MITRA VALORA NEWS

Polda Sumbar Tangkap 5 Penambang Emas Ilegal di Pasaman

AI Mangindo Kayo | Minggu, 11-04-2021 | 16:54 WIB | 140 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Polda Sumbar Tangkap 5 Penambang Emas Ilegal di Pasaman<p>

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Joko Sadono memperlihatkan barang buktii hasil tangkapan, di Padang, Jumat (9/4/2021). (veby rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menangkap tujuh tersangka kasus tambang ilegal yakni tambang emas ilegal serta tambang pasir dan batu ilegal di Pasaman. Kelima tersangka yaitu AA, EA, RWP, J dan N.

"Kelima orang ini ditangkap di aliran Batang Pasaman Lanai Hilir, Kenagarian Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Rabu (7/4)," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Joko Sadono di Padang, Jumat (9/4/2021).

Bersama tersangka, petugas menyita dua unit alat berat yang digunakan untuk menambang emas di lokasi itu.


"Lokasi tambang berada di tengah hutan dan akses jelek, membuat kita sampai di lokasi sekitar pukul 05.00 WIB. Kita langsung amankan pelaku dan barang bukti lainnya," kata Kombes Joko.

Ia mengatakan, untuk tersangka AA dan EA, bertugas sebagai pengawas lapangan, RWP dan J operator alat berat serta N bertugas sebagai operator cadangan.

"Kita menyita satu alat berat dan satu mesin kontrol karena alat berat rusak, sehingga tidak bisa digerakkan. Dua karpet, satu timbangan digital dan buku catatan," kata dia.

Ia mengatakan, akan lakukan pengembangan kasus untuk mencari pemodal tambang ilegal ini.

Kelima tersangka bakal dijerat Pasal 158 UU No 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara junto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana kurungan lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Tambang Batu di Kampung Tanjung

Sementara, untuk kasus tambang pasir dan batu ilegal, berlokasi di Kampung Tanjung Kecamatan Kuranji Kota Padang.

Petugas menangkap dua pelaku berinisial A dan BR pada Jumat (26/3/2021) di lokasi penambangan tanpa izin tersebut.

Dari lokasi pihaknya menyita lima unit alat berat jenis ekskavator, satu mobil truk dan nota bon.

Pengungkapan kasus ini juga berawal dari laporan masyarakat dan dilakukan pengembangan sehingga dilakukan pengungkapan.

Kedua pelaku saat ini ditahan di Mapolda Sumbar dan dijerat pasal 158 UU 3 Tahun 2000 tentang perubahan UU 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman pidana kurungan lima tahun dan denda maksimal Rp100 miliar. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar