MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2021-04-16 14:15 WIB

Cegah Covid19 di Libur Lebaran, Doni Monardo: Jan Lai Ado Acara Pulang Basamo

<p>Cegah Covid19 di Libur Lebaran, Doni Monardo: Jan Lai Ado Acara Pulang Basamo<p>

VALORAnews - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C) Doni...

Bukittinggi Data Aset yang bisa jadi Heritage

AI Mangindo Kayo | Jumat, 02-04-2021 | 20:44 WIB | 156 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Bukittinggi Data Aset yang bisa jadi Heritage<p>

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi foto bersama dengan peserta Konggres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Bukittinggi, Jumat (2/4/2021). (hamriadi/valoranews)

VALORAnews - Pemerintah Kota Bukittinggi perlu mempertahankan heritage, dengan membuat pola dan sejarah tertulis sehingga nantinya dapat diusulkan ke Unesco.

Demikian disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar melalui Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi di Bukittinggi, Jumat (2/4/2021).

Ia menyatakan, di Bukittinggi ini, banyak yang bisa diusulkan ke Unesco yaitu, Ngarai Sianok, Jam Gadang, Lobang Jepang bahkan budaya Minang dengan keaneka ragamannya.


"Sedangkan untuk tarian jenis tari piring sudah dipatenkan Unesco. Hal ini diusulkan masyarakat Kurai Garegeh dari sanggar Parak Batuang," katanya.

Sebut Marfendi, Bukittinggi perlu mempertahankan heritage dengan membuat pola dan sejarah tertulis sehingga nantinya dapat diusulkan ke Unesco.

Ia berharap, pada kesempatan lawatan seminar mendatang akan mengikutsertakan Dinas Pendidikan, Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Perpustakaan termasuk bidang Kearsipan.

"Tujuan diikutsertakan instansi tersebut di atas agar mengklarifikasikan apa saja yang bisa dijadikan heritage, termasuk berupa fisik dan non fisik," ucapnya.

Kata dia, ide mempertahankan heritage, dengan membuat pola dan sejarah tertulis itu, setelah mengikuti Konggres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Balai Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh pada Senin -- Selasa (29-30/3/2021).

Menurut dia, pada acara tersebut juga dibahas di bidang kebudayaan, seperti tempat keramat di Kirgistan yang dipatenkan oleh Unesco.

Hadir saat mengikuti pra kongres JKPI sebanyak 33 kabupaten dan kota diseluruh Indonesia, dan dihadiri kepala daerah masing-masing termasuk peserta perwakilan dari luar negeri.

"Di Bukittinggi sendiri, sebetulnya banyak tempat yang bisa diakui sebagai heritage bahkan dapat juga diusulkan ke Unesco," paparnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar