MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2021-06-15 22:12 WIB

Penerapan Prokes Covid19 Tanpa Kompromi jadikan Desa Muara Sikabaluan Tetap Berstatus Zona Hijau

<p>Penerapan Prokes Covid19 Tanpa Kompromi jadikan Desa Muara Sikabaluan Tetap Berstatus Zona Hijau<p>

VALORAnews - Setiap pendatang yang akan masuk Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, wajib mengantongi surat hasil swab PCR, minimal Test...

4 Pemancing dan Awak Kapal KM Gunung Rajo Dinyatakan Hilang di Perairan Nias

AI Mangindo Kayo | Kamis, 03-06-2021 | 09:11 WIB | 173 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>4 Pemancing dan Awak Kapal KM Gunung Rajo Dinyatakan Hilang di Perairan Nias<p>

Personel Basarnas Mentawai, tengah memantau perairan menuju Pulau Nias, dalam upaya melakukam pencarian 4 penumpang plus awak KM Gunung Rajo, kemarin. (daniwarti/valoranews)

VALORAnews - Kapal Motor (KM) Gunung Rajo masih belum ditemukan keberadaannya sejak dinyatakan hilang kontak pada 27 Nei 2021 lalu. Upaya pencarian yang dilakukan personel Badan SAR Mentawai dan pihak terkait lainnya, masih belum membuahkan hasil.

"Kapal yang berisikan empat orang awak itu berlayar menuju Kota Padang setelah memancing sekitar 30 mil dari perairan barat Pulau Tanambala di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara," ungkap Ka Kansar Mentawai, Akmal, baru-baru ini.

Dikatakan, kapal pencari Basarnas Mentawau dengan merk lambung Ranawijaya, telah melakukan upata pencarian, namun hingga berita ini diturunkan masih belum membuahkan hasil.


"Ada warga di Desa Simelagi, menemukan sebuah peti fiber ikan. Tapi kita belum bisa memastikan apakah peti itu berasal dari KM Gunung Rajo yang hilang itu," ungkap Akmal.

Ditambahkan Hendri, personel Basarnas Mentawai yang memimpin langsung pencarian itu, satu-satunya jalan pencarian adalah dengan menggunakan speedboot.

Hendri mengatakan, masyarakat Simalegi melihat ada peti fiber dan ikan yang berserakan disekitar peti tersebut.

"Warga itu tidak bisa melihat keseluruhan peti, karena mereka sedang berada di ladang, warga tersebut hanya bisa melihat bagian ujung petu itu saja," ungkap Hendri.

Di hari kedua pencarian, Basarnas Mentawai mendapat laporan dari masyarakat bahwa salah satu kapal nelayan jenis tundo, sempat bertemu dengan kapal Gunung Rajo. Waktu itu mereka sempat berkomunikasi lewat radio.

"Dalam komunikasi itu salah satu awaknya mengatakan kalau mereka hendak menuju Padang. Saat itu kondisi cuaca cukup buruk. Tapi setelah kapal nelayan itu sampai di Pokai, mereka tidak bisa lagi berkomunikasi," ungkap Hendri.

Hendri selaku pimpinan dalam pencarian itu mengatakan, pencarian berjalan dengan penuh tantangan dengan gelombang yang cukup besar di laut lepas antara Pulau Siberut dan Nias.

Sementara personil yang diturunkan dari Basarnas berjumlah 21 orang terdiri dari Koramil 01 Sikabaluan, Polsek Sikabaluan dan BPBP. (dni)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar