MITRA VALORA NEWS

4 Hari Setelah Divaksin Covid19, Nakes Berstatus Komorbid Dilarikan ke IGD

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 20-02-2021 | 06:45 WIB | 3435 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>4 Hari Setelah Divaksin Covid19, Nakes Berstatus Komorbid Dilarikan ke IGD<p>

Ilustrasi.

VALORAnews - Seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Sumatera Barat, terpaksa dirawat di RSUP M Djamil, Jumat (19/2/2021), usai jalani Vaksinasi Covid19, 15 Februari 2021. Nakes tersebut diketahui seorang komorbit Jantung, Hipertensi dan Diabetes.

"Memang ada Nakes komorbid atas nama SN yang masuk IGD pascajalani vaksinasi Covid19. Tim medis masih dalami penyebab keluhan yang disampaikan SN," ungkap Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil, Gustavianof ketika dikonfirmasi, Jumat (19/2/2021) malam.

Informasi dari keluarga korban, SN yang berdinas di RSUP M Djamil itu, awalnya telah menolak untuk divaksin. Alasannya, dia seorang komorbit. Telah pasang dua cincin pada jantung serta penderita diabetes dan hipertensi.(Baca: RSUP M Djamil Dihadapkan pada Runtuhnya Kepercayaan Publik terhadap Vaksinisasi)


Namun, Surat Edaran No: HK.02.02/I/368/2021 yang diterbitkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, membuat SN tak bisa mengelak lagi.

Surat Edaran ini mengatur tentang pelaksanaan vaksinasi Covid19 pada kelompok sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas Covid19 serta Sasaran Tunda.

Angka 2 huruf (b) beleid yang ditandatangani pada 11 Februari 2021 itu mengatur tentang pelaksanaan pemberian vaksinasi Covid19 kelompok komorbid dengan aturan sebagai berikut:

  • Hipertensi dapat divaksinasi kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg dan pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan sebelum meja skrining.
  • Diabetes dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut
  • Penyintas kanker dapat tetap diberikan vaksin.

"Kondisi jantung dan diabetes, SN selama ini terkontrol dalam batas toleransi," ungkap DF, anggota keluarga korban.

Diceritakan DF, sehari setelah divaksinasi, Selasa (16/2/2021), SN mengeluhkan sesak nafas. "Setelah perutnya saya raba, ternyata ikut mengeras. Tak seperti biasanya," ungkap DF.

"Saat itu, hanya diberikan penanganan biasa. Setelah diberikan minyak angin kayu putih, kondisi SN sedikit mereda," tambah DF.

Pada Kamis (18/2/2021) sore, SN akhirnya terpaksa dibawa konsul ke dokter spesialis jantung. Karena, keluhan sesak nafasnya makin menjadi-jadi.

"Karena kondisinya sudah mengkhawatirkan, gula darah sudah lebih dari 300 dan terjadi pembengkakan pada jantung, SN akhirnya saya larikan ke IGD M Djamil, Jumat (19/2/2021) untuk mendapatkan perawatan intensif," terang DF.

Sebelum dibawa ke IGD RSUP M Djamil, terang DF, SN juga telah dua kali jalani Test Swab. Hasilnya, kedua-duanya negatif.

"Sebagai keluarga, saya telah melarang SN untuk ikut divaksinasi. Namun, karena SE Dirjen dan 'ancaman' dari tempatnya bertugas, akhirnya SN ikut juga divaksin," ungkap DF, mengungkap latar belakang SN divaksinasi juga akhirnya. (kyo/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat