MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2021-04-16 14:15 WIB

Cegah Covid19 di Libur Lebaran, Doni Monardo: Jan Lai Ado Acara Pulang Basamo

<p>Cegah Covid19 di Libur Lebaran, Doni Monardo: Jan Lai Ado Acara Pulang Basamo<p>

VALORAnews - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C) Doni...

Sisi Lain Pelantikan Gubernur dan Wagub Sumbar di Istana

Emi Arlin Padukan 3 Budaya di Gaun Harneli Bahar dan Fitria Amalia Umar

AI Mangindo Kayo | Kamis, 25-02-2021 | 17:29 WIB | 369 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Emi Arlin Padukan 3 Budaya di Gaun Harneli Bahar dan Fitria Amalia Umar<p>

Mengenakan gaun yang mengadopsi dari Kain Batik Cauah lama, serta mengaplikasikan Rumah Adat Kajang Padati sebagai motifnya, Harneli Bahar dan Fitria Amalia Umar tampak anggun, saat mendampingi suami mereka, Mahyeldi dan Audy Joinaldy dilantik Presiden Joko Widodo, sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumbar periode 2021-2024, Kamis (25/2/2021) di Istana Negara. (istimewa)

VALORAnews - Tiga unsur budaya, melekat pada gaun yang dikenakan Harneli Bahar dan Fitria Amalia Umar, saat mendampingi suami mereka, Mahyeldi dan Audy Joinaldy dilantik Presiden Joko Widodo, sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumbar periode 2021-2024, Kamis (25/2/2021) di Istana Negara.

"Didesain unik tanpa meninggalkan budaya aslinya. Dengan mengombinasikan 3 unsur budaya, yang mempengaruhi budaya di Kota Padang dari dulu hingga kini," ungkap desainer gaun tersebut, Emi Arlin, Kamis sore.

Tiga budaya tersebut, ungkap Emi Arlin, yaitu budaya Minangkabau, Tionghoa dan Jawa.


Untuk unsur budaya Tionghoa ditampilkan pada pinggiran motif songket.

Kemudian, unsur budaya Minangkabau terdapat pada motif Rumah Adat Kajang Padati.

Sedangkan unsur budaya Jawa (Lasem) terdapat pada tumpal yang ada di motif kain cauah.

Emi Arlin mengklaim, karyanya ini merupakan songket pertama khas Kota Padang dengan motif Rumah Adat Kajang Padati berbahan kain Sutra 100%.

"Sebelumnya, belum ada songket Sutra 100% di kota Padang," tukas dia.

"Bahan sutra menjadikan Songket Khas Kota Padang motif Rumah Adat Kajang Padati ini semakin nyaman saat digunakan," urai Emi Arlin, alumnus AIP UNP Padang itu.

Eksotis dan Megah

Dijelaskan, gaun itu merupakan adopsi dari Kain Batik Cauah lama, serta mengaplikasikan Rumah Adat Kajang Padati sebagai motifnya.

"Motif ini menjadikan kain songket tersebut tampil dengan sangat eksotis dan penuh kemegahan," tukasnya.

"Semoga dengan adanya songket khas kota Padang ini, dapat menambah khasanah wastra di kota Padang dan dapat menjadi identitas kota Padang yang sangat membanggakan kedepannya," harap Emi Arlin. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar