MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2021-06-30 14:12 WIB

Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik

<p>Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik<p>

VALORAnews - Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet melantik empat pejabat administrator dan pengawas, di aula kantor bupati, Rabu (30/6/2021). Keempat...

Penerapan Prokes Covid19 Tanpa Kompromi jadikan Desa Muara Sikabaluan Tetap Berstatus Zona Hijau

AI Mangindo Kayo | Selasa, 15-06-2021 | 22:12 WIB | 600 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Penerapan Prokes Covid19 Tanpa Kompromi jadikan Desa Muara Sikabaluan Tetap Berstatus Zona Hijau<p>

Tim penilai lomba nagari (desa) berprestasi tingkat Sumbar 2021, foto bersama dengan Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake dan unsur Forkopimda usai melakukan penilaian di Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Selasa (15/6/2021). (daniwarti/valoranews)

VALORAnews - Setiap pendatang yang akan masuk Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, wajib mengantongi surat hasil swab PCR, minimal Test Antigen. Kebijakan ketat dari pemerintahan terendah di Kabupaten Kepulauan Mentawai itu, menjadikan desa berpenduduk 2.547 jiwa ini, berstatus zona hijau sejak pandemi Covid19 meruyak di Indonesia pada Maret 2020 lalu.

"Siapapun yang datang jika tak dilengkapi surat hasil swab, maka dengan berat hati kami tolak sejak mendaratkan kakinya di Pelabuhan Pokai," ungkap Kepala Desa Muara Sikabaluan, Aprijon, Selasa (15/6/2021). Pelabuhan Pokai merupakan satu-satunya pintu masuk ke desa tersebut.

Komitmen untuk ketat dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid19 ini, terang Aprijon, diberlakukan tanpa pandang bulu.


"Pernah satu kali, saat rombongan anggota DPRD Mentawai lakukan kunjungan kerja ke desa kami ini, terpaksa harus kembali ke Tua Peijat, ibu kota kabupaten Mentawai, karena satupun dari rombongan itu memiliki hasil swab," ungkap Aprijon.

Diakuinya, penerapan Prokes yang ketat, merupakan modal utama Desa Muara Sikabaluan, melawan penyebaran Covid19. Dampaknya, selama pandemi Covid19 yang terus mengganas, desa tersebut berhasil mengawal warganya tidak terjangkit virus corona baru yang wabahnya berawal dari Wuhan, China itu dengan nama severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Walau telah ketat menerapkan Prokes, ungkap Aprijon, tetap saja daerah seluas 98 km persegi ini kecolongan. Dalam satu kesempatan, dua orang pedagang terlanjur masuk ke Desa Muara Sikabaluan tanpa dilengkap dokumen terbebas dari Covid19.

"Oleh Tim Posko Covid19 Desa Muara Sikabaluan, kedua pedagang itu langsung dikarantina dan dilakukan swab," terangnya.

"Ternyata, keduanya positif terpapar Covid19. Mereka kemudian langsung diisolasi di rumah karantina yang telah dibangun hingga mereka dinyatakan sembuh dari Covid19," tambah Aprijon.

Rumah karantina Covid19 Desa Muara Sikabaluan ini merupakan tindaklanjut dari Instruksi Mendagri No 03 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro dan Pembentukan Posko Terpadu Penanganan Covid19 sampai tingkat Desa, dalam rangka pengendalian penyebaran Covid19.

Untuk Prokes Covid19 lainnya, Desa Muara Sikabaluan juga memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sekaligus penegakan Prokes yaitu mengenakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan (3M).

"Desa Muara Sikabaluan mengaktifkan Posko PPKM Covid19 yang didalamnya ada Babinkamtibmas dan Babinsa," ungkap Aprijon.

"Posko PPKM ini didirikan dengan memanfaatkan Dana Desa dalam menanggulangi Covid19. Salah satu bentuk kegiatan yang telah dilakukan yakni menyediakan 30 titik tempat cuci tangan dan biaya operasional rumah karantina," tambah Aprijon yang didampingi perangkat desa lainnya.

Desa Muara Sikabaluan termasuk desa yang tua dan merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Siberut Utara. Desa ini terdiri dari lima dusun yaitu Dusun Muara, Pokai, Nang Nang serta dua dusun di pulau berbeda yaitu Dusun Bose dan Puran.

Hasil yang menonjol dari desa ini adalah ikan, pisang, pinang, keripik, keladi dan aneka kerajinan.

Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake mengapresiasi komitmen jajaran pemerintahan Desa Muara Sikabaluan dalam melakukan langkah antisipatif penularan Covid19. Buah dari konsistensi itu, terangnya, Desa Muara Sikabaluan jadi utusan Kabupaten Kepulauan Mentawai mengikuti Lomba Desa (Nagari) Berprestasi 2021 Tingkat Sumbar.

"Selain sukses dalam penanggulangan pandemi Covid19, pemerintahan Desa Muara Sikabaluan juga memiliki terobosan lain dibidang e-government, keterbukaan informasi publik dan berbagai inovasi di sektor perekonomian," terangnya.

Libatkan Semua Pihak

Tenaga Ahli Bidang Penanganan Pandemi Covid19 Menteri Kesehatan RI, Dr Andani Eka Putra bersama Yayasan Senarai merekomendasikan sejumlah kebijakan dalam pengendalian Covid19.

"Mencermati kondisi Pandemi Covid19 serta perilaku masyarakat dalam merespon dan menyikapi penyebaran virus yang menyerang sistem pernafasan ini, jika tak ada upaya pencegahan secara ketat, dikhawatirkan Sumbar akan mengikuti India dalam hal lonjakan kasus positif," ungkap Andani dalam pernyataan tertulisnya.

Selain disebabkan trend peningkatan kasus positif yang terus mengalami peningkatan tajam, juga disebabkan faktor sudah masuk dan beredarnya varian baru Covid19 ke Indonesia.

Menurut Andani yang juga Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), pemerintah daerah hingga pemerintahan terendah (desa/nagari), mesti terus didorong untuk mendirikan rumah isolasi nagari yang memenuhi kriteria bagi warga nagari yang positif Covid19.

Kemudian, mendorong pelibatan alim ulama dan tokoh masyarakat dalam memberikan pemahaman tentang pandemi Covid19 pada masyarakat. Mendorong pemerintah memperketat pengawasan pelaksanaan Prokes di lapangan dengan tetap melibatkan TNI, POLRI dan Satpol PP;

Selanjutnya, mendorong pemerintah menindak tegas rumah makan, restoran, caf, dan sejenis yang tidak patuh dengan protokol kesehatan; mendorong pemerintah untuk memperkuat peran satgas nagari/kelurahan dalam memastikan berjalannya protokol kesehatan, membangun peraturan nagari tentang penanggulangan covid-19, dan menyediakan lokasi isolasi bagi pendatang baru dari luar daerah;

Lalu, mendorong pemerintah kabupaten/kota menyediakan tempat karantina bagi pendatang baru serta mendorong pemerintah kabupaten/kota melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, kader kesehatan dan aparat pemerintah nagari dalam melakukan peningkatan tracing kasus. (kyo/dni)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar