MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2021-06-30 14:12 WIB

Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik

<p>Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik<p>

VALORAnews - Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet melantik empat pejabat administrator dan pengawas, di aula kantor bupati, Rabu (30/6/2021). Keempat...

Siap Berkolaborasi Bentuk Satgas se-Nusantara

Gema Santri Nusa Kutuk Peneror Bom Gereja Katedral Makassar

AI Mangindo Kayo | Minggu, 28-03-2021 | 18:14 WIB | 818 klik | Nasional
<p>Gema Santri Nusa Kutuk Peneror Bom Gereja Katedral Makassar<p>

Ketua Umum Gema Santri Nusa, KH Akhmad Khambali.

VALORAnews - Teror bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, telah menimbulkan rasa ketakutan.

"Seakan terorisme masih saja ada di Bumi Pertiwi ini, walau anggaran penanggulangan terorisme sangat besar," ungkap Ketua Umum Gema Santri Nusa, KH Akhmad Khambali dalam pernyataan tertulis, Ahad (28/3/2021).

Insiden itu, terang Khambali, telah menimbulkan kecaman dari berbagai pihak termasuk dari Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa).


Berkaitan dengan peristiwa tindakan bom bunuh diri tersebut, terang Khambali, Gema Santri Nusa menyatakan 10 poin imbauan, sebagai berikut:

  • 1.Teror Bom di Gereja Katedral, Ketua Umum Gema Santri Nusa menghimbau Masyarakat tidak menyebarkan Foto foto Kejadian
  • 2. Gema Santri Nusa Menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi tersebut, serta berdoa agar kekuatan Iman dan Kasih dari Tuhan menyertai seluruh anggota keluarga yang sedang berduka dan keluarga besar Keuskupan Agung Makassar.
  • 3. Gema Santri Nusa mengutuk Bahwa tindakan Bom Bunuh Diri dengan alasan apa pun yang bertentangan dengan Hukum dan Hak-hak Asasi Manusia serta atas nama Agama sangat bertentangan dengan nilai-nilai moral, agama dan norma hukum yang berlaku dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • 4. Gema Santri Nusa Mengecam keras terhadap tindakan Bom Bunuh Diri tersebut karena dapat merusak nilai-nilai kemanusiaan, agama, sosial, dan hukum.
  • 5. Gema Santri Nusa Meminta kepada seluruh umat Beragama agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan aksi-aksi yang bisa menimbulkan konflik antar umat beragama yang di dalangi oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, dan tetap memperlihatkan sikap spiritualisme dengan hidup berdasarkan kebenaran Agama sebagai pedoman hidupnya.
  • 6. Gema Santri Nusa Meminta agar segenap umat Islam dan Umat Lainnya mendoakan keluarga korban, serta memberikan perhatian dan Support bagi keluarga yang berduka.
  • 7. Gema Santri Nusa Mengajak Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, serta seluruh masyarakat untuk bersama kita mempererat persatuan dan kesatuan, serta tetap menjaga stabilitas regional dan nasional guna memperkuat ketahanan nasional. Dan ikut mendoakan supaya para pelaku bom bunuh diri bersama jaringannya dapat segera terungkap.
  • 8. Gema Santri Nusa Mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan penyebaran gambar dan video yang bisa membangkitkan rasa takut dan keresahan.
  • 9. Gema Santri Nusa Meminta dengan sangat agar Pemerintah dan TNI Polri segera berikhtiar dan bertindak untuk dapat mengungkap pelaku bom bunuh diri dan memberi tindakan yang sesuai berdasarkan hukum yang berlaku demi kebenaran dan keadilan di dalam NKRI.
  • 10. Gema Santri Nusa dari awal Siap Membentuk Satgas di seluruh nusantara, karena ajaran Radikalisme dan Ekstrimisme sudah mulai diajarkan dan menyusup ke Pendidikan Usia Dini. Hal ini kami Gema Santri Nusa Siap Berkolaborasi dengan Badan Terkait yaitu BNPT RI.

"Mari bersama menjaga kedamaian dan kesejahteraan bagi Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai," ajak Khambali. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar