MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2021-06-30 14:12 WIB

Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik

<p>Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik<p>

VALORAnews - Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet melantik empat pejabat administrator dan pengawas, di aula kantor bupati, Rabu (30/6/2021). Keempat...

Siswa Sekolah Berasrama di Padang Panjang Wajib Jalani Rapid Antigen

AI Mangindo Kayo | Senin, 14-06-2021 | 20:29 WIB | 453 klik | Kota Padang Panjang
<p>Siswa Sekolah Berasrama di Padang Panjang Wajib Jalani Rapid Antigen<p>

Wawako Padang Panjang, Asrul menjelaskan kewajiban rapid antigen bagi siswa siswi di sekolah berasrama dalam sebuah kegiatan, Senin (14/6/2021). (kominfo)

VALORAnews - Pemko Padang Panjang wajibkan uji tes Covid19 (rapid antigen) terhadap siswa-siswi sekolah berasrama di kota berhawa dingin itu. Langkah ini merupakan upaya memutus penyebaran Covid19 khususnya dalam pencegahan timbulnya cluster sekolah, sebelum pelaksanaan belajar tatap muka dimulai.

"Kalau hasilnya negatif, siswa dibolehkan masuk ke asrama. Sedangkan yang positif, mereka akan dipulangkan ke kampung halaman untuk melakukan isolasi mandiri. Setelah itu kami juga melakukan tracking terhadap yang kontak erat dengan bersangkutan," ungkap Wawako Padang Panjang, Asrul saat talk show di sebuah stasiun radio di Kota Padang, Senin (14/6/2021).

Dikatakan Asrul, rapid antigen ini diutamakan pada siswa-siswi yang bukan berasal dari Kota Padang Panjang terkhusus di sekolah yang memiliki asrama. Ini merupakan upaya Pemko menghambat laju penyebaran wabah Covid19 di sekolah-sekolah.


"Setelah dilakukan tes Covid19, beberapa siswa yang baru pulang dari kampung halaman ternyata positif. Lalu diambil kebijakan melakukan tes swab bagi seluruh siswa, sehingga ditemukan kasus positif Covid19 seperti kasus di SMAN 1 Padang Panjang," ungkap Asrul.

"Pemko juga telah memulangkan para siswa yang positif Covid19 itu ke kampung halamannya untuk melakukan isolasi mandiri," tambah Asrul yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Nuryanuwar,.

Ditambahkan Asrul, walau muncul cluster sekolah di Kota Padang Panjang ini terjadi, Pemko akan tetap menjalankan pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran daring (dalam jaringan/online-red). Asrul menilai, pembelajaran tatap muka lebih baik dibandingkan daring.

"Tatap muka dijalankan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Pembelajaran tatap muka ini lebih baik daripada online. Pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin melakukan pengawasan yang ketat dengan aturan-aturan yang telah dikeluarkan pusat maupun provinsi," terangnya.

"Contohnya, kehadiran siswa hanya 50%. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah di Kota Padang Panjang," tambahnya.

Pemko, kata Asrul, juga selalu melakukan evaluasi dan lakukan pengawasan yang ketat melalui Tim Satgas Covid19 setiap harinya. Mengawasi bagaimana penerapan protokol kesehatan benar-benar terlaksana di sekolah itu.

Satgas Covid-19 juga secara berkala melakukan razia terhadap masyarakat yang masih melanggar Perda No 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) yang sering dipusatkan di lingkungan Pasar Pusat Padang Panjang.

Asrul mengimbau seluruh masyarakat, untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah berlaku. Di antaranya wajib memakai masker, mencuci tangan, menjaga jaga jarak, menghindari kerumunan serta meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumi vitamin dan makanan yang sehat.

"Hal ini berlaku bagi semuanya, termasuk pendatang yang berkunjung ke Padang Panjang. Mudahan-mudahan dengan telah kita patuhi ini, bisa membantu diri sendiri dan orang lain," harapnya. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar