MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2021-06-15 22:12 WIB

Penerapan Prokes Covid19 Tanpa Kompromi jadikan Desa Muara Sikabaluan Tetap Berstatus Zona Hijau

<p>Penerapan Prokes Covid19 Tanpa Kompromi jadikan Desa Muara Sikabaluan Tetap Berstatus Zona Hijau<p>

VALORAnews - Setiap pendatang yang akan masuk Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, wajib mengantongi surat hasil swab PCR, minimal Test...

Varian Baru Covid19 Masuk Indonesia, Dr Andani: Sumbar Potensi Samai India dalam Lonjakan Kasus

AI Mangindo Kayo | Senin, 10-05-2021 | 19:43 WIB | 175 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Varian Baru Covid19 Masuk Indonesia, Dr Andani: Sumbar Potensi Samai India dalam Lonjakan Kasus<p>

Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr dr Andani Eka Putra MSc.

VALORAnews - Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr dr Andani Eka Putra MSc mengungkapkan, peningkatan kasus positif secara tajam terjadi sejak tanggal 14 April 2021 hingga hari ini. Secara statistik, peningkatan kasus positif Covid19 secara nasional dan di Sumatera Barat secara khusus, cenderung terjadi pada momen hari besar dimana orang banyak berkumpul secara fisik.

"Momen seperti Lebaran 2020, Natal 2020 dan libur tahun baru 2021 terjadi lonjakan kasus Covid19 karena pada momen tersebut, orang-orang berkumpul dan berinteraksi secara fisik. Dalam pertemuan tersebut, penularan terjadi dari individu suspect pada orang lain," ungkap Andani di Padang, Senin (10/5/2021).

Dikatakan, kasus positif Covid19 Sumatera Barat per 8 Mei 2021, berjumlah 2.555 kasus atau setara dengan 6.58%. Data yang dikeluarkan Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Unand, menunjukkan bahwa kasus positif Covid19 mengalami trend kenaikan selama April 2021.


Di Sumatera Barat, trend peningkatan kasus positif menjelang lebaran tahun 2021 ini, sangat mengkhawatirkan karena kenaikannya sangat drastis dan signifikan. Rata-rata kasus positif di Sumatera Barat per April 2021, mengalami kenaikan dua kali bulan Maret (6.73%), dimana rata-rata positif Covid-19 bulan April ini 12.42%.

Pada bulan April ini pula, ungkap dia, terjadi lonjakan kasus positif tertinggi hingga mencapai rata-rata positif 17.6%. Lonjakan kasus positif yang sangat tajam terjadi pada 17 April 2021 dengan total jumlah kasus positif 3.028. Jumlah ini melonjak dua kali lipat dari hari sebelumnya, dengan jumlah kasus positif 1.455.

Selain itu, peningkatan kasus positif Covid19, terjadi hampir di semua kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Beberapa kota dengan rata-rata positif sangat tinggi adalah Bukittinggi (22.85%), Kota Solok (20%), Kota Payakumbuh (14.41%), Kota Sawahlunto (12.79%) dan Kota Pariaman (11.47%).

Sementara, kabupaten dengan rata-rata positif di atas 10%, seperti Sijunjuang (17.90%), Dharmasraya (15.76%) dan Agam (11.56%).

Kota Padang Panjang, meskipun rata-rata kasus positif di bawah 10%, lonjakan kasus sangat tajam di minggu keempat April, dari 8% pada minggu ketiga, melonjak menjadi 16.77% atau dua kali lipat pada minggu keempat.

Begitu juga dengan kota Pariaman yang meningkat dua kali lipat, dari 10.96% pada minggu ketiga, menjadi 21.68% pada minggu keempat. Lonjakan kasus juga terjadi di beberapa kabupaten seperti Pasaman Barat, dari 7.91% pada mingu ketiga, menjadi 22.08% atau tiga kali lipat pada minggu keempat, Pesisir Selatan dari 6.31% di minggu ketiga menjadi 16.74% pada minggu keempat.

"Lonjakan kasus ini, ditengarai terjadi karena meningkatnya arus mobilitas orang dari berbagai daerah yang masuk ke Sumbar dan tidak taat dengan protokol kesehatan," tegas Andani yang juga Ketua Pengurus Yayasan SENARAI.

Selain itu, yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya keengganan masyarakat untuk melakukan swab ketika datang dari luar propinsi/kota dan atau terindikasi memiliki kontak erat dengan kasus positif. Kondisi ini menyebabkan rendahnya tingkat pengujian dan penelusuran dalam pengendalian Covid19.

"Dampaknya, rata-rata pemeriksaan (testing) di seluruh kabupaten/kota sangat rendah dibanding rata-rata kasus positif," urai Andani yang juga Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Penanganan Pandemi Covid19.

Mencermati kondisi Covid19 dan perilaku masyarakat dalam merespon dan menyikapi Covid19, urai Andani, dikhawatirkan Sumbar akan mengikuti India dalam hal lonjakan kasus positif Covid19.

"Selain trend peningkatan kasus positif yang terus mengalami peningkatan tajam, sudah masuk dan beredarnya varian baru Covid19 ke Indonesia, juga dikhawatirkan menjadikan Sumatera Barat sebagai lautan Covid19," tegasnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar