MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2021-06-30 14:12 WIB

Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik

<p>Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik<p>

VALORAnews - Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet melantik empat pejabat administrator dan pengawas, di aula kantor bupati, Rabu (30/6/2021). Keempat...

BIM Hadirkan Layanan Non Tunai, Wahyu: Trend Pembayaran Digital Terus Meningkat

AI Mangindo Kayo | Selasa, 15-06-2021 | 21:09 WIB | 280 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>BIM Hadirkan Layanan Non Tunai, Wahyu: Trend Pembayaran Digital Terus Meningkat<p>

Tangkapan layar peluncuran Implementasi Non Tunai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa (15/6/2021). (istimewa)

VALORAnews - Teknologi digital telah hadir di setiap sudut kehidupan. Tren digitalisasi mempengaruhi perekonomian, mengubah pola transaksi masyarakat dan men-disrupsi fungsi-fungsi konvensional termasuk sektor keuangan.

"Perkembangan digitalisasi ini, menuntut adanya metode pembayaran yang serba cepat, mobile, aman, dan murah," ungkap Kepala KPw BI Sumatera Barat, Wahyu Purnama A saat press conference Implementasi Non Tunai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa (15/6/2021).

Dalam keterangan pers secara virtual itu, hadir Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, Yos Suwagiyono (EGM BIM), perwakilan BRI, BNI dan undangan lainnya.


Menurut Wahyu, transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh, sejalan dengan meningkatnya akseptasi masyarakat untuk berbelanja secara online, meluasnya pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

"Tren digitalisasi ini akan terus berkembang pesat didorong pesatnya digitalisasi, inovasi dan perluasan ekosistem baik secara geografis dan segmentasi," urainya.

Penggunaan transaksi non tunai atau digital, menurutnya, dapat mempercepat proses pembayaran, membantu pengelolaan pengeluaran/belanja individu dengan lebih baik, dan higienis terutama dalam masa pandemi saat ini.

"Saat ini, tingkat implementasi Ekonomi Keuangan Digital Sumbar berada pada peringkat 5 di seluruh Indonesia dan peringkat 5 implementasi QRIS se-Sumatera," urainya.

Sebagai bukti dari pesatnya perkembangan ekonomi digital di Sumbar, menurut dia, pesatnya perkembangan akseptasi QRIS di Sumatera Barat. Saat ini, di Sumatera Barat telah terbentuk beberapa kampung QRIS, penggunaan QRIS pada komunitas kuliner, warung, UMKM dan lainnya.

"Tidak hanya itu, QRIS juga semakin banyak digunakan pada transaksi pendapatan Pemerintah Daerah yaitu pajak dan retribusi sebagai bentuk tindak lanjut dari pembentukan TP2DD yang telah terbentuk di seluruh pemerintahan daerah di Sumatera Barat," tukasnya.

Implementasi digitalisasi pada setiap project pembangunan, terangnya, jadi strong point dari perkembangan ekonomi keuangan digital di Sumatera Barat. Contohnya, Pembangunan Jalan tol Padang-Pekanbaru yang sedang berjalan, diiringi dengan rencana implementasi pembayaran non tunai dalam ekosistemnya seperti pembayaran non-tunai pada gerbang tol.

"Saat ini, Angkasa Pura II bekerjasama dengan BNI dan BRI, akan melakukan implementasi transaksi non-tunai pada portal masuk area Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang merupakan langkah awal yang strategis dalam memperluas penggunaan transaksi non-tunai," tukas dia.

"Kami berharap, ke depannya transaksi non-tunai dapat diimplementasikan pada seluruh proses bisnis di Bandara Internasional Minangkabau dalam mendukung peningkatan ekonomi digital di Sumatera Barat khususnya pada lingkungan transportasi udara."

"Kita telah bersama-sama mengetahui bahwa beberapa transaksi di BIM belum sepenuhnya non-tunai. Pembayaran parkir, gate pass, berbelanja di toko yang berada di BIM pun belum seluruhnya dapat menerima transaksi non-tunai. Pada hari ini, 15 Juni 2021, kita akan bersama-sama mendengarkan perubahan hal tersebut, terkait inovasi implementasi transaksi non-tunai di lingkungan BIM.

"Bank Indonesia berharap rencana implementasi non-tunai pada seluruh layanan bisnis di BIM dapat berjalan dengan baik, dapat meningkatkan efektifitas, efisiensi serta kualitas layanan BIM, serta peningkatan bisnis BIM sendiri," tegasnya.

Wahyu berharap, semangat dan inovasi yang dibawa BIM ini, dapat diikuit instansi-instansi lainnya seperti sektor layanan transportasi darat, transportasi laut serta pelaku bisnis lainnya di Sumatera Barat.

"Oleh karena itu, sinergitas seperti ini antara Bank Indonesia, pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten maupun kota, PJSP, pelaku bisnis, serta instansi lainnya sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, inklusif, dan berkelanjutan," terangnya.

"Semoga, sinergi kita semua dalam mendorong perekonomian digital khususnya di Sumatera Barat terus meningkat," tegasnya. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar