MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2021-01-15 11:51 WIB

Permintaan Pasport Selama Pandemi Menurun Drastis

<p>Permintaan Pasport Selama Pandemi Menurun Drastis<p>

VALORANews - Kantor Imigrasi Kelas II A Agam menyebut adanya penurunan permintaan layanan permohonan pasport sepanjang 2020. Kepala Kantor Imigrasi...

Sering Muncul di Televisi, Alasan Warga Koto Balingka Memilih Nasrul Abit

AI Mangindo Kayo | Kamis, 26-11-2020 | 22:37 WIB | 179 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Sering Muncul di Televisi, Alasan Warga Koto Balingka Memilih Nasrul Abit<p>

Calon Gubernur Sumbar, Nasrul Abit berdialog dengan warga Jorong Pemukiman Baru 1, Nagari Parik, Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat, kemarin. (istimewa)

VALORAnews - Warga Pasaman Barat punya alasan khusus, mengapa mereka menjatuhkan pilihan pada Nasrul Abit dan Indra Catri sebagai calon Gubernur dan wakil gubernur pada pemilihan serentak 2020. Di antara alasan itu adalah karena Cagub itu sering muncul di TV.

Seperti diungkapkan salah seorang warga dari Jorong Pemukiman Baru 1, Nagari Parik, Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat, Arisman. Dia mengatakan, Nasrul Abit lebih sering muncul di TV daripada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Yang menjadikan Nasul Abit mendapat tempat di hati warga Pasaman Timur adalah ketika warga Pasaman Barat melihat di siaran TVOne. Yaitu, keberanian Nasrul Abit datang ke Papua menjemput warga Minang di tengah kerusuhan di Wamena. Juga disaat kontes Liga Dangdut, Nasrul Abit ikut mendampingi Arif Lida.


Arisman salut akan kepedulian Nasrul Abit untuk warga Sumbar dalam menyelesaikan tragedi dan permasaalahn di tengah masyarakat.

Arisman mengatakan, "calon gubernur lain jarang nampak oleh saya. Makanya pilihan saya dan warga di sini jatuh ke Nasrul Abit dan Indra Catri."

Nasrul Abit hanya tersenyum-senyum saja mendengar pengakuan tulus dari Arisman.

Nasrul Abit mengatakan, kepeduliannya itu murni untuk masyarakat Sumbar. Nasrul Abit mengatakan, hal yang seperti itu telah dilakukannya sejak dia jadi bupati Pesisir Selatan. Ia mengatakan, bahwa dirinya juga dari keluarga miskin juga dulunya.

"Saya tahu nasib orang miskin. Saya selalu masuk kampung berbaur dengan masyarakat. Itu cara saya agar selalu tahu dan merasakan nasib mereka," ungkapnya.

Nasril Abit mengaku, ia tidak bisa tenang kalau ada masyarakat yang kesusahan. Ini dibuktikannya saat perantau Minang di Wamena Papua jadi korban kerusuhan tahun lalu. (dni)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar