MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2021-06-30 14:12 WIB

Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik

<p>Pejabat Administrator dan Pengawas Dinkes Mentawai Dilantik<p>

VALORAnews - Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet melantik empat pejabat administrator dan pengawas, di aula kantor bupati, Rabu (30/6/2021). Keempat...

Tim Peneliti Fateta Unand Daftarkan Paten untuk Nasi Padang Instan, Feri Arlius: Tahun 1 Tahun

AI Mangindo Kayo | Jumat, 25-06-2021 | 20:59 WIB | 164 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Tim Peneliti Fateta Unand Daftarkan Paten untuk Nasi Padang Instan, Feri Arlius: Tahun 1 Tahun<p>

Penyerahan dokumen pendaftaran paten Nasi Padang Instan oleh Tim Peneliti Fakultas Teknologi Pertanian Unand, Dr Feri Arlius Dt Sipado didampingi jajaran kepada Ketua LPPM Unand, Uyung Gatot, Jumat (25/6/2021). (istimewa)

VALORAnews - Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (Fateta Unand), daftarkan hak paten untuk Nasi Padang Instan, Jumat (25/6/2021). Paten ini diajukan terkait keberhasilan tim peneliti Fateta Unand, mendapatkan metode yang tepat untuk mengawetkan nasi, rendang, dendeng dan sayuran, sehingga bisa tahan lama dalam penyimpanan.

"Paten ini didaftarkan atas inovasi penelitian mereka menciptakan nasi, rendang, dendeng dan sayuran yang dapat disimpan sampai 1 tahun pada suhu ruangan biasa, dan pemanas air instan (self heating) untuk memasak dan menghangatkan kembali nasi, randang, dendeng, dan sayuran tersebut," ungkap Ketua Tim Peneliti Fateta Unand, Dr Feri Arlius Dt Sipado dalam pernyataan tertulis.

Selain Dr Feri Arlius yang juga Dekan Fateta Unand, tim peneliti lainnya yakni Daimon Syukri Ph.D dan Cesar Welya Refdi Msi. Penelitian ini dilakukan sejak 3 bulan lalu di Laboratorium Pangan dan Hasil Pertanian Fateta Unand.


"Dehidrasi atau pengurangan kadar air dari nasi dan sayuran yang dilakukan pada suhu dan waktu tertentu, menghasilkan nasi dan sayuran dehidrasi yang kemudian disimpan dalam kemasan vacuum. Untuk randang dan dendeng juga dilakukan sterilisasi dan pengemasan vacuum," terang Feri terkait teknis penelitian.

Untuk dapat dikonsumsi, tambah Feri, maka nasi, randang, dendeng dan sayuran tersebut perlu dipanaskan lagi selama 5-10 menit. "Untuk ini, Tim peneliti juga menciptakan kantong pemanas instan yang apabila direndam dengan air, maka akan membuat air menjadi panas dan mendidih," terangnya.

Pemanas instan ini didisain untuk mendapatkan suhu yang tepat untuk memanaskan nasi, randang, dendeng dan sayuran pada berbagai kemasan. Dengan metode ini, tanpa menggunakan zat-zat kimia dalam pengawetan, nasi, randang, dendeng dan sayuran dapat tahan sampai 1 tahun lebih dan dapat disajikan untuk dikonsumsi hangat-hangat seperti baru dimasak, dengan cita rasa yang tidak berubah atau tidak berbeda dari makanan biasa.

Dikatakan Feri Arlius, saat ini beberapa pihak swasta yang sudah menghubungi dan menyatakan tertarik untuk bekerjasama dalam memproduksi Nasi Padang Instan ini, sehingga produk ini bisa segera tersedia di pasar.

"Alat-alat yang diperlukan dalam memproduksi Nasi Padang Instan ini juga tidak memerlukan biaya investasi yang tinggi, sehingga produk ini nantinya dapat dijual dalam harga yang tidak mahal dan sesuai dengan kemampuan konsumen," terangnya.

"Nasi Padang Instan ini dapat menjadi produk alternatif yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan pangan pada berbagai keadaan seperti naik haji, mendaki gunung, camping dan bantuan pangan untuk daerah yang sedang terkena bencana alam," tambah dia.

Pada saat menerima pendaftaran paten Nasi Padang Instan ini, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unand, Dr Uyung Gatot didampingi Hanalde Andre MT (Ketua Pusat Kekayaan Inteletual dan Layanan Teknis Unand) menyampaikan, dalam waktu 2 hari ini akan mengeluarkan sertifikat pendaftaran paten dan menyampaikan dokumen paten pada Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia untuk diproses lebih lanjut.

Kerjasama dengan DUDI

Terpisah, Rektor Universitas Andalas, Prof Yuliandri mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Tim Peneliti Fateta. Dia berharap, hasil penelitian ini dapat segera diproduksi bekerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

"Tim peneliti, telah melakukan suatu langkah inovasi, terutama dalam menghasilkan berbagai produk unggulan yang dapat dimaanfaatkan oleh masyarakat, apalagi dengan makanan khas Nasi Padang, yang sudah dikenal luas oleh masyarakat," tukasnya. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar