MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2021-01-15 11:51 WIB

Permintaan Pasport Selama Pandemi Menurun Drastis

<p>Permintaan Pasport Selama Pandemi Menurun Drastis<p>

VALORANews - Kantor Imigrasi Kelas II A Agam menyebut adanya penurunan permintaan layanan permohonan pasport sepanjang 2020. Kepala Kantor Imigrasi...

KPK Evaluasi Upaya Pencegahan Korupsi di Tanahdatar

AI Mangindo Kayo | Rabu, 25-11-2020 | 21:44 WIB | 90 klik | Kab. Tanah Datar
<p>KPK Evaluasi Upaya Pencegahan Korupsi di Tanahdatar<p>

Sekda Tanahdatar, Irwandi memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi, Monitoring dan Evaluasi terkait Program Optimalisasi Penerimaan Daerah dan Manajemen Aset Daerah serta Capaian Nilai MCP Kabupaten Tanahdatar dan Limapuluh Kota, Rabu (25/11/2020) di aula eksekutif kantor bupati. (humas)

VALORAnews - Ada 8 area intervensi yang jadi aksi pencegahan korupsi terhadap pemerintah daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Hasil evaluasi KPK pada triwulan II, Tanahdatar masih berada pada angka 55%. Untuk triwulan III tentu diharapkan lebih baik lagi, karena telah menindaklanjuti hasil evaluasi KPK untuk lebih baik lagi," kata Sekda Tanahdatar, Irwandi, Rabu (25/11/2020) di aula eksekutif kantor bupati.

Pernyataan itu disampaikan Irwandi saat menerima kedatangan tim KPK RI yang diketuai Sugeng Basuki selaku Ketua Satgas Korwil 9 pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi, Monitoring dan Evaluasi terkait Program Optimalisasi Penerimaan Daerah dan Manajemen Aset Daerah serta Capaian Nilai MCP Kabupaten Tanahdatar dan Limapuluh Kota.


Hadir dikesempatan itu, Inspektur Sekdakab Tanahdatar, Altri Suandi, kepala OPD terkait serta para Kabag lainnya.

Dikatapan, kedelapan area itu yakni Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah dan tata kelola dana desa.

Irwandi berharap, OPD terkait bisa lebih optimal lagi dalam pencapaian rencana aksi KPK, sehingga seluruh target yang ditetapkan tercapai.

"Terpenting adalah aksi pencegahan korupsi benar-benar diterapkan, sehingga tidak ada celah untuk melakukan tindakan korupsi di Tanahdatar," ujarnya dalam kegiatan yang dibagi 2 sesi ini.

Karena itu, tambah Irwandi, seluruh OPD yang hadir untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya, terutama dalam menerima paparan dan masukan dari Tim KPK yang hadir.

"Rakor ini sebagai salah satu sarana memantau sejauh mana pencapaian pencegahan korupsi yang dilakukan. Terima kasih dan selamat datang atas kunjungan tim ke Tanahdatar, mohon maaf kalau ada kekurangan dalam penyambutan kami," tukas Irwandi.

Sebelumnya, Sugeng Basuki mengungkapkan, KPK di tahun 2019 lebih mengedepankan tindakan pencegahan sebagai pilar utama pencegahan korupsi. "KPK sengaja melaksanakan Monitoring Centre of Prevention (MCP) sebagai salah satu langkah pencegahan perilaku korupsi," katanya.

Sugeng menambahkan, dalam mendukung pelaksanaan kerja sehingga jauh dari perilaku korupsi, ia siap dihubungi kapan saja untuk konsultasi dan permintaan saran.

"Pemerintah tentunya diharapkan melaksanakan kegiatan sesuai tata kelola dan cara sesuai aturan yang berlaku sehingga jauh dan aman dari perilaku korupsi sehingga berurusan dengan pihak penegak hukum," katanya.

Seperti yang terjadi di daerah lain, tambah Sugeng, godaan korupsi sangat tinggi, hanya butuh 1 menit menentukan langkah korupsi atau tidak.

"Kuatkan iman, komitmen dan integritas sebagai ASN untuk tidak korupsi dengan hanya melaksanakan tugas sesuai aturan dan peraturan berlaku," tukasnya. (jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar