MITRA VALORA NEWS

Dakwah ala "Kyai Kampung" Efektif Tangkal Ekstrimisme dan Radikalisme

AI Mangindo Kayo | Senin, 22-02-2021 | 08:21 WIB | 255 klik | Nasional
<p>Dakwah ala " />

Pengurus Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI), KH Akhmad Khambali.

VALORAnews - Tradisi Dakwah dan Ceramah ala "Kyai Kampung" memiliki narasi yang efektif dalam menangkal ekstrimisme dan radikalisme. Diketahui, paham ini cepat menggurita seiring maraknya penggunaan media sosial dan media berbasis internet lainnya.

Hal itu dikatakan Pengurus Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI), KH Akhmad Khambali, dalam pernyataan tertulis, Senin (22/2/2021).

"Sejarah Dakwah dan Ceramah Ala Kyai Kampung di penjuru nusantara, selalu berhubungan erat dengan budaya lokal.Relasi itu menyebabkan tradisi Dakwah atau Ceramah Kyai Kampung selalu menciptakan pandangan keagamaan yang tidak kaku," ungkap Kyai Khambali.


Pernyataan ini dikatakan Kyai Khambali saat jadi narasumber pada kegiatan Diklatsar PAC Ansor Medan Amplas, Kota Medan Sumut dengan judul makalah "Peran Kyai Kampung dan Pesantren Dalam Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme."

Diklatsar Ansor Medan Amplas ini digelar di Bumi Perkemahan Cadika Medan Sumut.

Dikatakan Kyai Khambali yang juga Ketua Umum Gema Santri Nusa itu, pengakuan terhadap "Kyai Kampung" dalam hal dakwah lokal, membuat masyarakat jauh lebih lembut karena konten ceramahnya yang lembut dalam memahami agama, tidak keras, tidak kaku, tidak hitam-putih.

"Model seperti ini bisa dipakai sebagai narasi kontra-terorisme," nilai semenda rang Piaman, Sumatera Barat itu.

Menurutnya, paham keagamaan yang ekstrem dan radikal, selama ini datang dari luar Indonesia sehingga tidak mengakar pada budaya lokal.
"Pemikiran yang radikal, tidak berdasarkan nilai lokal," tegasnya.

"Rata-rata, (ajaran) yang ekstrimis tidak asli dari Indonesia sehingga menyebabkan model-model pemahaman keagamaan yang tidak lembut, tidak ramah," ujar Kyai Khambali yang juga Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara itu.

Kyai Khambali berpendapat, tradisi dakwah Kyai Kampung dan pesantren memiliki narasi yang bisa membendung radikalisme dan ekstrimisme karena didasari 3 nilai utama.

Ketiganya yaknitawassuthatau sikap tengah-tengah,tawazunyangartinyaseimbang dalam segala hal, dani'tidalyaitu dinyatakan adil dan lurus.

"Kalau yang ekstrimis itu cuman sepotong sepotong pemahaman agamanya, sehingga itu lah yang menyebabkan akhirnya bertindak seperti itu [berpaham keras dan radikal]," urai Kyai Khambali.

Berbeda dengan "Kyai Kampung," ungkap Kyai Khambali, dalam dakwahnya sangat mudah dicerna masyarakat. Selain itu, mudah mendeteksi rujukan dari kajian ilmu yang disampaikan berikut sanadnya.

"Maka dari Itu, Ansor/Banser juga salah satu bagian yang bisa memfilter dan mendeteksi budaya asing yang akan merusak tatanan dalam beragama," harapnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar