelar sejumlah iven sepanjang 2021 nanti. Festival seni budaya yang digerakkan seniman, korong, nagari dan tentu saja warga ini, akan diformat secara khusus untuk berkesesuaian dengan protokol penanggulangan Covid19.

Pembina Forum Batajau Seni Piaman, Satriandy mengatakan, dalam rangka menjaring nama-nama nagari yang akan jadi tuan rumah, Forum Batajau Seni Piaman selaku inisiator akan menggelar bursa terbuka.

"Festival seni budaya yang telah sukses dihelat sebanyak 7 kali sepanjang 2019, terpaksa dihentikan pada 2020 mengingat pandemi corona yang melanda. Tapi selama itu, bukan berarti Forum Batajau Seni Piaman berhenti bergerak. Bersama nagari, PKK dan sejumlah pemuda, kami melaksanakan aktifitas sosial. Sekarang kami akan kembali ke galanggang," sebut sekretaris nagari Parit Malintang itu.


Bursa yang dibuka untuk para walinagari, lurah, kepala desa serta sekretaris-sekretaris pemerintahan garda terdepan nantinya akan dilaksanakan secara online melalui platform zoom. Kegiatan bakal digelar pada 28 Oktober, bertepatan dengan hari sumpah pemuda.

"Bursanya kita buka malam setelah Shalat Isya. Alhamdulillah, ibu Gemala Ranti selaku kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, menyatakan kesediaan untuk membuka bursa tersebut," katanya.

Sementara, Ketua Forum Batajau Seni Piaman, Ajo Wayoik menjelaskan, sesuai dengan konsep yang sudah disusun pengurus, pada tahun pelaksanaan ke dua, ivent-ivent Batajau Seni Piaman akan difokuskan untuk peningkatan partisipasi warga, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penghadiran sejumlah karya baru.

"Alhamdulillah, sejumlah nagari dan desa sudah menyatakan minat untuk memboyong festival Batajau Seni. Di antaranya yakni Nagari III Koto Awua Malintang, Katapiang, Limpato, Lareh Nan Panjang Selatan, dan Desa Koto Marapak," ungkap dia.

"Sementara, nagari yang sebelumnya sudah pernah menjadi tuan rumah akan kembali menghelat festivalnya antara lain Parit Malintang (festival Gasiang), Balah Hilia (Festival Sastra Lisan), Sungai Sariak (Kampuang Bendang Kampung Tari) dan Bisati (Festival Panti Kayu)," sebutnya.

Pengurus, kata Ajo Wayoik, tidak membatasi jumlah peminat. Namun, penataan jadwal kerja perlu dilakukan untuk memaksimalkan kinerja tim Forum Batajau Seni Piaman sendiri. "Seperti yang sudah-sudah, konsep kerja kita adalah pendampingan kepada perangkat nagari, pemuda dan kaum ibu. Cuma kali ini kita harus menerapkan protokol Covid19, jadi akan ada ramuan khusus untuk itu," sebutnya.

Menurut dia, partisipasi perantau pada penyelenggaraan 2021 diperkirakan akan semakin meningkat, mengingat kesuksesan penyelenggaraan di 2020. "Beberapa perantau sudah sempat komunikasi dengan kami dan menyatakan kesiapan untuk mendukung. Selain itu, sponsorship juga akan berperan serta di sini," sebutnya.

4 Prinsip Dasar

Aj Wayoik memastikan, penyelenggaraan Festival Batajau Seni Piaman 2021 akan tetap memegang 4 prinsip dasarnya. Prinsip pertama adalah kemandirian, dimana akan memaksimalkan potensi di dalam sebuah nagari dalam menggarap iven.

Kedua adalah paritispatif, dimana seluruh elemen dalam nagari akan diberdayakan untuk bekerjasama menggelar ivent. Lalu netralitasi, yakni kegiatan ini sama sekali tidak dicampur adukkan dengan kepentingan politik tertentu.

"Terakhir pemberdayaan, dimana akan berupaya agar setelah festival kesenian memang benar-benar dihidupkan di nagari atau desa tuan rumah," kata dosen ISI Padangpanjang yang nama aslinya Muhammad Fadhli ini.

Sementara, Gemala Ranti mengatakan, Forum Batajau Seni Piaman adalah salah satu contoh gerakan yang benar-benar menyentuh akar persoalan kebudayaan di masyarakat.

"Bahwa menghidupkan ekosistem kesenian adalah tanggung jawab bersama. Jadi bukan tanggung jawab pemerintah saja, bukan pula seniman semata. Pelibatan masyarakat yang selama ini sudah dilakukan Forum Batajau Seni Piaman patut ditiru daerah lain," terangnya.

"Kami sudah hadir di beberapa ivent, dan melihat sendiri bagaimana semangat Forum Batajau Seni bersama masyarakat menghasilkan bentuk kegiatan yang sangat meriah dan menarik," katanya.

Gemala berharap, dalam bursa yang akan digelar, bakal banyak nagari, kelurahan dan desa yang berminat untuk memboyong Festival Batajau.

"Hidup matinya kesenian tergantung pada keseriusan kita bersama dalam menjaga ekosistemnya. Mari bersama menggalang kekuatan kesenian, kekuatan warga melalui Batajau Seni," sebut wanita asli Piaman ini. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar