MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2021-06-15 22:12 WIB

Penerapan Prokes Covid19 Tanpa Kompromi jadikan Desa Muara Sikabaluan Tetap Berstatus Zona Hijau

<p>Penerapan Prokes Covid19 Tanpa Kompromi jadikan Desa Muara Sikabaluan Tetap Berstatus Zona Hijau<p>

VALORAnews - Setiap pendatang yang akan masuk Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, wajib mengantongi surat hasil swab PCR, minimal Test...

Ini Pengakuan Siswi yang jadi Pemicu Dua Siswa Terlibat Duel Maut di Bukittinggi

AI Mangindo Kayo | Minggu, 07-02-2021 | 23:37 WIB | 663 klik | Kota Bukittinggi
<p>Ini Pengakuan Siswi yang jadi Pemicu Dua Siswa Terlibat Duel Maut di Bukittinggi<p>

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution. (istimewa)

VALORAnews - Siswi yang membuat dua orang siswa di Bukittinggi baku hantam hingga meregang nyawa, "AF" (16) mengaku, sudah tidak jalan bareng korban lagi. Siswi kelas 10 sebuah madrasah di Bukittinggi itu menegaskan, dirinya merasa tak terikat lagi dalam sebuah hubungan dengan korban.

"Saya berkenalan dengan "NR," siswa kelas 10 sebuah SMA swasta di Bukittinggi, sekitar tiga bulan lalu dan telah menjalin hubungan pacaran," ungkap "AF," ditemui saat melayat korban di RS Yarsi, Sabtu (6/2/2021) malam.

Diberitakan, sekitar pukul 12.01 WIB, "NR" dan "F" (16) terlibat duel di kawasan Belakang Balok. "F" yang merupakan pelajar kelas 10 sebuah madrasah ini, akhirnya meregang nyawa di RS Yarsi Bukittinggi, sekitar pukul 18.17 WIB. (Baca:Dua Pelajar di Bukittinggi Terlibat Duel Maut)


Informasi yang dikumpulkan, korban "F" diduga meninggal akibat hantaman benda tumpul. Diperkirakan akibat hantaman menggunakan helm pelaku "NR." Keduanya diketahui berkelahi di kawasan Belakang Balok tepatnya sekitaran rumah dinas wali kota Bukittinggi dan bupati Agam.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, korban berinisial F dan pelaku NR, yang keduanya masih pelajar, terlibat perkelahian di daerah Belakang Balok, berlatarbelakang peristiwa asmara.

Korban dan pelaku, terang AKP Chairul, sebelumnya sudah saling kontak untuk bertemu di tempat kejadian peristiwa (TKP). Korban datang dengan motor bersama satu orang temannya. Sedangkan pelaku juga mengendarai sepeda motor, datang ditemani dua orang temannya.

Setelah saling bertemu, jelas AKP Chairul, keduanya tanpa dibantu teman mereka masing-masing, terlibat perkelahian, dimana pelaku NR menggunakan helm menghantam kepala korban F, sehingga terjatuh ke aspal.

"Setelah korban terjatuh, pelaku NR lalu menginjak kepala korban, yang mengakibatkan korban tak berdaya. Korban dilarikan ke RS Yarsi, namun nyawanya tak tertolong," ungkap AKP Chairul.

Saat ini, pelaku NR, sekarang dengan status anak yang berurusan dengan hukum (ABH), sudah diamankan di Mapolres Bukittinggi.

Kini barang bukti berupa helm yang digunakan sudah diamankan termasuk pelaku juga sudah berada di Mapolres Bukittinggi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dijerat Pasal 80 ayat 3 UU No 35 Tahun 2004, tentang perlindungan anak junto UU No 11 Tahun 2012 tetang sistem peradilan pidana anak. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar