MITRA VALORA NEWS

Gubernur Pimpin Upacara Pelepasan, Mahyeldi: Tiru dan Pelihara Keteladanan Pak Rusdi Lubis

AI Mangindo Kayo | Selasa, 27-04-2021 | 16:58 WIB | 441 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Gubernur Pimpin Upacara Pelepasan, Mahyeldi: Tiru dan Pelihara Keteladanan Pak Rusdi Lubis<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi beserta istri dan Wagub Audy Joinaldy melepas jenazah almarhum Rusdi Lubis di kantor gubernur, Selasa (27/4/2021). (kominfo)

VALORAnews - Sumatera Barat kehilangan salah satu putra terbaiknya. Pamong senior, tokoh pemekaran Pasaman Barat dan Sekretaris Daerah Sumbar periode tahun 2000-2005 Rusdi Lubis, meninggal dunia Selasa (27/4/2021) pukul 03.00 WIB dini hari, di Padang.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi bersama Wakil Gubernur Audy Joinaldy, Pj. Sekdaprov, Ketua TP PKK Sumbar beserta kepala OPD dan pejabat dari kabupaten kota memberikan penghormatan terakhir kepada pria kelahiran Ujung Gading, Pasaman 75 tahun lalu ini, di Kantor Gubernur Sumbar, Selasa siang.

Sebelumnya, almarhum yang meninggalkan 1 istri dan 4 anak ini disholatkan di Masjid Iqra' di komplek rumahnya di Alai Parak Kopi, kemudian dilanjutkan di Masjid Raya Sumbar. Sholat diimami langsung oleh salah seorang putra almarhum.


Di awal acara pelepasan, Kepala Bappeda Sumbar, Hansastri mewakili pihak keluarga menyampaikan terimakasih pada Pemerintah Provinsi yang sudah memberikan kehormatan melalui acara pelepasan sekaligus permohonan maaf jika almarhum selama bertugas di Pemprov Sumbar ada kesalahan.

"Pergaulan selama bertugas dan bahkan 15 tahun setelah pensiun, beliau masih banyak berinteraksi dengan jajaran Pemda Sumbar. Dalam interaksi tersebut jika ada kesalahan beliau, atas nama keluarga besar Rusdi Lubis, saya mohon dimaafkan," ujar Hansastri.

Hansastri juga menyebut salah satu prinsip hidup Rusdi Lubis yang pernah disampaikannya dan selalu diterapkan selama hayatnya adalah berusaha agar setiap hari itu ada paling kurang ada 1 orang yang ditolong dan dimudahkan urusannya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dalam sambutannya menyampaikan rasa kehilangan yang sangat besar atas kepergian almarhum Rusdi Lubis yang sering berinteraksi dengannya saat menjadi anggota DPRD Sumbar.

Menurutnya, begitu banyak keteladanan dan pengajaran yang diberikan selama almarhum menjabat di Kota Padang, Kabupaten Solok, Kota Bukittinggi hingga Provinsi Sumbar. Bahkan karya tulisnya juga banyak yang menjadi acuan bagi banyak Pamong dan ASN sampai sekarang.

"Kita Pemprov Sumbar dan sebagian besar masyarakat Sumbar merasakan kehilangan. Begitu banyak karya-karya beliau dan kader-kader beliau. Semoga didikan, pengajaran yang telah beliau berikan akan menjadi amal sholeh bagi pak Rusdi Lubis."

:Termasuk prinsip hidup beliau untuk tidak melewatkan satu hari tanpa membantu memudahkan urusan orang, itu sangat luar biasa. Keteladanan dari beliau ini mari kita tiru, kita pelihara dan terus dilaksanakan," terangnya.

"Saya banyak berinteraksi dengan beliau, khususnya ketika saya di DPRD Sumbar. Sering bertemu beliau itu di masjid. Beliau berpisah dengan kita dalam keadaan tersenyum, semoga almarhum husnul khotimah. apalagi ini di bulan Ramadhan. Kepada keluarga, anak-anak agar mendoakan dan bersabar dengan taqdir ini," ungkap Mahyeldi.

Usai acara pelepasan, jenazah dibawa ketempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Padang.

Riwayat Hidup

Rusdi Lubis menjabat sabagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Barat periode 2002 sampai 2005 saat pemerintahan Gubernur Zainal Bakar.

Rusdi Lubis lahir di Ujung Gading, Lembah Melintang, Pasaman Barat, Sumatra Barat, 13 Juli 1945, usia 75 tahun.Rusdi merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara (Wardiyah, Nirwan, Yusda, Deswati, Bahagia, dan Yulia Putri), dari pasangan Ramli dan Umi Kalsum.

Kedua orang tua Rusdi Lubis adalah tamatan Sekolah Agama, Buya (Ayah) menyelesaikan sekolahnya di kelas tujuh Sekolah Agama di Normal Islam School Padang (setingkat MAN), yaitu di daerah Jati. Sama halnya dengan Buya, Umak (Ibu) juga tamatan dari Sekolah Agama, yaitu Sekolah Agama Jamiatun Nisa' yang berada di daerah Ujung Gading, Pasaman Barat. Sehingga Rusdi Lubis dibesarkan dan dididik dalam keluarga yang memiliki pengetahuan agama kuat.

Semasa hidupnya almarhum pernah menjabat sebagai PNS pada Bagian Keuangan Pemkab Pasaman (1966). Ajudan Bupati Pasaman merangkap sebagai Humas Pemkab Pasaman (1967-1968), Pengajar APDN Bukittinggi (1970), Pembantu Derektur III Bidang Tenaga Pendidikan APDN Bukittinggi (1971-1975), PNS Subdit Pemerintahan Desa Provinsi Sumatra Barat (1977).

Selanjutnya, Kepala Seksi Transmigrasi Provinsi Sumatra Barat (1978), Kepala Bagian Pengembangan Kota Padang

Kabag Ketataprajaan Kota Padang, Sekretaris Penyelenggaraan Raker Pemda Sumbar, PNS Bappeda Kabupaten Solok (1985-1986), Kepala Bappeda Kab. Solok (1986-1990), Sekretaris Daerah Kabupaten Solok (1990-1997), Sekretaris Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota (1997-1999).

Dan kemudian sebagai Asisten Ketataprajaan Setwilda Provinsi Sumatra Barat (1999-2000), Pejabat Wali Kota Bukittinggi (1999-2000), Asisten Pemerintahan Setdaprov Sumbar (2001-2002), Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Barat (2002-2015).

Kemudian, Ketua Dewan Pengawas/Komisaris Utama BPD Sumatra Barat (2004-2007), Tenaga Ahli DPRD Provinsi Sumbar (2007), Dosen Luar Biasa Fisip Unand Padang (2007), Widyaswara Luar Biasa Diklat Regional Dept. Dalam Negeri (2005), Ketua Sekolah Tinggi Administrasi (STIA) Adabiah Padang, Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumbar (2012-sekarang). (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar